Pengakuan Anggota DPRD Kendari Usai Disuntik Vaksin

Kardin

Reporter

Senin, 08 Maret 2021  /  7:04 pm

Ketua DPRD Kendari, Subhan saat pemeriksaan kesehatan sebelum disuntik vaksin. Foto: Kardin/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Vaksinasi COVID-19 tahap dua kali ini menyasar 35 Anggota DPRD Kota Kendari.

Satu persatu anggota dewan terlebih dahulu diperiksa kesehatannya sebelum disuntikan vaksin ke tubuh mereka.

Ketua DPRD Kota Kendari, Subhan mengaku khawatir sebelum disuntik vaksin. Namun katanya, kekhawatiran itu hilang setelah divaksin.

"Kalau vaksin di tahap awal ada sedikit kekhawatiran karena kabar yang beredar. Tapi kalau sekarang ini tidak ada lagi kekhawatiran," ujarnya usai di disuntik vaksin di RSUD Kota Kendari, Senin (8/3/2021).

Bahkan kata politisi PKS itu, saat ini banyak masyarakat yang ingin divaksinasi jika sudah diberi kesempatan.

Baca juga: Lantik Pj Bupati Konsel, Ali Mazi: Tugasnya Sangat Terbatas

"Masyarakat sekarang kalau ada kesempatan, mereka juga sudah ingin divaksin," bebernya.

Ia juga mengaku tak merasakan sesuatu usai disuntik vaksin. Olehnya Subhan berharap, kekebalan tubuh pasca divaksin dapat lebih meningkat.

"Saya tidak merasakan apa-apa. Tapi harapannya imun tubuh kita bisa lebih meningkat," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kendari, Rizki Brilian Pagala menuturkan, tak khawatir usai divaksinasi karena ia yakin kekebalan tubuh akan bertambah dari sebelumnya.

"Tidak ada kekhawatiran sama sekali. Justru ini supaya kekebalan tubuh kita semakin meningkat," jelasnya.

Baca juga: Besok, Gubernur Sultra Lantik Bupati Mubar dan Pj Bupati Konsel

Ia juga mengaku tak merasakan hal-hal negatif usai divaksin seperti diberitakan di berbagai media sosial belakangan ini.

"Jadi tidak seperti yang diberitakan negatif selama ini di Medsos. Yang kita rasakan itu tidak ada," ucapnya.

Direktur RSUD Kota Kendari, dr Sukirman memastikan sebanyak 35 anggota DPRD Kendari divaksin, hal itu dikarenakan sudah terjadwal.

"35 anggota dewan itu sudah terjadwal hari ini untuk divaksin," ucapnya.

Meski demikian, sebelum divaksin ada beberapa hal yang harus dilewati terlebih dahulu, termasuk diskrinning.

"Kan ada beberapa pemeriksaan yang harus dilewati. Kalau tidak lolos berarti tidak jadi divaksin," katanya. (A)

Reporter: Kardin

Editor: Fitrah Nugraha

TOPICS