5 Fokus Anggaran Pendidikan 2026 Rp 769 Triliun Selain MBG
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Senin, 06 Juli 2026
0 dilihat
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan anggaran pendidikan 2026 meningkat menjadi Rp769,1 triliun dengan sejumlah fokus prioritas. Foto: Instagram@menkeuri
" Anggaran pendidikan dalam APBN 2026 mencapai Rp 769,1 triliun dengan alokasi untuk berbagai program "

JAKARTA, TELISIK.ID - Anggaran pendidikan dalam APBN 2026 mencapai Rp 769,1 triliun dengan alokasi untuk berbagai program, mulai dari peningkatan mutu pendidikan, revitalisasi sekolah, hingga penguatan beasiswa LPDP.
Pemerintah meningkatkan anggaran pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 menjadi Rp 769,1 triliun. Kenaikan anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045 melalui berbagai program pendidikan yang telah disiapkan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan investasi pada sektor pendidikan tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam penyusunan APBN. Menurut dia, pembangunan sumber daya manusia menjadi faktor penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional pada masa mendatang.
"Investasi pada pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama APBN," kata Purbaya, dikutip dari siaran pers kuliah umum di Universitas Diponegoro, Senin (6/7/2026).
Anggaran pendidikan pada 2026 meningkat dibandingkan pagu anggaran pendidikan dalam APBN 2025 yang sebesar Rp 724,26 triliun. Tambahan anggaran tersebut akan digunakan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di berbagai daerah.
Baca Juga: Ini Daftar 5 Jenis Kendaraan 2026 Tak Perlu Bayar Pajak Tahunan
Selain mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah juga mengalokasikan anggaran pendidikan untuk berbagai program lainnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Fokus anggaran pendidikan 2026 meliputi:
1. Memperluas akses pendidikan.
2. Meningkatkan mutu pendidikan.
3. Revitalisasi sekolah.
4. Mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
5. Memperkuat pembiayaan beasiswa melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Pemerintah juga melakukan penajaman kebijakan beasiswa LPDP agar semakin selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional. Jika sebelumnya bersifat umum, kini beasiswa diprioritaskan pada bidang-bidang yang mendukung kebutuhan pembangunan dan industri strategis nasional.
Bidang prioritas tersebut mencakup science, technology, engineering, and mathematics (STEM), serta sektor pangan, energi, kesehatan, pertahanan, digitalisasi, kecerdasan artifisial, semikonduktor, hilirisasi, maritim, manufaktur dan material maju, serta kewirausahaan.
Baca Juga: Revisi RKAB 2026 Resmi Dimulai Juli, ESDM Belum Bagi Jatah Kuota Nikel dan Batu Bara
Purbaya mengatakan talenta merupakan inti transformasi ekonomi nasional. Karena itu, pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika perlu dipadukan dengan ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, serta ekonomi guna meningkatkan produktivitas, daya saing, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Pemerintah menargetkan Indonesia menjadi salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045 dengan produk domestik bruto (PDB) sekitar US$5 triliun dan pendapatan per kapita di atas US$15.000. Target tersebut diharapkan dapat dicapai melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
"Pembangunan ekonomi Indonesia memerlukan ekosistem industri yang menjadikan talenta sebagai inti pembangunan," tegas Purbaya. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS