Harga Telur dan Beras di Kolaka Utara Terus Naik

Muh. Risal H

Reporter Kolaka Utara

Jumat, 26 Mei 2023  /  2:30 pm

Harga beras dan telur di Pasar Lacaria Lasusua masih mahal. Foto: Muh Risal H/Telisik

KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Harga telur di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, sejak sebulan terakhir terus mengalami kenaikan, membuat para pedagang mengeluh. Imbasnya, omzet pedagang menurun akibat minimnya pembeli.

Hariani, salah satu pedagang sembako di Pasar Lacaria Lasusua mengatakan, saat ini harga telur dari distributor Rp 55.000 per rak sementara harga eceran Rp 60.000 per rak.

"Selama ini telur dipasok dari Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Ada pasokan dari peternak lokal tapi maksimal 50 rak, tidak cukup untuk kebutuhan pedagang di pasar, jadi tetap ambil dari luar meski agak mahal dan untung tipis," terangnya, Jumat (26/5/2023).

Pedagang lain, Marsiah menuturkan, sebelum naik, harga telur normalnya Rp 47.000 per rak. Saat ini sudah Rp 58.000 per rak kemudian dijual kembali Rp 60.000 per rak.

Baca Juga: Penghujung Tahun Harga Telur di Kota Kendari Meroket

"Hanya untung Rp 2000 per rak, tipis sekali. Jadi sekedar pelengkap jualan saja. Pembelinya juga menurun karena harga mahal. Belum lagi jika ada yang pecah atau rusak, rugi mi kita," jelasnya.

Para pedagang berharap pemerintah daerah bisa memberikan solusi mengendalikan harga telur. Kata dia, menjual telur dengan harga murah melalui pasar murah dianggap merugikan pedagang karena jualannya tidak dilirik.

"Pembeli juga terkadang membandingkan harga di pasar murah dan harga pedagang di Pasar Lacaria. Kalau mau stabilkan harga, ya bantu para pedagang kasi pasokan telur dengan harga murah, bukan bikin pasar murah," urainya.

Selain telur, harga beras di Pasar Lacaria Lasusua belum mengalami penurunan signifikan atau kembali ke harga normal.

Baca Juga: Dipasok Kelompok Peternak, Harga Telur di Bombana Normal

"Paling murah Rp 10.000 per liter, tidak bisa dijual di bawah harga itu karena modalnya Rp 570.000 per karung ukuran 50 kilogram. Ini sudah mendingan saat Ramadan harganya tembus Rp 600.000 per karung. Sekarang sudah turun tapi belum kembali ke harga normal," kata Hj. Marsiah.

Normalnya kata dia, Rp 7.500 per liter atau Rp 430.000 per  50 kilogram. Untuk beras kualitas premium merek tiga telur saat ini dibanderol Rp 11.000 per liter. Sementara kualitas medium dijual Rp 10.500 per liter. Per karung harga modal Rp 620.000.

"Normalnya beras tiga telur kualitas bagus Rp 590.000 per 50 kilogram. Sekarang kemasan 10 kilogram merek tiga telur di jual Rp 135.000 sementara kualitas paling murah Rp 125.000. Dulu harga Rp 105.000 sampai Rp 110.000 per 10 kilogram," rincinya. (A)

Penulis: Muh Risal H

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS