Lumpur Lapindo Berhenti Menyembur Setelah 20 Tahun, Ini Kata Pakar

Merdiyanto

Content Creator

Minggu, 23 Maret 2025  /  3:27 pm

Lumpur Lapindo dikabarkan berhenti menyembur setelah hampir 20 tahun. Foto: Repro Radar Jember.

SIDOARJO, TELISIK.ID - Semburan lumpur panas di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, yang dikenal sebagai Lumpur Lapindo, dikabarkan telah berhenti setelah hampir 20 tahun menyembur.

Kabar tersebut berasal dari penampakan lautan lumpur yang sudah tidak menyembur, meski asap masih terlihat keluar dari pusat semburan.

Kabar ini tentu mengejutkan banyak pihak, mengingat bencana ini telah berlangsung sejak 29 Mei 2006 dan menyebabkan dampak yang sangat besar bagi masyarakat sekitar dilansir dari Jawapos.

lumpur panas yang muncul pada 29 Mei 2006 ini ditetapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai bencana nasional.

Semburan lumpur panas ini mengakibatkan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 45 triliun, serta merendam tiga kecamatan di sekitarnya, yang menyebabkan kerusakan parah pada perekonomian masyarakat.

Baca Juga: Anggota DPR Termuda Annisa Mahesa Disebut Punya Akun Alter di X dan Cuit Postingan Tak Senonoh

Banyak Warga yang datang langsung untuk mengecek kebenaran kabar tersebut. Namun, belum dapat dipastikan bahwasanya lumpur masih tampak belum berhenti.

Meskipun kebenaran akan berhentinya Lumpur Lapindo belum bisa dipastikan benar, warga berharap hal tersebut akan segera terwujud. Pasalnya, sudah cukup lama lumpur menyembur area tersebut.

Menurut pakar geologi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Amien Widodo, pemandangan itu menunjukkan potensi berhentinya semburan lumpur Lapindo.

Amien menjelaskan bahwa gas merupakan pendorong keluarnya lumpur. Oleh karena itu, jika sumber gas habis atau berkurang, lumpur tidak akan bisa naik ke atas.

“Mungkin gas di bawah habis.," katanya. "Kalau gasnya mengecil, ya enggak kuat ngangkat ke atas. Pun kalau gasnya habis, ya lumpur berhenti,” kata Amien dikutip dari Tempo.

Amien melanjutkan, bahwa semburan lumpur Lapindo diawali dengan adanya kandungan gas yang berlimpah, yang terletak pada kedalaman antara 2 hingga 3 kilometer di bawah permukaan tanah.

Sehingga, diperkirakan gas tersebut masih akan aktif selama puluhan tahun. Namun, ada kemungkinan sumber gas itu akan habis atau berkurang seiring waktu.

“Sehingga tekanannya mengecil atau sudah menutup,” ujar Ketua Tim Khusus Pengkaji Sumur Gas Lapindo itu.

Baca Juga: Heboh Dua Polantas Dipecat Gegara Berhubungan Seksual Sesama Jenis

Meskipun asap masih keluar dari pusat semburan lumpur, yang mengindikasikan keberadaan gas, Amien berpendapat bahwa jumlah gas tersebut tidak cukup untuk mengangkat lumpur.

“Positifnya ya mungkin sudah selesai karena sumber tekanan dari bawah sudah habis, tinggal asapnya,” ujar dosen Teknik Geofisika ITS itu.

Selain itu, Amien juga mengungkapkan bahwa lumpur bisa diteliti jika semburannya telah berhenti total. Terlebih, lumpur itu berpotensi mengandung logam tanah jarang yang bisa menghasilkan produk baterai.

"Kalau lumpur berhenti total, bisa eksplorasi lebih jauh,” ucapnya. (C)

Penulis: Merdiyanto

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

TOPICS