Tak Ada Makanan hingga Rumah Sakit Tidak Berfungsi, PBB Baru Tunjuk Koordinator Bantuan Kemanusiaan di Gaza

Nur Khumairah Sholeha Hasan

reporter

Rabu, 27 Desember 2023  /  10:03 pm

Kelaparan ekstrem hingga kematian sudah di depan mata bagi warga Gaza, namun PBB baru menunjuk Sigrid Kaag sebagai Koordinator Bantuan Kemanusiaan di Gaza 8 Januari 2024. Foto: Maroc24.com

GAZA, TELISIK.ID - Serangan membabi buta Israel membuat Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyerukan agar gencatan senjata di jalur Gaza, Palestina, segera dilakukan demi rasa kemanusiaan.

WHO menyebut kondisi kelaparan dan peningkatan penyakit menular di jalur Gaza sudah masuk kategori yang sangat parah. Selain kelaparan, warga di Gaza juga terancam sulitnya mendapatkan akses kesehatan, karena hampir seluruh layanan di rumah sakit berhenti beroperasi.

Bahkan banyak pasien harus menjalani operasi tanpa obat bius. Koordinator Tim Medis WHO, Sean Casey mengatakan di seluruh Gaza saat ini, kapasitas kesehatan hanya sekitar 20 persen dari kapasitas sekitar 80 hari yang lalu.

"Jadi, hampir semua tempat tidur rumah sakit, hampir semua layanan rumah sakit telah berhenti berfungsi, baik karena fasilitas itu sendiri telah terdampak, atau karena staf terpaksa mengungsi, atau karena kehabisan listrik, atau kehabisan persediaan medis dan atau staf tidak dapat mengaksesnya," ujar Casey dikutip dari Voaindonesia.com.

Baca Juga: Imbas Israel Serang Palestina, Houthi Yaman Ngamuk di Laut Merah

Ia berujar tak ada tempat yang benar-benar aman di Gaza. Ia berada di Pusat Operasi Kemanusiaan Gabungan PBB di Rafah. Di luar pintu gedung, 50 meter dari tempatnya duduk, ada sebuah kamp berisi ribuan orang yang telah menetap karena kehilangan tempat tinggal, atau melarikan diri dari aksi kekerasan.

"Masyarakat Gaza yang sudah cukup menderita, kini menghadapi kematian akibat kelaparan dan penyakit yang bisa dengan mudah diobati dengan sistem kesehatan yang berfungsi. Ini harus dihentikan. Makanan dan bantuan lainnya harus mengalir dalam jumlah yang jauh lebih besar," ungkap WHO.

WHO telah merilis data yang mencatat Gaza berada di tingkat kerawanan pangan yang sangat parah dengan risiko kelaparan yang meningkat setiap harinya.

"Sebanyak 93 persen penduduk Gaza menghadapi krisis kelaparan yang belum pernah terjadi sebelumnya, kekurangan pangan, dan tingginya tingkat malnutrisi," kata mereka dilansir dari Cnnindonesia.com.

WHO mengatakan, setidaknya 1 dari 4 rumah tangga menghadapi kondisi yang pantas dianggap sebagai bencana. Mereka mengalami kekurangan pangan dan kelaparan ekstrem, serta terpaksa menjual harta benda mereka demi membeli makanan sederhana.

"Kelaparan, kemiskinan dan kematian terlihat jelas," lanjut WHO.

Sementara itu, PBB baru menunjuk Koordinator Bantuan Kemanusiaan di Gaza setelah 82 hari berperang melawan hamas yang pecah sejak 7 Oktober lalu. Sigrid Kaag, ditunjuk menjadi koordinator senior kemanusiaan dan rekonstruksi di Gaza mulai 8 Januari 2024.

Baca Juga: Tak Ada Perayaan Natal Gegara Israel Bombardir Palestina, Warga Gaza: Natal yang Memilukan

“Dalam peran ini dia akan memfasilitasi, mengoordinasikan, memantau dan memverifikasi pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza,” demikian keterangan PBB, dilansir Sindonews.com.

Dia juga akan membentuk “mekanisme” untuk mempercepat bantuan ke Gaza melalui negara-negara yang tidak terlibat konflik.

Resolusi ini menyerukan “langkah-langkah mendesak untuk segera memungkinkan akses kemanusiaan yang aman, tanpa hambatan, dan memperluas akses kemanusiaan serta menciptakan kondisi untuk penghentian permusuhan yang berkelanjutan.”

Di tengah kemarahan global atas meningkatnya jumlah korban tewas dan memburuknya krisis kemanusiaan di wilayah kantong Palestina, AS abstain untuk mengizinkan dewan beranggotakan 15 negara itu mengadopsi resolusi yang dirancang oleh Uni Emirat Arab. Kini, jumlah korban tewas di Gaza kian bertambah, sebanyak 21.110 orang tewas dan 55.243 luka-luka. (C)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS