adplus-dvertising

24 Warga Buteng di Bombana Lalai dari Pantauan Satgas

Hir Abrianto, telisik indonesia
Sabtu, 06 Juni 2020
891 dilihat
24 Warga Buteng di Bombana Lalai dari Pantauan Satgas
Buruh bangunan asal Buton Tengah perlihatkan surat keterangan hasil rapid test. Foto: Hir Abrianto/Telisik

" Siapa saja masih diberlakukan karantina bagi yang datang dari daerah zona merah yang dimonitoring oleh Satgas setempat setiap saat. "

BOMBANA, TELISIK.ID - 24 Warga yang merupakan buruh bangunan dari Buton Tengah (Buteng) lalai dari pantauan Satgas Penanganan COVID-19 Bombana.

Sejak awal puluhan buruh tersebut tiba di Bombana Senin (1/6/2020) lalu, mereka tidak mengantongi surat perjalanan dari daerah asal serta surat keterangan berbadan sehat (SKBS).

Kedatangan mereka justru membuat Satgas Bombana tak berkutik, padahal berdasarkan hasil scanning thermo gun, salah satu di antara mereka memiliki suhu tubuh di atas 37 derajat.


Dalam penelusuran Telisik.id, sejak masuknya hingga saat Sabtu (6/6/2020) hari ini, puluhan buruh ini dipekerjakan pada proyek pembangunan gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Bombana di Kecamatan Rumbia.

Saat dikonfirmasi, Juru Bicara Satgas COVID-19 Bombana, Heryanto menuturkan, pemberlakuan masa karantina mandiri bagi warga yang berasal dari daerah zona merah tetap berlaku hingga saat ini. Bila yang tidak memiliki gejala maka akan dilakukan self monitoring selama dua pekan atau 14 hari dengan dipantau Satgas Kecamatan dan desa atau kelurahan.

Baca juga: Kampung Unik dengan Kebun Sayur di Tengah Kota

"Siapa saja masih diberlakukan karantina bagi yang datang dari daerah zona merah yang dimonitoring oleh Satgas setempat setiap saat," ujar Heryanto melalui sambungan telepon.

Sementara itu, perlakuan self monitoring terhadap 24 buruh dari Buteng diakui tidak dilakukan pihak Satgas Penanganan COVID-19.

Mewakili direktur perusahaan pembangunan perpustakaan, Muh. Yasir mengatakan, sejak kedatangan 24 tenaga buruh itu langsung dipekerjakan untuk mengejar ketertinggalan volume kerja akibat corona.

"Mereka ditempatkan di basecamp dan telah dirapid test hasilnya non reaktif semua," ujar Yasir.

Ditanya soal monitoring berkala oleh Tim Satgas, Yasir mengatakan bahwa hingga saat ini belum pernah ada petugas Satgas yang melakukan monitoring terhadap buruh tersebut.

"Kami diperlakukan berdasarkan protokol COVID hanya pertama tiba, tapi setelah itu tidak pernah lagi ada orang Satgas yang melakukan koordinasi kepada kami," lanjutnya.

Reporter: Hir Abrianto

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga