Mistik: Cerita Horor Wanita 3 Hari Kesurupan, Awal Nongkrong Malam di Tepi Got hingga Diantar ke Pohon Beringin

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Kamis, 26 Februari 2026
0 dilihat
Mistik: Cerita Horor Wanita 3 Hari Kesurupan, Awal Nongkrong Malam di Tepi Got hingga Diantar ke Pohon Beringin
Di bawah pohon beringin tubuh Rita terasa berat lalu perlahan sadar setelah digendong keluarganya pulang ke rumah. Foto: Repro Dream.co

" Suasana kampung malam itu tenang ketika tiga remaja duduk berbincang di tepi got dekat lapangan "

JAKARTA, TELISIK.ID - Suasana kampung malam itu tenang ketika tiga remaja duduk berbincang di tepi got dekat lapangan.

Pertemuan santai tersebut kemudian diingat keluarganya sebagai awal rangkaian peristiwa yang membuat seorang remaja perempuan, Rita, sakit dan tidak sadarkan diri selama tiga hari.

Cerita ini disampaikan Eci, kakak kedua narasumber, yang saat itu bersama Eca dan Rita. Mereka bertiga berteman dekat dan sering berkumpul di rumah Rita.

Sekitar pukul setengah sembilan malam, mereka keluar rumah dan duduk di pinggir selokan kecil sambil mengobrol ringan.

Di tengah percakapan, Eci melempar pertanyaan bercanda. “Bayangin deh, seandainya ada Doraemon kalian pengen apa. Kalau aku sih pengen pintu kemana saja,” ucapnya, seperti dikutip dari Quora, Kamis (26/2/2026).

Tokoh yang dimaksud adalah Doraemon, karakter fiksi yang dikenal luas di kalangan anak-anak. Rita menanggapi sambil tertawa.

“Kalau aku sih pengen bisa liat hantu, punya indera ke 6,” kata Rita.

Baca Juga: Mistik: Hantu Korban Kecelakaan Gentayangan Teror Balapan Liar saat Ramadan

Tidak lama setelah itu, Eci mengaku merasakan bulu kuduk berdiri. Ketiganya spontan menoleh ke arah lapangan dan melihat pohon beringin besar berdiri sendirian. Mereka lalu memilih pulang.

Keesokan harinya mereka pergi ke pasar malam. Mereka mendekati wahana rumah hantu, tetapi tidak jadi masuk. Ketiganya hanya berdiri di belakang bangunan, tepat di bawah pohon beringin lain yang cukup besar. Setelah beberapa saat, mereka kembali ke rumah masing-masing.

Siang berikutnya, Eca dan Eci mengajak Rita makan bersama di rumah. Mereka makan karedok leunca. Menurut Eci, kondisi Rita terlihat normal. Namun tak lama setelah itu, Rita mengeluh sakit perut dan pamit pulang.

Sesampainya di rumah, orang tuanya memberi obat. Rasa sakit tak mereda. Rita menangis, lalu tertawa keras tanpa sebab jelas. Keluarga menyebut perilakunya berubah dan sulit diajak berkomunikasi. Mereka kemudian meminta bantuan kerabat.

Setelah pulih, Rita menceritakan apa yang ia rasakan. Ia mengaku tetap sadar, tetapi tidak bisa mengendalikan tubuhnya. Ia merasa seperti melihat dirinya sendiri dari luar.

Pada hari kedua, kakaknya bertanya, “Kamu mau makan apa,” tanyanya. Rita menjawab dengan suara berbeda, “Aku mau makan sama daging domba,” pintanya. Kakaknya menanggapi sambil bercanda, “Tong boro sia, aingge madang jeung asin,” katanya.

Sore itu Eca dan Eci datang menjenguk. Eca mendekat dan mengelus pipi Rita. Tiba-tiba tubuh Rita berdiri cepat dan menjulurkan tangan ke arah Eca. “Aaaa…,” teriak Eca dan Eci sambil berusaha melepaskan diri. Baju Eca sempat tertarik sebelum akhirnya mereka berhasil menjauh.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Canyon Mimbs: Dari Petani Idaho jadi Mualaf yang Menginspirasi Ribuan Orang

Malam ketiga, keluarga memanggil seorang ustaz untuk membantu. Dalam proses doa, suara dari mulut Rita menyampaikan permintaan. “Anterin aku ke rumahku, pohon beringin. Tapi aku pengen digendong sama si ganteng yang kemarin nengok ke sini,” ucapnya pelan. Ketika ditanya siapa, ia menjawab, “Itu loh yang dombanya banyak, suka disebut Adot,” jelasnya.

Keesokan pagi, Adot diminta menggendong Rita menuju pohon beringin di lapangan. Sepanjang perjalanan, Rita berteriak, “Woi jangan meluk-meluk ke si Adot lah, pliiisss,” katanya. Setelah sampai di lokasi dan kembali ke rumah, kondisinya berangsur normal.

Sejak peristiwa itu, keluarga menyebut Rita menjadi lebih sensitif dan sering merasa melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain. Beberapa waktu kemudian ia pindah ke Jakarta untuk tinggal bersama kerabat. Kisah tersebut disampaikan Eci sebagai pengalaman nyata yang terjadi di kampung mereka dan masih diingat hingga kini. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga