BPMP Sultra Konsolidasi Daerah Selaraskan Program Prioritas Kemendikdasmen

Gede Suyana Sriski, telisik indonesia
Kamis, 26 Februari 2026
0 dilihat
BPMP Sultra Konsolidasi Daerah Selaraskan Program Prioritas Kemendikdasmen
Ketua Tim Perencanaan dan Program Direktorat SMA Kemendikdasmen, Oky Ade Setiawan, saat menghadiri konsolidasi daerah di Sultra, Rabu (25/2/2026). foto: Gede Suyana Sriski/Telisik

" Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan konsolidasi daerah program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama pemerintah provinsi serta kabupaten/kota "

KENDARI, TELISIK.ID - Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan konsolidasi daerah program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama pemerintah provinsi serta kabupaten/kota.

Kegiatan ini berlangsung 25-27 Februari 2025 di Hotel Claro, Kota Kendari, sebagai tindak lanjut Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah 2026 yang sebelumnya dilaksanakan di Jakarta.

Konsolidasi diadakan untuk menyelaraskan pemahaman sekaligus memperkuat sinergi pelaksanaan program prioritas Kemendikdasmen guna mendorong peningkatan capaian standar pelayanan minimal (SPM) dan mutu pendidikan di seluruh daerah.

Kepala BPMP Sulawesi Tenggara, Junaiddin Pagala, mengatakan bahwa forum konsolidasi daerah ini menjadi langkah lanjutan setelah kolaborasi yang telah dibangun pada tahun sebelumnya.

Seluruh pemangku kepentingan dilibatkan untuk mengawal implementasi program prioritas kementerian agar berjalan efektif di tingkat daerah.

Baca Juga: Bundaran Kantor Gubernur Sultra Masih Pilihan Favorit Ngabuburit Anak Muda Kota Kendari

"Ini merupakan tindak lanjut dari konsolidasi nasional yang telah dilakukan sebelumnya. Kita ingin memperkuat kolaborasi, mempererat komunikasi, sekaligus menyusun rencana aksi bersama agar program prioritas bisa terimplementasi dengan baik di kabupaten dan kota," ujar Junaiddin Pagala, Rabu (25/2/2026).

Sejumlah agenda yang dibahas pada kegiatan tersebut meliputi program digitalisasi pendidikan, sistem penerimaan murid baru (SPMB), sekolah terintegrasi, penguatan pendidikan karakter, pembelajaran mendalam termasuk coding dan kecerdasan artifisial, hingga pemenuhan SPM di daerah.

Selain itu, juga membahas perbaikan kualitas data pokok pendidikan (Dapodik), karena seluruh kebijakan berbasis pada data tersebut.

Konsolidasi ini menghadirkan dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) karena indikator SPM berkaitan erat dengan perencanaan pembangunan dan indeks pembangunan manusia (IPM).

Pemerintah daerah diharapkan dapat memasukkan program prioritas pendidikan ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran sehingga capaian SPM meningkat.

"Saat ini, seluruh daerah di Sulawesi Tenggara telah masuk pada kategori tuntas muda dan pratama, namun itu baru enam kabupaten/kota yang mencapai kategori tuntas pratama. Harapannya pemerintah dapat menargetkan seluruh daerah minimal berada pada kategori tersebut, bahkan meningkat ke tingkat madya hingga paripurna," jelas Junaiddin.

Ketua Tim Perencanaan dan Program Direktorat SMA, Oky Ade Setiawan, mengatakan bahwa konsolidasi daerah yang dilakukan saat ini merupakan arahan langsung Menteri Dikdasmen agar hasil konsolidasi nasional ditindaklanjuti di tingkat wilayah.

Forum tersebut juga menjadi sarana komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran.

"Urusan pendidikan adalah urusan kita bersama. Peran daerah di sini justru sangat besar, sehingga forum ini sangat penting untuk berdiskusi dan saling memberi masukan agar kebijakan yang dibuat sesuai kebutuhan daerah masing-masing," ujar Oky.

Ia juga menilai bahwa Sulawesi Tenggara memiliki potensi besar dari sisi sumber daya alam maupun manusia sehingga menjadi salah satu daerah prioritas pengembangan program pendidikan nasional.

Salah satunya rencana pengembangan sekolah unggulan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu mengelola potensi daerahnya sendiri di masa depan.

Baca Juga: SMKN 7 Kendari Gelar Pesantren Ramadan, Integrasikan Nilai Religius dan Budaya Industri

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sultra, Pahri Yamsul, mengatakan bahwa pemerintah provinsi mengapresiasi pelaksanaan konsolidasi daerah sebagai momentum memperkuat kolaborasi pusat dan daerah dalam pembangunan pendidikan.

"Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah sekaligus memastikan program prioritas dapat diimplementasikan secara efektif di Sulawesi Tenggara," kata Pahri.

Ia juga mengatakan, pada tahun 2025 pemerintah provinsi bersama kementerian telah mengawal sejumlah program prioritas, antara lain revitalisasi 348 satuan pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMA, pembangunan tiga unit sekolah baru, serta program digitalisasi melalui bantuan papan interaktif digital (PID) kepada 4.081 satuan pendidikan, dan pelatihan bagi 3.614 guru.

Pemerintah Provinsi Sultra juga mendukung implementasi program prioritas pendidikan 2026, termasuk pemenuhan SPM, digitalisasi sekolah, sistem penerimaan murid baru yang transparan, penguatan karakter, pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial, program makan bergizi gratis, serta wajib belajar 13 tahun.

Kegiatan konsolidasi daerah ditargetkan menghasilkan komitmen bersama dan rencana aksi kongkrit antara pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan di seluruh kabupaten/kota di provinsi. (B)

Penulis: Gede Suyana Sriski

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga