10 Tahun Menjadi Wakil Rakyat, La Ode Ashar Optimis Kembali Rebut Satu Kursi DPRD Kota Kendari

Nur Aziza, telisik indonesia
Minggu, 07 Januari 2024
0 dilihat
10 Tahun Menjadi Wakil Rakyat, La Ode Ashar Optimis Kembali Rebut Satu Kursi DPRD Kota Kendari
La Ode Ashar, anggota DPRD Kota Kendari 2 periode, dan kini berjuang untuk kembali mempertahankan kursinya melalui Partai Golkar. Foto: Ist.

" La Ode Ashar terjun di dunia politik sejak tahun 2003. Pada saat itu Ia dan beberapa rekannya membangun partai politik. Namun karena satu dan lain hal, Ia tidak ikut dalam pencalegan pada tahun 2004 "

KENDARI, TELISIK.ID - Tahun 2024 adalah tahun yang ditunggu-tunggu oleh setiap caleg, karena tahun ini menjadi tahun penentu dalam memperebutkan kursi legislatif.

Pertarungan sengit pemilu tahun ini bakal diikuti oleh berbagai tokoh politik, salah satunya La Ode Ashar. Nama La Ode Ashar sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat Kota Kendari, karena ia telah duduk sebagai wakil rakyat selama 10 tahun atau 2 periode. Dan tahun ini Ia akan kembali bertarung untuk mempertahankan kursinya.

La Ode Ashar terjun di dunia politik sejak tahun 2003. Pada saat itu Ia dan beberapa rekannya membangun partai politik. Namun karena satu dan lain hal, Ia tidak ikut dalam pencalegan pada tahun 2004. Pada tahun 2009, Ia tergabung di Partai PKPI. Partai kecil menurutnya. Lalu mencoba mencalonkan diri sebagai anggota legistlatif, namun hasilnya nihil.

Belajar dari pengalaman itu, Ashar memilih pindah partai, dan bergabung di Partai Golkar. Dan benar saja, setelah bergabung di Partai Golkar, pada tahun 2014 Ia berhasil terpilih menjadi anggota DPRD Kota Kendari.

Baca Juga: Bawaslu Protes KPU Batasi Akses Pengawasan Debat, Polisi Tutup 10 Pintu Masuk ke GBK

Politisi kelahiran Kendari, 16 Agustus 1972 ini kembali mencalonkan diri sebagai anggota legislatif Kota Kendari pada pemilu 2024. Ia masih mempertahankan posisi ini karena persiapannya untuk naik tingkat ke DPRD provinsi belum cukup matang.

“Alasan saya masih bertahan di tingkat kota karena saya harus mengukur kemampuan pribadi dulu. Jikalau saya mau naik ke tingkat provinsi, itu membutuhkan persiapan yang jauh lebih besar ketimbang di kota. Dan kalau saya naik di provinsi, tentunya ruang dan waktu itu sudah pasti ada perbedaan dibanding di kota,” jelas Ashar, Sabtu (6/1/2024).

Diketahui, untuk Pemilu 2024 ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari menetapkan jumlah daerah pemilihan (dapil) dan jumlah kursi DPRD Kota Kendari masih sama dengan Pemilu 2019 lalu, dengan jumlah 5 dapil serta 35 kursi.

Dapil Kota Kendari 1 terdiri dari Kecamatan Mandonga-Puuwatu, Kota Kendari 2 yaitu Kecamatan Kendari-Kendari Barat, Dapil Kota Kendari 3 yaitu Kecamatan Poasia, Abeli dan Nambo, Dapil Kota Kendari 4 yaitu Kecamatan Baruga dan Kambu, dan Dapil Kota Kendari 5 meliputi Kecamatan Wua-Wua dan Kadia.

Namun jika dilihat dari jumlah kursinya, La Ode Ashar mengatakan bahwa KPU bermain curang sebab kursi untuk Dapil Kendari-Kendari Barat ditarik ke Dapil Kadia-Wuawua.

“Pemilu tahun 2014 lalu jumlah kursi Dapil Kendari-Kendari Barat ada 9, dan sekarang tinggal 7 kursi. Teman-teman KPU itu curang, karena kursi di Dapil Kendari-Kendari Barat ditarik ke Kadia-Wuawua, padahal wajib pilih untuk Kendari-Kendari Barat itu besar. Harusnya minimal 8 kursi,” tambahnya.

Selama 10 tahun menjadi anggota DPRD Kota Kendari, La Ode Ashar sudah banyak melakukan kerja nyata untuk konstituennya. Di Kecamatan Kendari, ada karya fenomenal yang dibiayai secara pribadi yaitu listrik gratis dan sudah berjalan beberapa tahun belakangan hingga saat ini.

Salah seorang warga Kelurahan Manggadua, Serli, menyatakan bahwa La Ode Ashar selama menjabat sebagai wakil rakyat, sudah banyak pembangunan yang ia lakukan, salah satunya adalah listrik gratis.

"Saya salah satu warga yang mendapatkan listrik gratis, walaupun belum lama ini saya dapatkan, tapi memang jauh sebelum mendekati pemilu sudah banyak yang mendapatkan manfaat listrik gratis, khususnya warga Kelurahan Mangga Dua," kata Serli.

Tidak hanya itu, La Ode Ashar juga sering mengunjungi konstituen di dapilnya untuk mendengarkan harapan dan keinginan mereka. Karena di momen itu, masyarakat punya kesempatan untuk mengajukan beberapa program pembangunan yang betul-betul dibutuhkan.

La Ode Ashar juga mengungkapkan, sejauh ini persiapannya cukup matang dan Ia optimis dirinya layak untuk duduk kembali di kursi DPRD Kota Kendari, karena sejauh ini rekam jejaknya di masyarakat sudah cukup baik.

Baca Juga: Isu Miring Soal Netralitas KPU dan Bawaslu, Begini Tanggapan Parpol di Sulawesi Tenggara

“Saya sangat yakin saya layak duduk di kursi DPRD Kota Kendari karena banyak program yang sudah terlaksana. Intensitas komunikasi dengan masyarakat juga sangat baik, jadi tidak hanya tahun pemilu atau dekat-dekat pemilu baru saya turun, tapi jauh sebelum itu saya sudah sering kunjungi masyarakat,” tuturnya.

Nuhung Samalia yang merupakan warga Kelurahan Kesilampe juga menjadi saksi atas kinerja La Ode Ashar selama menjadi wakil rakyat. Menurutnya, sosok seperti La Ode Ashar lah yang dibutuhkan oleh masyarakat, melihat dari jiwa kepemimpinan dan juga jiwa sosialnya.

"Berbicara kinerja, beliau itu sebenarnya kalau mau dijelaskan sudah tidak bisa lagi dijelaskan dengan kata-kata, karena sejauh ini sudah banyak karya yang ia hasilkan. Dan satu hal yang saya kagumi, beliau ini jiwa sosialnya tinggi sekali. Menariknya, pada tahun 2019, pada masa pemilu saat itu, beliau tahu kalau saya tidak berpihak ke dia, tapi dengan legowonya beliau masih membantu saya dan masyarakat lainnya," jelas Nuhung.

La Ode Ashar dikenal dengan mottonya "Niatku jadi anggota DPRD bukanlah sebatas wakil rakyat, tapi agar saya leluasa membantu masyarakat." Menurut masyarakat, motto itu sudah menjadi bukti nyata bahwa La Ode Ashar menjadi anggota legislatif agar bisa leluasa berbuat baik kepada masyarakat, bukan sekedar menjadi wakil rakyat. (A)

Penulis: Nur Aziza

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga