Hutan Jati Matakidi Muna Barat Terancam Punah

Putri Wulandari

Reporter Muna Barat

Senin, 15 Mei 2023  /  1:55 pm

Keadaan hutan jati yang hampir gundul di area permandian Matakidi, Kecamatan Barangka, Muna Barat. Foto: Ist.

MUNA BARAT, TELISIK.ID - Penebangan pohon jati secara liar oleh oknum tak bertanggung jawab, menyebabkan hutan jati di sekitar permandian Matakidi, Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna Barat, terancam punah.

Diketahui, hutan jati di sekitar permandian Matakidi telah lama ada, namun sayang pohon jati yang dulunya banyak kini mulai berkurang. Ini diakibatkan penebangan secara liar oleh oknum tak bertanggung jawab, sehingga saat ini keadaan hutan jati tersebut mulai gersang bahkan hampir punah.

Pj Bupati Muna Barat, Bahri ikut geram setelah mendapatkan laporan dari Satpol PP terkait perambahan hutan. Ia akan melaporkan oknum penebang hutan jati ke pihak kepolisian.

"Ini telah merusak ekosistem hutan, seharusnya hutan jati kita jaga dan lestarikan," ungkap Bahri, Senin (15/5/2023).

Bahri katakan, sebelumnya ia telah memberi instruksi kepada Pol PP untuk mengawasi tiap pagi hari. Namun ternyata penebangan hutan dilakukan pada malam hari.

Baca Juga: Hutan Warangga Dirambah, Muna Terancam Kekeringan

"Selain merusak lingkungan, ini juga berdampak pada berkurangnya debit air di permandian Matakidi," ucapnya.

Sebagai salah satu peninggalan leluhur, seharusnya pohon jati dijaga dan dilestarikan hingga ke anak cucu, agar tak hanya jadi sebuah cerita bahwa Pulau Muna terkenal dengan pohon jati namun nampak pula buktinya.

Untuk itu, langkah Pemda dalam mencegah penebangan liar, Pemda akan mendirikan pos jaga dan menugaskan Pol PP untuk siaga 24 jam.

Baca Juga: DLHK Kendari Maksimalkan 8 SDM Penebangan Pohon

Selanjutnya, untuk pohon jati yang telah ditebang, akan dilakukan pendataan dan akan dilakukan reboisasi atau penanaman kembali.

Sementara itu, Camat Barangka, Tamrin, akan segera berkoordinasi dengan Pemda terkait regulasi yang akan ditetapkan terhadap larangan penebangan pohon jati secara liar, terutama pada beberapa hutan jati yang ada.

"Kalau terjadi lagi dan kedapatan menebang pohon jati, pasti proses hukum," singkatnya. (B)

Penulis: Putri Wulandari

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS