Ini Alasan Wanita di Korea Utara Tak Boleh Pakai Lipstik Merah

Adinda Septia Putri

reporter

Selasa, 06 Desember 2022  /  12:05 am

Korea Utara melarang perempuan di negaranya untuk memakai lipstik merah, hal ini dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap negara. Foto: expertreviews.co.uk

KENDARI, TELISIK.DI - Korea Utara menjadi salah satu negara yang otoriter, di mana sistem negara berhak mengatur segala lini kehidupan masyarakatnya. Oleh karena itu, tidak jarang peraturan atau hal-hal sepele bahkan diatur dalam negara Kim Jong Un tersebut.

Dikutip dari Okezone.com, salah satu hal sepele yang dilarang oleh Korut ke masyarakatnya dalam merias diri adalah penggunaan lipstik berwarna merah. Wanita di Korut pasalnya dilarang keras memakai lipstik berwarna merah menyala.

Lipstik warna merah dilarang karena dianggap sebagai simbol kapitalisme oleh pemerintah Korea Utara yang menganut Komunisme. Kebanyakan wanita di sana hanya diperbolehkan untuk memakai lipstik dengan warna yang lembut atau ringan di bibir.

Baca Juga: Deretan Pesona Suporter Cantik Asia di Piala Dunia 2022 Bikin Gagal Fokus

Baca Juga: Mistik: Deretan Artis Cantik yang Ngaku Pernah Disantet, Seperti Ditusuk-tusuk

Dilansir dari Inews.id, pemerintah Korea Utara bahkan tak tanggung-tanggung dalam pelarangan tersebut dengan membentuk Gyuchalde, atau polisi fashion yang setiap hari berpatroli mengecek gaya rambut, riasan dan gaya berpakaian kaum wanita.

Seorang perempuan Korea Utara berusia 22 tahun yang membelot ke Korea Selatan, Nara Kang bahkan mengatakan, memakai lipstik merah adalah yang tidak bisa dibayangkan untuk dipakai di negara asalnya.

Ia menambahkan, perempuan yang memakai lipstik merah akan langsung dilabeli sebagai bentuk perlawanan terhadap negara, mereka bahkan tak segan untuk memberi sanksi sosial bagi penganut budaya negara lain.

Selama ini wanita Korea Utara hanya boleh memakai produk kosmetik buatan dalam negerinya. Bukan hanya dilarang memakai lipstik merah, masyarakat juga tidak boleh mewarnai rambutnya, karena hal tersebut dianggap sebagai simbol kemapanan. (C)

Penulis: Adinda Septia Putri

Editor: KardinĀ 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS