Keluar dari Islam Jadi Bintang Porno, Wanita Cantik Ini Diincar Ayahnya

Ibnu Sina Ali Hakim

Reporter

Senin, 29 Agustus 2022  /  8:15 pm

Nama Yasmeen Ali menyita perhatian publik pada 2020 lalu. Sosoknya jadi berita utama setelah ayah dan sepupunya ditangkap karena dugaan rencana pembunuhan terhadap dirinya. Foto: Modusaceh.co

KABUL, TELISIK.ID - Nama Yasmeen Ali menyita perhatian publik pada 2020 lalu. Sosoknya jadi berita utama setelah ayah dan sepupunya ditangkap karena dugaan rencana pembunuhan terhadap dirinya. 

Melansir Nusantaratv.com, sang ayah mengincar Yasmeena Ali dan berencana membunuhnya karena telah mempermalukan keluarga dengan menjadi bintang film porno. Mereka juga marah karena Yasmeena Ali menikah dengan David Cohen.

Ayah dan sepupu Yasmeen sampai terbang ke Slovakia untuk memburu Yasmeena Ali. Bahkan mereka juga menyewa pembunuh bayaran yang dibayar Rp 1 miliar. Kini keluarga Yasmeena Ali pun dalam proses diekstradisi ke Slovakia.  

Yasmeena Ali lahir di Kabul, Afghanistan pada 1993. Ia meninggalkan keyakinannya lalu jadi bintang porno.

Yasmeena Ali lahir di bawah kekuasaan Taliban. Ia kemudian bermigrasi ke Inggris bersama keluarganya pada awal 2000-an. Ayah Yasmeena Ali diberikan suaka di Inggris karena menyediakan layanan penerjemah kepada pasukan Inggris dan AS selama pertempuran di Timur Tengah.

Tak nyaman dengan kehidupan yang dialaminya di Inggris, Yasmeen Ali memutuskan melarikan diri dari keluarganya. Ia kemudian menikah dengan seorang fotografer Yahudi, David Cohen.

Baca Juga: Pria Ini Jadi Pendonor Sperma Paling Terkenal di Dunia, Punya Anak 160 Pertahun

Dalam sebuah wawancara dengan media, Yasmeen Ali menceritakan kisahnya meninggalkan agamanya, kemudian memulai karier sebagai aktris film dewasa di Eropa Timur.

"Saya tidak memiliki kontak dengan keluarga dan mereka belum memberi tahu saya secara langsung bagaimana perasaan mereka tentang karier saya," kata Ali, mengutip detikcom.

Baca Juga: 9 Negara Terkecil di Dunia, Ada yang Bisa Dijelajahi Hanya Sehari

Yasmeena Ali yang mengaku sebagai ateis mengatakan keluarganya kerap menanamkan rasa takut kepada dirinya. Terlebih ketika ia meninggalkan agama.

"Orang tua saya selalu menanamkan rasa takut dalam diri saya: Tuhan, neraka, hukuman. Jika saya meninggalkan Islam, ayah saya mengancam akan membunuh saya karena menodai Islam, budaya Afghanistan, dan kehormatan keluarga," pungkas Yasmeena Ali. (C)

Penulis: Ibnu Sina Ali Hakin

Editor: Kardin

TOPICS