adplus-dvertising

Warganya Terpapar Omicron, Gubernur Khofifah Bantah Ada Lockdown

Try Wahyudi Ary Setyawan, telisik indonesia
Minggu, 16 Januari 2022
564 dilihat
Warganya Terpapar Omicron, Gubernur Khofifah Bantah Ada Lockdown
Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa dalam suatu kegiatan. Foto: Ist

" Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa membantah adanya lockdown di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang "

SURABAYA, TELISIK.ID - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa membantah adanya lockdown di Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Pasalnya, di kawasan tersebut ada salah satu warga terpapar COVID-19 varian omicron.

Khofifah mengaku jika pihaknya hanya melakukan PPKM Mikro skala RT, yaitu RT02/RW10 Desa Banjar Arum, atas ditemukannya warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 varian omicron.

"Saya ingin meluruskan berita terkait lockdown di Desa Banjar Arum Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Setelah sore ini, kami melakukan pertemuan dengan bupati, Dandim dan Kapolres Malang, camat, Danramil dan Kapolsek Singosari serta Kades Banjar Arum," kata Khofifah, Minggu (16/1/2022).


Mantan mensos ini mengatakan, terhadap yang terkonfirmasi positif COVID-19 varian omicron saat ini, telah dilakukan isolasi di safe house Kepanjen. Sedangkan dua puluh orang yang kontak erat telah dilakukan tracing dan testing.

"Terkonfirmasi satu orang positif dengan CT 29 saat ini akan diisolasi juga sesuai dengan pedoman dari Kemenkes RI," tuturnya.

Khofifah menerangkan, pemeriksaan bagi pasien yang terkonfirmasi positif PCR hasilnya akan ditindaklanjuti dengan pengiriman sampel untuk Whole Genome Sequencing (WGS) yang dikirim ke Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair).

Baca Juga: Hari Ini, Orang Terpapar COVID-19 di Jakarta Naik Sebanyak 389 Kasus

WGS sendiri, lanjut Khofifah, merupakan sistem untuk memastikan apakah kasus positif PCR merupakan varian omicron atau bukan. Sampel biasanya diambil berdasarkan CT Value pasien. Semula WGS dilakukan pada pasien dengan hasil PCR dengan CT Value di bawah 25.

Baca Juga: Omicron di Indonesia Tembus 572 Kasus, Prokes hingga Vaksinasi jadi Kunci Pencegahan

"Minggu ini arahan dari Kemenkes WGS dilakukan pada kasus positif dengan CT Value di bawah 30. Artinya, saat ini ada kehati-hatian yang lebih agar bisa memberikan proteksi bagi masyarakat  terhadap varian omicron ini," jelasnya. (C)

Reporter: Try Wahyudi Ari Setyawan

Editor: Kardin

Artikel Terkait
Baca Juga