Kisah Ulama Syam Minta Doa ke PSK dan Berujung Ratusan Perempuan Pilih Tobat

Ahmad Jaelani

Reporter

Minggu, 02 Agustus 2026  /  6:35 pm

Ilustrasi, ratusan pekerja seks komersial dikisahkan bertobat setelah menerima dakwah. Foto: Repro Kompas

JAKARTA, TELISIK.ID - Metode dakwah penuh kasih yang dilakukan Syaikh Badruddin Al-Hasani dikisahkan menginspirasi ratusan pekerja seks komersial bertobat tanpa celaan maupun penghakiman.

Kisah dakwah ulama besar asal Syam, Syaikh Badruddin Al-Hasani, kembali menjadi perhatian karena pendekatan yang mengedepankan kelembutan dan penghormatan kepada sesama manusia.  

Dalam sejumlah riwayat yang dinukil dari buku Muhadditsu As-Syam As-Sayyid Badruddin Al-Hasani, metode dakwah tersebut disebut menjadi sebab ratusan pekerja seks komersial (PSK) meninggalkan kehidupan lamanya dan memilih bertobat.

Dikisahkan, suatu ketika Syaikh Badruddin Al-Hasani mendengar adanya sebuah tempat pelacuran di pinggiran Kota Damaskus, Suriah. Tempat itu diketahui menjadi lokasi berkumpulnya banyak perempuan yang bekerja sebagai PSK.

Baca Juga: Cerita 2 PSK Ngaku Dibayar Pakai Uang Palsu Usai Main dengan Pelanggan, Berujung Lapor Polisi

Berbeda dengan anggapan sebagian orang yang mungkin akan mendatangi tempat tersebut untuk menegur atau menghakimi, Syaikh Badruddin memilih cara yang berbeda. Ia memanggil muridnya yang bernama Syaikh Yahya, yang saat itu telah berusia sekitar 60 tahun.

Syaikh Badruddin kemudian memberikan sejumlah uang dan hadiah kepada muridnya. Hadiah tersebut diminta untuk disampaikan kepada para perempuan di tempat itu. Selain itu, ia juga menitipkan sebuah pesan yang tidak biasa.

"Guruku Sayyid Badruddin menyampaikan salam kepada kalian dan meminta kalian untuk mendoakan beliau," kata Syaikh Yahya saat menyampaikan amanat gurunya kepada para perempuan tersebut, seperti dikutip dari iNews, Minggu (2/8/2026).

Perintah tersebut sempat membuat Syaikh Yahya merasa heran. Namun, karena menghormati gurunya, ia tetap melaksanakan amanat itu tanpa mempertanyakan alasan di balik perintah tersebut.

Saat menerima hadiah dan mendengar pesan itu, para perempuan di tempat tersebut diliputi rasa heran. Mereka tidak menyangka seorang ulama yang dikenal luas karena keilmuannya justru meminta doa kepada mereka.

Salah seorang perempuan kemudian berkata, "Bagaimana mungkin ulama yang alim seperti beliau meminta doa dari kami?"

Menurut kisah yang dinukil dalam buku tersebut, sikap penuh penghormatan dan kasih sayang yang ditunjukkan Syaikh Badruddin menyentuh hati para perempuan itu.  

Pendekatan dakwah yang tidak disertai celaan maupun penghakiman menjadi titik balik yang mendorong banyak di antara mereka meninggalkan pekerjaan tersebut.

Syaikh Yahya kemudian menceritakan suasana yang terjadi setelah pesan gurunya disampaikan kepada para perempuan itu.

"Aku mendengar para PSK itu berteriak menangis dan bertaubat kepada Allah," kata Syaikh Yahya.

Baca Juga: PSK Ketahuan Pemanasan di Atas Ranjang saat Digrebek, Ngaku Sering Dipesan Pelajar hingga Cuan Rp 5 Juta Semalam

Setelah peristiwa tersebut, para perempuan itu disebut datang berbondong-bondong ke masjid tempat Sayyid Badruddin Al-Hasani mengajar. Mereka mengikuti majelis ilmu dan memilih menjalani kehidupan yang berbeda.

Syaikh Badruddin Al-Hasani dikenal sebagai salah seorang ulama besar di Syam yang mendapat gelar Khatamul Huffaz wal Muhadditsin. Gelar tersebut diberikan karena keluasan ilmunya, terutama dalam bidang hadis dan tafsir.

Ia mengajar di Masjid Umawi, Damaskus, Suriah. Majelis ilmunya diikuti berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga pejabat pemerintahan. Materi yang diajarkan meliputi tafsir, hadis, fikih, serta berbagai disiplin ilmu keislaman lainnya.

Dalam riwayat yang sama disebutkan bahwa saat berusia sekitar 30 tahun, Syaikh Badruddin mulai mengajarkan kitab Sahih Al-Bukhari di Masjid Al-Sadat tanpa membuka kitab. Ia dikenal menghafal seluruh isi kitab tersebut beserta syarah dan sanad para perawinya. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS