adplus-dvertising

Warga di Sumut Meninggal Dunia Diduga Setelah Divaksin

Reza Fahlefy, telisik indonesia
Selasa, 18 Januari 2022
591 dilihat
Warga di Sumut Meninggal Dunia Diduga Setelah Divaksin
Abang dan anak korban ketika ditemui awak media. Foto: Reza Fahlefy/Telisik

" Keluarga ikhlas dengan kepergian almarhumah mungkin sudah takdirnya "

MEDAN, TELISIK.ID - Rahimah Rahman (62) warga Jalan Beringin Pasar V, Nomor 169  Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, diduga meninggal dunia setelah divaksin.

Informasi yang dihimpun, Rahimah divaksin di Kantor Camat Percut Sei Tuan. Dia divaksin karena hendak mengambil bantuan yang digelar di kantor camat.

Pihak keluarga sudah mengikhlaskan kejadian itu. Abang kandung korban, Sofian, mengaku ikhlas atas kematian adiknya.


"Keluarga ikhlas dengan kepergian almarhumah mungkin sudah takdirnya," katanya kepada awak media, Senin (17/1/2022).

Dia bersama keluarga yang lain tidak mau menuntut. Sebab kematian itu merupakan ajal dan takdir.

"Saya secara pribadi gak menuntut banyak, gak ada, saya sudah ikhlas dengan kepergian adik saya. Mungkin sudah takdir jalan Allah, meski sangat menyayangkan setelah divaksin roboh dia Bang, gak tau apa apa," terangnya.

Anak korban bernama Ari menambahkan bahwa ibunya tergeletak di kursi setelah divaksin oleh tim medis.

"Kejadian itu Jumat 14 Januari 2022. Saat itu saya menemani ibu untuk mengambil bantuan di kantor camat. Namun, karena ibu belum vaksin, jadi tidak boleh mengambil bantuan. Makanya ibu akhirnya divaksin," ungkapnya.

Di saat itu, Ari tidak boleh masuk ke dalam kantor camat karena tidak memakai masker. Dia pun memutuskan menunggu ibunya di luar kantor camat.

"Ibu masuk ke kantor camat jam 11:30 WIB. Lalu jam 12:00 WIB ibu keluar menemui saya dan mengatakan ibu mau divaksin, lalu ibu masuk lagi ke kantor. Kemudian 15 menit kemudian, ibu mengatakan kalau ibu sudah divaksin dan tinggal menunggu nomor antrean, lalu ibu kembali lagi masuk ke dalam," ungkapnya.

Akan tetapi, sampai jam menunjukkan pukul 13:00 WIB, ibunya tidak keluar lagi. Ari menunggu sampai pukul 16:00 WIB, ibunya tidak keluar juga.

"Akhirnya saya memutuskan untuk masuk ke dalam kantor camat karena perasaan saya tidak enak. Setelah saya di dalam kantor camat, saya lihat ibu saya sudah terduduk di kursi," ungkapnya.

Selanjutnya, Ari membawa ibunya pulang ke rumahnya karena kondisi ibunya sudah sangat lemas.

Baca Juga: Ditahan Bareskrim Polri, Kasus Cuitan Ferdinand Hutahean Berbau SARA Tetap Ditindaklanjuti Polda Sumut

"Saya tanya ibu, mau di sini saja atau pulang, lalu ibu menjawab pulang. Kemudian saya bawa ibu pulang. Keesokan harinya, sekira pukul 09:00 WIB karena kondisi ibu masih lemas, kami bawa ibu ke Rumah Sakit Mitra Medika dan sekira pukul 05:00 WIB, Minggu 16 Januari 2022, ibu meninggal dunia," ungkapnya.

Terpisah, Camat Percut Sei Tuan, Ismail ketika dikonfirmasi awak media, Senin (17/1/2022) malam mengatakan bahwa Rohimah meninggal dunia bukan karena divaksin.

"Menurut data kami dari tenaga kesehatan (nakes), ibu Rohimah belum sempat divaksin. Jadi penyebab kematiannya bukan karena divaksin, mungkin ada faktor lain," kata Ismail.

Baca Juga: 4 Maling Kabel PLN Ditangkap, Gunakan Hasil Kejahatan untuk Beli Narkoba

Menurutnya, setiap warga yang akan divaksin harus melewati beberapa tahapan yaitu screening. Selain itu, keluarga Rohimah juga tidak tahu persis apakah yang bersangkutan divaksin atau tidak.

"Jadi, mungkin almarhumah meninggal dunia karena faktor lain. Ini mungkin sudah ajal almarhumah. Kami dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mengucapkan turut berduka," terangnya. (A)

Reporter: Reza Fahlefy

Editor: Haerani Hambali 

Artikel Terkait
Baca Juga