Polda Sulawesi Tenggara Komit Ungkap Penembakan Nelayan, 7 Saksi Diperiksa Terkait Insiden Bom Ikan

Ahmad Jaelani

Reporter

Senin, 27 November 2023  /  2:10 pm

Kabid Propam, Kombes Pol Moch Shaleh (kiri), Kabid Humas, Kombes Pol Ferry Walintukan, (tengah) dan Dirpolair, Kombes Pol Faisal Florentinus (kanan) saat Konferensi pers di Balai Wartawan Polda Sulawesi Tenggara. Foto: Ahmad Jaelani/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Polda Sulawesi Tenggara tengah fokus mengungkap kasus penembakan nelayan di Perairan Pulau Cempedak, Konawe Selatan. Dua anggota Ditpolair, Bripka A dan Bripka RP, menjadi sorotan karena dugaan terlibat dalam insiden tersebut.

Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Tenggara sedang menggali fakta terkait kejadian tersebut. Dirpolair, Kombes Pol Faisal Florentinus, mengungkapkan bahwa saat ini sedang dilakukan pemeriksaan terhadap dua personel, serta telah ada 7 saksi yang diperiksa terkait insiden yang terjadi pada Jumat (24/11/2023).

Barang bukti yang disita pada saat kejadian menjadi fokus penyelidikan.

"Sudah kami sita pada saat kejadian, dan 7 saksi telah kami periksa," ungkap Kombes Pol Faisal Florentinus dalam konferensi pers di Balai Wartawan, Senin (27/11/2023).

Keterangan awal dari dua personel yang terlibat telah diperoleh, namun bukti-bukti masih terus dikumpulkan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mereka berpatroli setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan nelayan yang hendak menggunakan bahan peledak.

Baca Juga: Kronologis Penembakan di Kantor MUI hingga Dugaan Penyebab Pelaku Tewas

Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 02.15 Wita, ketika personel Ditpolair menghadang kapal nelayan di Perairan Cempedak. Dalam situasi yang memanas, Bripka A terdesak dan terpaksa menembak tiga nelayan yang melawan petugas sebagai tindakan pembelaan diri.

Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyatakan bahwa penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap fakta sebenarnya dalam insiden ini.

"Kami terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kejadian ini secara menyeluruh," katanya.

Kabid Propam Polda Sulawesi Tenggara, Kombes Pol Moch Shaleh, menjelaskan bahwa status hukum kedua anggota Polair yang terlibat sedang intensif diperiksa.

"Kami melakukan pemeriksaan secara intensif," ucapnya.

Dalam perkembangan terkini, sudah ada 9 orang yang diperiksa terkait insiden ini, termasuk 2 orang dari Ditpolair. Proses pemeriksaan masih berlanjut, dan kemungkinan jumlah yang diperiksa akan bertambah. Bidpropam menegaskan komitmennya dalam menegakkan hukum bagi personel yang melanggar aturan.

Baca Juga: Ratusan Mahasiswa UHO Kembali Geruduk Polda Sulawesi Tenggara, Buntut Penembakan Gas Air Mata di Wilayah Kampus

Kepala Desa Cempedak, Sapirudin, memberikan keterangan terkait kejadian tersebut. Empat korban hendak melaut sekitar 100 meter lepas pantai, saat tiba-tiba dihadang dan ditembaki oleh orang tidak dikenal pada pukul 02.00 Wita, Jumat (24/11/2023). Warga mendengar suara tembakan sebanyak 4 kali, dan 3 orang tidak dikenal dilihat menggunakan perahu, diduga sebagai pelaku penembakan.

“Warga dinyatakan tewas dan ditemukan di pantai oleh warga, sementara 3 lainnya masih dalam perahu dilarikan ke Puskesmas Langara di Wowonii," ungkap Sapirudin. Dua korban yang mengalami luka tembak parah dirujuk ke Rumah Sakit Santa Anna Kendari.

Penyelidikan terus berlanjut untuk menemukan kebenaran di balik insiden ini. Polda Sulawesi Tenggara menegaskan komitmen mereka dalam mengungkap kasus ini secara menyeluruh dan menindak tegas jika ada pelanggaran hukum. (A)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS