adplus-dvertising

1.000 Unit Rumah Bagi Korban Banjir NTT Target Selesai September 2021

Marwan Azis, telisik indonesia
Senin, 17 Mei 2021
1754 dilihat
1.000 Unit Rumah Bagi Korban Banjir NTT Target Selesai September 2021
Rumah instan sederhana sehat untuk warga korban gempa. Foto: Repro Kementerian PUPR

" Pendekatannya adalah build back better, tidak sekadar membangun dengan kerentanan yang sama terhadap bencana, tetapi membangun lebih baik dan lebih aman dari sebelumnya "

JAKARTA, TELISIK.ID - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), mulai membangun hunian tetap (huntap) untuk merelokasi masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sesuai dengan instruksi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), bantuan rumah tahan gempa dengan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dengan tipe 36 Tunggal, akan disalurkan di dua wilayah yakni, Kabupaten Lembata sebanyak 700 unit dan 300 unit di Kabupaten Flores Timur.

Pembangunan ini ditargetkan selesai akhir September 2021.


Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, rehabilitasi dan rekonstruksi pada wilayah terdampak bencana di NTT tidak hanya membangun kembali rumah yang rusak, tetapi sebagai upaya untuk membangun kembali permukiman baru yang tangguh terhadap bencana.

Baca Juga: Airlangga Klaim Ekonomi Sejumlah Provinsi Makin Membaik, Termasuk Sultra

“Pendekatannya adalah build back better, tidak sekadar membangun dengan kerentanan yang sama terhadap bencana, tetapi membangun lebih baik dan lebih aman dari sebelumnya,” ujar Basuki di Jakarta, Senin (17/5/2021).

Kata dia, pembangunan inovasi RISHA didasari oleh kebutuhan akan percepatan penyediaan perumahan yang layak huni bagi masyarakat terdampak bencana dengan mengedepankan kualitas bangunan sesuai dengan standar (SNI).

RISHA adalah teknologi konstruksi knock down yang dapat dibangun dengan waktu cepat, dengan menggunakan tiga jenis modul beton bertulang pada struktur utamanya.

Bantuan rumah RISHA di Kabupaten Lembata disalurkan di Desa Waisesa I dan Desa Getto dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp 85,5 miliar.

"Saat ini tengah dilakukan pematokan lahan, land clearing, dan pematangan lahan seluas 7,9 hektare untuk Waisesa I dan 6,04 hektare di Getto," ungkapnya.

Ia menuturkan, selagi menunggu material panel RISHA pada Minggu ke-3 bulan Mei tiba dari Makassar, Kementerian PUPR membangun empat unit mock up RISHA dengan progres pada pekerjaan struktur atap.

Baca Juga: DPR Soroti Pemberian Izin Masuk WNA China ke Indonesia

Selanjutnya, bantuan rumah RISHA di Flores Timur disalurkan di 3 titik Kecamatan Adonara, yakni di Desa Oyangbarang dengan luas lahan 1,2 hektare, Saosina 4,5 hektare, dan Nelelamadike 1,4 hektare.

Kebutuhan anggaran di 3 lokasi tersebut sebesar Rp 37,8 miliar. Saat ini sudah dilakukan pengiriman mock up 2 unit ke lokasi dan pembuatan fondasi.

Langkah selanjutnya setelah pembangunan fisik huntap rampung, adalah dimulainya proses penghunian yang akan diatur oleh masing-masing pemerintah daerah.

"Selain di Lembata dan Flores Timur, beberapa kabupaten terdampak bencana lainnya, sesuai dengan persetujuan Menteri PUPR juga akan segera dibangun huntap RISHA," pungkasnya. (C)

Reporter: Marwan Azis

Editor: Fitrah Nugraha

TAG:
Baca Juga