7 Alasan IPK Tinggi dan Cumlaude Belum Tentu Sukses di Dunia Kerja

Nur Khumairah Sholeha Hasan, telisik indonesia
Sabtu, 27 Agustus 2022
0 dilihat
7 Alasan IPK Tinggi dan Cumlaude Belum Tentu Sukses di Dunia Kerja
Meraih IPK tinggi ataupun cumlaude tentu suatu kebanggaan tersendiri, tapi perlu diingat jika hal tersebut tak menjamin kamu sukses di dunia kerja. Foto: Repro hipwee.com

" Tidak ada korelasi yang pasti antara kesuksesan dan gelar tinggi dengan kesuksesan meniti karier di dunia kerja "

KENDARI, TELISIK.ID - Meraih IPK tertinggi ataupun predikat cumlaude ketika lulus kuliah merupakan suatu kebanggaan bagi sebagian besar orang. Hal tersebut menunjukkan bahwa kamu mampu memahami segala pembelajaran yang diberikan selama kuliah dengan sangat baik.

Namun, ketika lulus kuliah, kamu akan di hadapkan pada dunia kerja. Lingkungan tempat kerja pun terkadang sangat berbeda jika dibandingkan dengan saat kuliah.

Sayangnya, tidak ada korelasi yang pasti antara kesuksesan dan gelar tinggi atau kuliah yang menjanjikan kamu bisa sukses saat meniti karier di dunia kerja.

Berikut ini beberapa alasan IPK tinggi dan cumlaude belum tentu sukses di dunia kerja, dilansir dari idntimes.com dan kompasiana.com, yaitu:

1. IPK belum tentu skill

Faktanya hanya sekitar 10% sampai 20% akademik yang terpakai di tempat kerja. Akademik secara garis besar meliputi 4 hal yakni baca tulis hitung hafal, namun yang menjadi titik lemahnya adalah saat di perguruan tinggi kebanyakan tidak diajari bagaimana cara mempraktekkannya atau mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. HR tau IPK yang bagus belum tentu memiliki skill yang bagus.

2. Minim pengalaman non akademik

Pengalaman sangat bisa membantu untuk IPK yang kecil maupun besar, contohnya adalah pengalaman berorganisasi dan magang. Dengan adanya pengalaman dalam berorganisasi, dapat menunjukkan kemampuan seseorang bekerja dalam sebuah tim dan juga sistem. Karena suatu perusahaan atau intensif pasti mencari seseorang yang dapat mengikuti sistem dari perusahaan mereka.

3. Tidak mampu berkomunikasi verbal dan tekstual dengan baik  

Ketika kuliah, kita akan mempelajari segala hal mengenai suatu bidang dengan sangat mendalam. Namun, belajar secara akademik saja gak cukup buat bisa sukses dalam dunia kerja.

Baca Juga: Ini Tanda Seseorang Memiliki Sifat Narsisme Seksual, Kamu Termasuk?

Kamu harus bisa melakukan komunikasi, baik verbal maupun tekstual dengan sangat baik. Dilansir Forbes, Natalia Peart menyebutkan bahwa memiliki kemampuan komunikasi verbal akan sangat membantu kamu dalam menyampaikan suatu ide atau gagasan mengenai produk atau pelayanan yang hendak dibuat dengan cara baik.

Kemudian, kemampuan berkomunikasi secara tekstual dibutuhkan ketika kamu hendak mengirimkan email profesional kepada klien. Predikat cumlaude yang kamu miliki gak akan berguna, jika kamu gak bisa berkomunikasi dengan baik untuk keperluan pekerjaan.

4. Tidak mampu bekerja sama tim

Agar bisa mendapatkan predikat cumlaude, kamu harus berusaha dengan cara belajar yang rajin dan giat. Namun terkadang, dalam prosesnya membuat kamu jarang punya waktu untuk bertemu dengan teman dan lebih fokus pada diri sendiri.

Hal tersebut akan memberikan pengaruh buruk jika diterapkan di dunia kerja. Dilansir The Balance Career, Alison Doyle menyebutkan bahwa untuk mencapai tujuan perusahaan dalam skala yang besar, kerja tim sangatlah dibutuhkan.

5. Minim network/relasi

Dengan network akan sangat membantu untuk mencari pekerjaan, karena bisa kerja dari orang dalam lebih mudah dibandingkan melamar secara formal dan itulah faktanya.

6. Tidak memiliki jiwa kepemimpinan

Meskipun di awal karier kamu gak akan langsung diberi wewenang jadi pemimpin, tetapi bukan berarti kamu gak harus punya jiwa kepemimpinan. Dikutip Forbes, Natalia Peart menyebutkan bahwa kamu harus bisa membangun motivasi diri sendiri dan orang sekitar untuk melakukan pekerjaan terbaiknya.

Baca Juga: Dijuluki Raja di Atas Raja, Pria Indonesia Ini Punya Mobil dan Musala Dilapisi Emas

Hal tersebut akan sangat dihargai karena kamu turut berperan dalam kesuksesan perusahaan. Salah satu cara untuk melatih jiwa kepemimpinan, yaitu dapat dimulai kepada diri sendiri untuk terus disiplin dan pantang menyerah.

7. Tidak punya interpersonal skill

Interpersonal skill adalah keterampilan seseorang dalam berinteraksi dengan orang sekitar. Skill ini merupakan gabungan dari kemampuan komunikasi dengan kerja tim. Alison Doyle mengemukakan bahwa banyak perusahaan yang menginginkan karyawannya agar bisa saling bertukar ide satu sama lain.

Dengan kemampuan interpersonal yang baik dan mengesankan akan membuka peluang untuk kamu bisa naik gaji. Untuk melatih skill ini, kamu bisa mengikuti organisasi yang ada di kampus dan membuat acara yang bisa diikuti oleh mahasiswa lainnya.

Berhasil meraih IPK tinggi dan predikat cumlaude bukanlah sesuatu yang buruk, namun hal tersebut tak menjamin kesuksesan seseorang. Selain harus memahami pembelajaran akademik dengan baik, ketika kuliah juga penting bagimu untuk mempelajari berbagai skill di atas serta meningkatkan keterampilan. (C)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Baca Juga