36 Pegawai Berebut Jadi Pejabat di Busel

Deni Djohan, telisik indonesia
Selasa, 03 Desember 2019
0 dilihat
36 Pegawai Berebut Jadi Pejabat di Busel
Suasana proses wawancara pansel dan salah satu peserta seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP). Foto: Deni/Telisi

" Jadi sesuai ketentuan itu, ketua pansel itu adalah sekda, sekretaris Kepala BKD, tokoh masyarakat dan pihak akademisi. "

BATAUGA-TELISIK.ID - Sebanyak 36 pegawai dilingkup Pemda Buton Selatan (Busel) mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup pemerintah daerah (Pemda) Busel, Selasa (3/12/2019).

Sekda Busel, Drs. La Siambo, mengatakan, proses seleksi terbuka  ini, telah sampai pada uji makalah dan wawancara kompetensi manajerial bidang atau teknis dan sosial kultural. Tahapan ini akan berlangsung selama dua hari.

Baca Juga: DPRD Sultra Hearing PT. VDNI dan PT. OSS

Menurut Sekda proses seleksi terbuka ini dilakukan sesuai dengan ketentuan undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang aparatur sipil negara (ASN), undang-undang nomor 23 tahun 2017 tentang kewenangan daerah serta PP nomor 11 tahun 2017 tentang manajemen ASN.

"Jadi sesuai ketentuan itu, ketua pansel itu adalah sekda, sekretaris Kepala BKD, tokoh masyarakat dan pihak akademisi," papar La Siambo saat ditemui di ruang rapat kantor Sekretariat Bupati Busel, Selasa (3/12/2019).

Ditempat yang sama, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Sumber Daya Manusia (BKD-SDM) Busel, La Ode Firman Hamzah merincikan, ke-enam OPD yang bakal diisi adalah Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Staf Ahli dan Dinas Kesehatan.

"Harusnya kegiatan ini berlangsung pada tanggal satu sampai dua Desember. Hanya jadwal ini bertabrakan dengan jadwal Buton Selatan Festival, makanya kami geser ditanggal tiga sampai empat," ungkap Firman.

36 peserta yang mengikuti seleksi yaitu, Dinas Kesehatan berjumlah empat orang, BPKAD empat orang, Dinas Penanaman Modal dan PTSP lima orang, Kominfo tujuh orang, Balitbang lima orang dan staf ahli sebelas orang.

Pada aspek penilaian, lanjutnya, pansel lebih menekankan pada penjenjangan, makalah dan wawancara pansel.

"Wawancara pansel ini nilainya 40 persen, penjenjangan 10 persen dan makalah juga 10 persen. Dalam wawancara ini memuat 3 kompetensi yakni, menejerial, bidang atau teknis dan Sosio kultural. Yang terakhir itu adalah asesmen yang nilainya 40 persen," paparnya.

Dijelaskan, setelah seluruh tahapan asesmen dan pemaparan makalah selesai, pansel kemudian mengumumkan tiga besar. Tiga besar ini yang kemudian dilaporkan ke Komisi ASN, agar mendapat rekomendasi meminta kepada Bupati menunjuk satu dari tiga nama tersebut.

"Harusnya pengumuman tiga besar tanggal lima ini. Hanya karena ada kegiatan itu makanya kita undur juga," pungkasnya.

Baca Juga: https://telisik.id/news/dprd-sultra-hearing-pt.-vdni-dan-pt.-oss

Amatan media ini, proses seleksi wawancara terus berlangsung hingga sore hari dan akan dilanjutkan Rabu (4/12/2019).

Komposisi pansel kali ini diambil dari dua kalangan akademisi, satu tokoh masyarakat dan dua dari pemerintah setempat. Kedua akademisi tersebut adalah, Prof. La Ode Turi dan Dr. La Bainudi. Sedang tokoh masyarakat, H. Ibrahim kemudian Kepala BKD-SDM Busel dan Sekda sebagai ketua pansel.

Reporter: Deni
Editor: Sumarlin

Baca Juga