5.000 Anak Menjadi Yatim Piatu karena Orang Tua Meninggal Akibat COVID-19
Try Wahyudi Ary Setyawan, telisik indonesia
Selasa, 17 Agustus 2021
0 dilihat
Anggota Komisi E DPRD Jatim, Hartoyo . Foto: Yudhie/Telisik
" Gubernur Khofifah bisa mengumpulkan seluruh kepala daerah di Jatim untuk mendata jumlah riil setiap anak yang orang tuanya meninggal dunia akibat COVID-19 "
SURABAYA, TELISIK.ID - Tingginya angka kematian akibat COVID-19 di Jatim mengundang perhatian DPRD Jatim. Karena kematian akibat virus Corona telah menyebabkan 5.000 anak menjadi yatim piatu.
“Saya berharap khususnya di Jatim diberi perhatian khusus salah satunya pemenuhan pendidikan anak-anak itu agar diprioritaskan. Salah satunya diberikan pendidikan gratis untuk mereka. Ada kegiatan mitra keluarga untuk diprioritaskan anggarannya bagi anak-anak yang orang tuanya meninggal dunia akibat COVID-19,” jelas anggota Komisi E DPRD Jatim, Hartoyo saat ditemui di Surabaya, Rabu (17/8/2021).
Politisi Partai Demokrat ini mengatakan, Gubernur Khofifah bisa mengumpulkan seluruh kepala daerah di Jatim untuk mendata jumlah riil setiap anak yang orang tuanya meninggal dunia akibat COVID-19.
Baca Juga: HUT ke-76 RI, Provinsi NTT Klaim Sukses di Bidang Ini
Baca Juga: Pemerintah Resmi Umumkan PPKM Diperpanjang 23 Agustus 2021
“ Negara tidak boleh tinggal diam untuk menjamin masa depan anak. Pendidikan tidak boleh berhenti. Oleh sebab itu, gubernur bersama kepala daerah se-Jatim harus mendatanya dan memperioritaskan mendapatkan pendidikan gratis,” tandas pria asli Surabaya ini.
Lebih dari 5.000 anak di Jatim menjadi yatim piatu karena orang tuanya meninggal dunia akibat COVID-19. Data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Jatim mencatat sebanyak 5.733 anak di Jatim menjadi yatim piatu karena orang tuanya meninggal akibat COVID-19. (C)
Reporter: Try Wahyudi Ari Setyawan
Editor: Haerani Hambali