AS Luncurkan Alat Pelacak PHK Akibat AI
Merdiyanto , telisik indonesia
Senin, 06 Juli 2026
0 dilihat
Pemerintah Amerika Serikat melalui inisiatif negara bagian California meluncurkan alat pelacak dampak Artificial Intelligence (AI). Foto: Repro Kompas
" Pemerintah Amerika Serikat melalui inisiatif negara bagian California meluncurkan alat pelacak dampak Artificial Intelligence (AI) terhadap lapangan kerja "

WASHINGTON, TELISIK.ID - Pemerintah Amerika Serikat melalui inisiatif negara bagian California meluncurkan alat pelacak dampak Artificial Intelligence (AI) terhadap lapangan kerja.
Alat ini disebut sebagai yang pertama di negara tersebut dan mampu memantau serta memprediksi gelombang PHK yang disebabkan oleh adopsi teknologi AI.
California AI-Unemployment Tracker, yang dikembangkan oleh California Policy Lab di UCLA bekerja sama dengan California Employment Development Department, menjadi early warning system bagi pemerintah dan masyarakat.
Dashboard publik ini menggabungkan data pengangguran, eksposur AI pada berbagai profesi, serta tren perekrutan untuk mendeteksi dini potensi kehilangan pekerjaan, dilansir dari gov.ca.gov, Minggu (5/7/2026)
Gubernur California Gavin Newsom menyatakan bahwa peluncuran alat ini merupakan bagian dari executive order tentang AI dan tenaga kerja.
Baca Juga: Daftar 89 Negara Bebas Visa Paspor Indonesia Terbaru Juli 2026, WNI Bisa Pakai 3 Skema
“Kita harus proaktif memahami bagaimana AI mengubah dunia kerja, sehingga kita bisa menyiapkan program pelatihan ulang (retraining), upskilling, dan dukungan bagi pekerja yang terdampak,” ujarnya.
Prediksi Pekerjaan yang Terancam
Menurut data awal dari tracker dan studi terkait, pekerjaan dengan risiko tinggi meliputi:
- Programmer dan developer software
- Customer service representative
- Analis keuangan
- Pekerjaan administratif dan data entry
- Beberapa peran di sektor bisnis, keuangan, serta engineering tertentu
Alat ini diperbarui setiap bulan dan memberikan indikator dini di mana intervensi diperlukan, seperti dukungan pencarian kerja atau bantuan kesehatan.
Di tingkat nasional, laporan menunjukkan puluhan ribu PHK di tahun 2026 telah dikaitkan dengan AI, terutama di sektor teknologi.
Baca Juga: Marak Kepala Daerah Terjaring OTT KPK Sepanjang 2026, Wamendagri: Jangan Kaitkan dengan Besaran Gaji
Meski demikian, para ahli menekankan bahwa AI juga menciptakan peluang baru. Perusahaan yang banyak berinvestasi di AI justru cenderung menambah karyawan secara keseluruhan, terutama di posisi yang membutuhkan keterampilan tinggi.
Peluncuran alat ini disambut baik oleh kalangan pekerja dan pembuat kebijakan, di tengah kekhawatiran global tentang dampak AI terhadap pasar tenaga kerja.
Pemerintah federal AS disebut-sebut dapat mengadopsi model serupa untuk skala nasional guna mengantisipasi transformasi besar-besaran di dunia kerja. (C)
Penulis: Merdiyanto
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS