Akses Jalan Pelabuhan Rusak Paksa Ratusan Sopir Truk Kontainer di Kendari Menganggur

Gusti Kahar, telisik indonesia
Rabu, 07 Januari 2026
0 dilihat
Akses Jalan Pelabuhan Rusak Paksa Ratusan Sopir Truk Kontainer di Kendari Menganggur
Ratusan truk kontainer yang sedang terparkir di sepanjang jalan menuju pelabuhan bongkar muat petikemas (New Port) Bungkuto, akibat jalan rusak yang sedang diperbaiki, Rabu (7/1/2026). Foto: Gusti Kahar/Telisik

" Ratusan sopir truk kontainer di Kota Kendari dipaksa menganggur sementara akibat kerusakan akses jalan menuju pelabuhan bongkar muat peti kemas (New Port) di Kelurahan Bungkutoko, Kecamatan Abeli "

KENDARI, TELISIK.ID - Ratusan sopir truk kontainer di Kota Kendari dipaksa menganggur sementara akibat kerusakan akses jalan menuju pelabuhan bongkar muat peti kemas (New Port) di Kelurahan Bungkutoko, Kecamatan Abeli.

Koordinator Lapangan Aliansi Driver Sopir Truk, Alisman Iskandar, mengatakan bahwa para sopir sudah menganggur selama tiga hari.

Para sopir truk berhenti beroperasi karena kondisi jalan dari depan Pelabuhan Bungkutoko menuju terminal bongkar muat petikemas mengalami kerusakan parah dan tengah dalam proses perbaikan.

“Kami sudah tiga hari tidak beroperasi karena menunggu jalan ini diperbaiki,” ujar Alisman kepada telisik.id, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga: Dispenda Konawe Bantah Terima Pajak Rp 600 Juta Oknum Pengacara dari Sengketa Lahan

Akibat pemberhentian operasional sementara, para sopir truk kontainer mengalami kerugian ekonomi. Menurut Alisman, kerugian yang dialami masing-masing sopir berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 3 juta selama mogok kerja berlangsung.

“Kalau pendapatan (sopir) per hari ada yang sekitar Rp 500 ribu, bahkan sampai Rp 1 juta,” ungkapnya.

Alisman menjelaskan, muatan kontainer yang diangkut merupakan barang-barang distribusi kebutuhan sehari-hari. Komoditas tersebut dipasok ke sejumlah pusat perdagangan dan ritel di Kota Kendari.

“Barang-barang itu masuk ke toko-toko, seperti Indogrosir dan Alfamart,” tambahnya.

Untuk diketahui, mogok kerja ratusan truk kontainer di kawasan New Port Bungkutoko tidak hanya berdampak pada para sopir, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi daerah.

Terhambatnya aktivitas bongkar muat peti kemas menyebabkan distribusi logistik terganggu, khususnya untuk kebutuhan ritel dan bahan pokok yang masuk ke Kota Kendari.

Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu lama, menurut Alisman, keterlambatan distribusi dikhawatirkan memicu kelangkaan barang, kenaikan harga, serta menurunnya perputaran ekonomi lokal, mengingat pelabuhan merupakan salah satu simpul utama arus logistik di daerah.

Baca Juga: Pusat Layanan Autis Sulawesi Tenggara Sediakan Beragam Terapi Gratis

Berdasarkan pantauan telisik.id di lokasi, alat berat dan puluhan truk pengangkut material sedang beroperasi memperbaiki jalan rusak tersebut.

"Ini materi datang dari pihak Pemkot Kendari dan Pihak Pelindo," ujar salah satu sopir truk pengangkut material, Ronald, kepada telisik saat saat di temui di lokasi perbaikan.

"Targetnya hari ini, sore selesai," tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kota Kendari maupun pihak Pelindo terkait kondisi akses jalan dan dampak penghentian operasi para sopir. (B)

Penulis: Gusti Kahar

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga