Eksotisme Karamba Resto di Perairan Lande Buton Selatan
Tim Telisik, telisik indonesia
Rabu, 07 Januari 2026
0 dilihat
Gazebo Karamba Resto berjejer rapi di atas perairan teluk Lande, Buton Selatan. Foto: Majid
" Pondok kayu yang indah ini berdiri terapung, megah di atas perairan jernih Teluk Lande, tepatnya di Desa Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa "
KARAMBA Resto bukan sekadar tempat makan, melainkan sebuah destinasi petualangan wisata bahari yang berkesan di jantung Kabupaten Buton Selatan. Pondok kayu yang indah ini berdiri terapung, megah di atas perairan jernih Teluk Lande, tepatnya di Desa Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa. Destinasi unik ini diresmikan pada 2023, berkat inisiatif dan pendanaan bersumber dari dana desa, menjadikannya simbol keberdayaan masyarakat lokal.
Konsep diusung pengelola sangat kental mengadopsi semangat kemaritiman dan perikanan, mengingat lokasi ini dulunya spot andalan bagi penggemar mancing di Buton Selatan. Transformasi dari lokasi pancing jadi pusat wisata yang memikat berhasil menarik perhatian, kini Karamba Resto menawarkan pengalaman jauh melampaui sekadar menikmati hidangan laut.
Daya tarik utama Karamba Resto tak lain adalah keindahan alam bawah laut Teluk Lande yang memukau. Perairan di bawahnya dihiasi oleh pemandangan terumbu karang yang sehat dan memancarkan keanekaragaman hayati. Air lautnya yang jernih memungkinkan mata untuk melihat dengan jelas kehidupan bawah laut.
Keanekaragaman hayati yang kaya ini menjadikan Karamba Resto, surga bagi para pecinta aktivitas air. Pengunjung diajak untuk melakukan snorkeling dan diving guna menjelajahi lebih dalam dunia bawah laut yang menawan.
Untuk mengabadikan momen-momen istimewa di kedalaman, pengelola juga telah melengkapi fasilitas dengan penyewaan kamera underwater dan GoPro. Dengan demikian, setiap keindahan karang dan warna-warni ikan dapat dibawa pulang sebagai kenangan. Selain aktivitas snorkeling dan diving, Karamba Resto juga menawarkan atraksi yang lebih tradisional.
Aktivitas kano di sekitar area Karamba Resto Lande. Foto: Majid
Para pelancong yang ingin merasakan sensasi berburu laut dapat mencoba atraksi memanah ikan di perairan dangkal. Aktivitas ini dipandu langsung oleh warga setempat yang mayoritas memang berprofesi sebagai nelayan tradisional. Pengalaman ini menawarkan interaksi budaya yang otentik, mengajarkan teknik memanah ikan yang diwariskan turun-temurun.
Nuansa perikanan tidak berhenti pada atraksi; pengunjung juga diberi kesempatan untuk memancing sendiri ikan yang akan mereka santap. Inilah konsep dari laut langsung ke meja makan, yang menjamin kesegaran maksimal. Namun, bagi yang lebih suka bersantai, restoran karamba siap memanjakan lidah.
Restoran ini menyajikan berbagai olahan ikan segar yang diambil langsung dari area tambak, termasuk menu tradisional Buton yang sangat khas, yaitu ikan parende. Sensasi menyantap hasil laut segar dengan latar belakang pemandangan teluk yang menakjubkan adalah pengalaman kuliner yang tiada duanya.
Melengkapi nuansa budaya bahari, Karamba Resto juga menawarkan edukasi yang unik. Pengunjung dapat belajar menganyam alat tangkap ikan tradisional lokal, yang dikenal sebagai Bubu, terbuat dari anyaman bambu. Ini adalah kegiatan yang menghubungkan wisatawan dengan kearifan lokal nelayan Buton Selatan.
Karamba Resto ramai dipadati pengunjung pada momen weekend. Foto: Majid
Petualangan di Teluk Lande semakin lengkap dengan adanya tur keliling menggunakan perahu katinting milik nelayan setempat. Selama perjalanan menelusuri teluk, pengunjung disuguhkan panorama tebing-tebing batu kapur yang menjulang tinggi, berpadu kontras dengan permukiman padat nelayan yang hidup harmonis dengan laut.
Bagi pencari pengalaman yang lebih menantang dan unik, pengelola juga menawarkan aktivitas menyuluh di malam hari. Aktivitas ini bertujuan untuk berburu hasil laut seperti kepiting, gurita, ikan karang, kerang, siput laut, dan landak laut. Namun, aktivitas ini sangat bergantung dan disesuaikan dengan pergerakan pasang surut air laut, menambah unsur petualangan.
Untuk kenyamanan pengunjung, Karamba Resto juga menyediakan berbagai fasilitas penunjang modern, termasuk jasa penyewaan drone bagi mereka yang ingin menjelajahi dan mengabadikan keindahan area Teluk Lande dari udara. Pemandangan pondok apung di atas perairan jernih tentu menjadi sasaran utama foto udara.
Fasilitas jasa penyewaan tenda portable juga tersedia bagi pelancong yang ingin merasakan sensasi berkemah dengan view laut yang spektakuler. Karamba Resto memang telah dikenal sebagai salah satu spot terbaik untuk berswafoto, baik di daratan pondok, di bawah air, maupun dari ketinggian.
Daya tarik Karamba Resto telah menembus batas geografis, terbukti dengan tingginya minat wisatawan domestik maupun mancanegara, bahkan dari Korea Selatan, Cina, India, dan Swedia. Ini menunjukkan bahwa Buton Selatan memiliki potensi wisata bahari yang diakui secara internasional.
Keberadaannya juga diakui secara lokal, menempatkan Karamba Resto pada posisi kedua rekomendasi destinasi wisata di Buton Selatan, hanya setelah Waburi Park di Desa Gaya Baru. Prestasi ini semakin memicu semangat pengelola untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan.
Jejeran perahu yang digunakan sebagai moda transportasi menuju Karamba Resto. Foto: Majid
Pada periode Agustus 2025 destinasi wisata Karamba Resto menjadi salah satu tempat singgah bagi tamu para tamu mancanegara pada Festival Sail to Indonesia yang berlokasi di Teluk Lande. Kehadiran acara sail ini memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap kunjungan ke Karamba Resto, dan berhasil membuka mata wisatawan lokal bahwa destinasi wisata Indonesia tidak hanya Bali.
Dampak dari sail juga membuka cara berpikir pengelola mengenai konsep pariwisata yang tidak harus mahal, melainkan tentang seberapa puas dan menyenangkannya pengalaman yang didapatkan wisatawan. Dampak kunjungan dari acara ini tercatat luar biasa berpengaruh.
Setelah acara sail, tercatat adanya kunjungan dari empat kelompok wisatawan Polandia yang datang melalui rute wisata yang dibuka oleh para pemandu (guide). Rute ini menunjukkan adanya kolaborasi yang penting, dimulai dari Baubau dan diakhiri dengan penutupan di Karamba Resto.
Kolaborasi pariwisata ini, yang mencakup kunjungan ke Waburi untuk menikmati sunset dan ke Pantai Lasoka. Peran guide kini menjadi sangat sentral dalam mempromosikan pariwisata. Pengembangan Karamba Resto juga didukung penuh oleh tren media sosial dan kebutuhan digitalisasi desa. Peran media sosial sangat penting untuk promosi dan berharap tidak selalu bergantung pada anggaran dana desa, melainkan menyiapkan teknologi untuk mandiri.
Ditargetkan Karamba Resto dapat mencapai kemandirian pada 2026 dan tidak lagi disuntik dana dari BUMDes atau OPD terkait. Acara sail yang lalu diharapkan menjadi pembuka jalan untuk menunjukkan potensi pariwisata agar para investor mulai berdatangan.
Direncanakan ada dua item pembangunan utama yakni bangunan induk dan jembatan apung pada awal 2026. Bangunan induk yang baru akan mencakup area khusus makan untuk VIP dan memiliki dua dapur: dapur khusus yang disediakan untuk konten kreator yang ingin memasak dan merekamnya, serta dapur umum.
Sementara itu, jembatan apung akan memiliki panjang sekitar 40 meter. Jembatan apung ini dirancang untuk menghubungkan area karamba yang sekarang dengan tebing Liya Pimpi, yang dikenal sebagai tebing kapur dengan pemandangan terbaik untuk berswafoto. Akses ke tebing ini kelak dapat dicapai dengan berjalan kaki santai melalui jembatan apung tersebut.
Selain pembangunan fisik, program ketahanan pangan dan budidaya ikan juga menjadi fokus di tahun 2025. Saat ini, stok ikan untuk restoran masih sering kosong, sehingga pengelola berencana melakukan pengadaan bibit ikan sebelum akhir Desember 2025, yang akan dimobilisasi menggunakan kapal speed 15 PK yang disediakan oleh BUMDes.
Pengembangan Karamba Resto juga terhubung dengan destinasi wisata tersembunyi lainnya, seperti Tanjung Laman Cariadi dan Pantai Lasoka, sebuah pantai berpasir putih yang indah dan privat, menjadikannya bagian dari satu rute wisata terusan dari Karamba. Keindahan Karamba Resto dan seluruh wilayah Buton Selatan siap menanti para pelancong dari seluruh dunia.
Akses menuju Karamba Resto sangat mudah, bahkan biaya masuknya terjangkau, yaitu lima belas ribu rupiah, yang sudah termasuk ongkos pulang pergi menggunakan perahu nelayan setempat. Lokasinya pun terkoneksi dengan destinasi wisata top lainnya di Buton Selatan seperti Pantai Lakadao dan Waburi Park. Untuk mencapai lokasi, terdapat dua jalur yang dapat ditempuh dari Baubau: melalui Baubau – Batauga – Sampolawa atau Baubau – Kaongkeongkea – Sampolawa. (*)