Dulu Benci Islam, Joram Van Klaveren Dapat 2000 Ancaman Pembunuhan Usai Mualaf

Merdiyanto

Content Creator

Selasa, 20 Januari 2026  /  9:58 am

Joram Van Klaveren, mantan politisi Belanda yang dulu dikenal sebagai pembenci Islam kini memilih menjadi mualaf meski menghadapi lebih 2000 ancaman pembunuhan. Foto: Repro Trouw.

AMSTERDAM, TELISIK.ID - Kisah perjalanan spiritual Joram van Klaveren, mantan politisi Belanda yang dulunya dikenal sebagai pembenci Islam garis keras, kembali menjadi perbincangan di kalangan umat Muslim dunia.

Van Klaveren, yang pernah menjadi tangan kanan politikus anti-Islam Geert Wilders, kini hidup sebagai mualaf setelah menemukan hidayah saat menulis buku anti-Islam.

Namun, keputusannya itu justru membawa ancaman serius, termasuk lebih dari 2.000 ancaman pembunuhan dari pendukung lamanya.

Cerita ini menjadi pengingat betapa hidayah Allah bisa datang dari arah tak terduga, bahkan di tengah kebencian.

Melansir Republika, Selasa (20/1/2026), Joram van Klaveren lahir dan besar di lingkungan Kristen Protestan yang taat di Belanda.

Baca Juga: Dapat Perlakuan Tidak Adil, Gadis Cantik Ini Tetap Istikamah di Jalan Islam

Karier politiknya dimulai sebagai anggota Partai Kebebasan (PVV) pimpinan Geert Wilders, di mana ia aktif mengkampanyekan kebijakan anti-Islam, seperti larangan burqa, minaret masjid, dan bahkan Al-Quran.

Citra Islam semakin memburuk di matanya setelah peristiwa 11 September 2001 dan pembunuhan sutradara Theo van Gogh oleh seorang ekstremis Muslim pada 2004.

"Saya pikir Islam adalah kebohongan dan berbahaya," ungkap van Klaveren dalam salah satu wawancaranya.

Titik balik terjadi pada 2017 ketika van Klaveren keluar dari PVV dan mendirikan partai baru.

Saat itu, ia memutuskan menulis buku berjudul "Apostate: From Christianity to Islam in the Time of Secular Terror" yang awalnya dimaksudkan sebagai kritik tajam terhadap Islam.

Namun, selama proses riset mendalam, ia justru menemukan kebenaran dalam ajaran Islam.

"Saya mulai mempertanyakan keyakinan saya sendiri tentang kebangkitan dan penyaliban Kristus," katanya.

Pada Februari 2019, van Klaveren resmi mengucap syahadat dan menjadi Muslim. Sayangnya, konversi ini tidak diterima dengan baik oleh banyak orang.

Van Klaveren langsung menjadi target kebencian dari mantan pendukungnya. "Saya mendapat lebih dari 2.000 ancaman pembunuhan. Orang-orang mengancam akan memperkosa istri saya atau membunuh saya," ceritanya dalam sebuah video yang viral.

Baca Juga: Tersentuh Keimanan Warga Gaza, Perawat Amerika Serikat Putuskan Mualaf

Ancaman ini datang dari keluarga, rekan kerja, hingga pemilih lamanya yang merasa dikhianati, dilansir dari CNN Indonesia, Selasa (20/1/2026).

Meski demikian, van Klaveren tetap teguh dan kini aktif berdakwah, termasuk melalui bukunya yang direvisi menjadi kisah perjalanan imannya.

Kisah ini juga menjadi pengingat akan pentingnya toleransi dan pemahaman antaragama di tengah polarisasi global. (C)

Penulis: Merdiyanto

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS