Antisipasi Lonjakan Penumpang di Torobulu, Dishub Sulawesi Tenggara Bakal Tambah Armada

Nur Khumairah Sholeha Hasan

reporter

Rabu, 31 Mei 2023  /  9:29 pm

Nampak warga memadati area Pelabuhan Torobulu, kepadatan ini terjadi karena banyaknya masyarakat menggunakan moda transportasi ini, membuat Dishub akan menambah armada. Foto: Dok. Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Dinas Perhubungan Sulawesi Tenggara menyiapkan beberapa langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan penumpang dan lalu lintas pergerakan angkutan laut.

Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara, La Ode Fasikin. Ia menyebut, langkah antisipasi yang dilakukan yaitu menyiapkan tambahan armada kapal penumpang di Pelabuhan Torobulu.

Tambahan armada kapal laut rencananya berjumlah dua unit kapal, yang masing-masing kapal tersebut dapat mengangkut sekitar 200 penumpang dan puluhan kendaraan bermotor.

Dengan beroperasinya dua unit kapal penumpang ini, diharapkan masa tunggu antrean kendaraan bisa lebih dipercepat, dan masyarakat tak perlu berdesak-desakan ketika akan menggunakan kapal laut.

Melansir Dephub.go.id dari laman Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, berikut beberapa tips atasi lonjakan penumpang kapal di antaranya:

- Uji petik kelayakan

Melakukan uji petik (inspeksi keselamatan) pada kapal-kapal yang telah disiapkan, untuk memastikan kapal yang beroperasi dalam keadaan laik laut.

Dinas Perhubungan Sulawesi Tenggara menyiapkan beberapa langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan penumpang dan lalu lintas pergerakan angkutan laut. Foto: Dok.Telisik.id

 

Hal ini telah dilakukan oleh Dinas Perhubungan Sulawesi Tenggara, dimana kapal penumpang sebelum diberangkatkan, dipastikan aman dan tidak melebihi kapasitas muatan kapal.

- Melakukan perencanaan yang matang terkait kapasitas kapal dan kebutuhan penumpang

Baca Juga: Meski Kapal Sudah Ditambah 3 Armada, Penumpang Masih Membludak

Mengidentifikasi periode atau acara khusus yang dapat mengakibatkan peningkatan jumlah penumpang, seperti liburan, festival, atau konferensi, dan memastikan bahwa kapasitas kapal memadai untuk menampung lonjakan tersebut.

- Peningkatan kapasitas

Jika diperlukan, mempertimbangkan peningkatan kapasitas kapal dengan menambah jumlah kursi atau memperluas ruang penumpang. Ini dapat melibatkan modifikasi fisik pada kapal atau memperoleh kapal tambahan untuk memenuhi kebutuhan.

- Penjadwalan yang efisien

Mengatur jadwal perjalanan kapal dengan bijak untuk memaksimalkan penggunaan kapasitas yang ada. Mengidentifikasi jam sibuk dan periode dengan permintaan tinggi, serta memastikan jadwal kapal sesuai dengan kebutuhan penumpang.

- Sistem reservasi dan pembayaran

Memiliki sistem reservasi dan pembayaran yang efisien untuk mengelola dan mengkoordinasikan jumlah penumpang yang tinggi. Memastikan sistem dapat menangani lonjakan lalu lintas dan memungkinkan penumpang untuk melakukan pemesanan dengan mudah.

- Komunikasi yang efektif

Mengkomunikasikan dengan jelas kepada penumpang tentang kapasitas kapal, periode sibuk, dan langkah-langkah yang diambil untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Memastikan penumpang mengetahui persyaratan pemesanan, waktu keberangkatan, dan langkah-langkah keselamatan yang perlu diikuti.

- Peningkatan pelayanan

Baca Juga: Melebihi Kapasitas, Penumpang Duduk Melantai di Kapal Malam Rute Raha-Kendari

Memastikan staf kapal yang cukup tersedia untuk melayani penumpang dengan baik selama periode lonjakan. Melakukan pelatihan tambahan jika diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan.

- Evaluasi dan pemantauan

Secara teratur mengevaluasi data dan menganalisis tren penumpang untuk memperkirakan lonjakan penumpang di masa depan. Hal ini dapat membantu dalam perencanaan jangka panjang dan pengambilan keputusan yang tepat.

Selain itu, penting juga untuk mematuhi peraturan keselamatan dan kapasitas maksimum yang ditetapkan oleh otoritas perhubungan atau badan pengatur yang berlaku. Mengikuti pedoman ini akan memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang selama perjalanan. (B)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS