Capai 22 Lantai, Kantor Baru Gubernur Tertinggi di Sulawesi Tenggara

Fitrah Nugraha

Reporter

Selasa, 06 September 2022  /  5:01 pm

Kantor baru Gubernur Sulawesi Tenggara yang sementara dibangun digadang-gadang tertinggi di Bumi Anoa. Foto: Ist.

KENDARI, TELISIK.ID - Dimulainya peletakan batu pertama pada Jumat (2/9/2022), pembangunan gedung baru kantor Gubernur Sulawesi Tenggara telah berjalan. Kegiatan ini menjadi simbol dari niat baik, komitmen dan kerja sama yang sinergis dari semua elemen.

Acara peletakan batu pertama atau Ground Breaking ini dihadiri sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemprov dan para pimpinan instansi vertikal (kementerian/lembaga) lingkup Sulawesi Tenggara.

Awalnya, rencana pembangunan kantor gubernur yang menelan anggaran sebesar Rp 400 miliar tersebut harusnya dilakukan sejak 2018 lalu, namun baru terealisasi tahun ini. Isi gedung 22 lantai tersebut nantinya bermacam-macam. Pemanfaatan untuk masing-masing lantai juga berbeda-beda.  

Untuk lantai dasar dari gedung baru itu nantinya akan difungsikan sebagai parkiran yang dapat menampung 1.000 kendaraan roda empat, belum termasuk untuk kendaraan roda dua.

Lantai 1 dan 2 akan difungsikan sebagai fasilitas pendukung (ruang darma wanita, pameran, cafetaria). Sedangkan lantai 3 akan digunakan untuk aula yang menampung antara 5.000-6.000 orang.

Sementara lantai 4 merupakan ruang penghubung bupati kabupaten/kota, lantai 5 untuk ruang Biro BPBJP dan staf, lantai 6 merupakan ruang Kepala Biro Hukum dan Kepala Biro Kesra, lantal 7 ruang Kepala Biro Kerjasama dan Kepala Biro Organisasi, lantai 8 ruang Kepala Biro Pemerintah dan Kepala Biro Perekonomian, lantai 9 ruang Kepala Biro Umum dan Staf dan lantai 10 merupakan ruang para asisten.

Baca Juga: Ali Mazi-Lukman Abunawas Ekspose 4 Tahun Pimpin Sulawesi Tenggara

Adapun untuk lantai 11 menjadi ruang kerja gubernur dan wakilnya, lantai 12-16 merupakan ruang kerja Kepala OPD, lantai 17 ruang kerja Sekda, lantai 18-19 merupakan ruang VIP gubernur dan wakil gubernur, lantai 20 ruang mekanikal dan elektrikal, sedangkan lantai 21-22 merupakan ruang roof water tank.

Sedangkan menara yang merupakan lantai 23, diproyeksi untuk menjadi Stasiun TV atau kantor media lainnya yang bisa berpartisipasi dalam pembangunan. Dengan tinggi mencapai 112,6 meter, gedung ini akan menjadi yang tertinggi di Sulawesi Tenggara.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi (keempat dari kiri) bersama jajarannya pada Ground Breaking pembangunan gedung baru Gubernur Sulawesi Tenggara. Foto: Ist.

 

Total tiang pancang yang dibutuhkan untuk pembangunan gedung sebanyak 652 titik, di mana tahap I akan dipancang di 341 titik. Pemasangan tiang pancang akan menggunakan sistem hidrolik, sehigga tidak menimbulkan getaran yang berarti sehingga aktivitas kerja di kantor lama tidak terganggu.

Teknik pembangunan kantor gubernur yang menelan anggaran sebesar Rp 400 miliar tersebut, menggunakan sistem hidrolik atau injeksi. Dimana sistem hidrolik ini merupakan teknologi terbaru yang ramah lingkungan, sehingga tidak mengganggu aktifitas pemerintahan maupun masyarakat sekitar.

Pembangunan gedung baru kantor gubernur yang berlokasi di belakang gedung lama, berdiri di atas lahan seluas 14,7 hektar dan diperkirakan rampung 2024. Sementara pekerjaan tahap I mega proyek ini diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp 27 miliar menggunakan dana APBD provinsi dan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2022 mendatang.

Suasana peresmian pembangunan gedung baru Gubernur Sulawesi Tenggara. Foto: Ist.

 

Sejak awal kepemimpinan Ali Mazi dan Lukman Abuanwas, pemerintah daerah telah berkomitmen untuk membangun Bumi Anoa agar mencapai kemajuan di segala sektor pembangunan, di antaranya adalah infrastruktur.

Hal ini dilakukan agar tercipta lingkungan kerja birokrasi pemerintahan daerah yang modern. Salah satu bentuk realisasinya adalah pembangunan gedung baru Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara yang lebih representatif sebagai pusat aktivitas pemerintahan.

Ali Mazi mengatakan, pembangunan gedung tersebut bertujuan untuk lingkungan kerja birokrasi pemerintahan daerah yang modern. Sehingga dengan fasilitas yang modern ini, pihaknya mengharapkan dapat memberi kenyamanan, lebih efektif, efisien dan tersentral, guna meningkatkan kinerja aparatur pemerintah daerah.

"Pemerintah daerah telah berkomitmen untuk membangun Bumi Anoa agar mencapai kemajuan di segala sektor, diantaranya adalah infrastruktur," katanya.

Baca Juga: Ratusan Karyawan RSJ Kendari Tak Terima Uang Jasa Selama 9 Bulan

Gubernur meminta Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang untuk benar-benar serius memaksimalkan penggunaan anggaran yang ada, juga memastikan semua pelaksanaan pekerjaan proyek sesuai dengan standar-standar yang telah ditentukan.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya, Fachri Yamsul mengatakan, pembangunan gedung kantor gubernur baru dengan ketinggian 22 lantai ini digagas oleh Gubernur Ali Mazi pada 2018-2019.

Sebelum dibangun, tambah dia, pemerintah provinsi sebelumnya telah mendapat persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sebab, sesuai aturan gedung yang tingginya di atas 8 lantai harus mendapatkan persetujuan dari Kementerian PUPR, melalui tenaga ahli bangunan yang dimilikinya yang terdiri dari ahli geologi, mekanikal, elektrikal, arsitektur, sipil dan tenaga ahli lainnya.

"Gedung ini dibangun dengan estetika, kokoh, minimalis, mencerminkan keberadaan pemerintahan yang bergerak cepat, kokoh dan memiliki konsep minimalis agar bisa berpikir cepat, bertindak cepat dan bergerak cepat,” tutupnya. (B-Adv)

Penulis: Fitrah Nugraha

Editor: Kardin

TOPICS