Profil Ahmad Baiquni, Hafidz 30 Juz dari Kendari jadi Delegasi Konferensi Internasional Santri di Tiga Negara ASEAN
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Sabtu, 14 Februari 2026
0 dilihat
Ahmad Baiquni, santri hafidz 30 juz asal Kendari, aktif membawa gagasan ekonomi syariah ke forum internasional. Foto: Ist
" Seorang santri muda asal Kendari menempuh perjalanan akademik lintas negara ASEAN "

KENDARI, TELISIK.ID - Seorang santri muda asal Kendari menempuh perjalanan akademik lintas negara ASEAN. Membawa riset ekonomi syariah dan memperluas jejaring pendidikan internasional bersama delegasi santri.
Langkah Ahmad Baiquni berangkat dari lingkungan pendidikan pesantren di Kendari menuju forum internasional yang mempertemukan peserta dari berbagai negara.
Namanya tercatat sebagai delegasi santri pada International Conference Santri Mendunia, sebuah konferensi yang dirancang untuk mempertemukan gagasan santri, mahasiswa, dan akademisi dalam lingkup global.
Ia mewakili Sulawesi Tenggara dalam program yang diselenggarakan Santri Mendunia bekerja sama dengan International Youth Connection. Forum tersebut menjadi ruang diskusi ilmiah untuk membahas penguatan ekonomi syariah, pendidikan, serta kerja sama lintas budaya di kawasan regional dan internasional.
Melalui keterangan tertulis yang diterima telisik.id, Sabtu (14/2/2025), ICSM Batch 4 berlangsung selama 10 sampai 15 Februari 2026 dengan rangkaian kegiatan di Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Baca Juga: Profil Jeri Yanto, Punya Semangat Besar dalam Perjalanan Karir Tes CPNS hingga 9 Kali, Kini Jabat Lurah di Kota Kendari
Tema besar yang diangkat menekankan kolaborasi santri dalam membangun ekosistem ekonomi syariah global, sekaligus memperluas peran generasi pesantren dalam percakapan akademik internasional.
Secara latar belakang, Ahmad Baiquni dikenal sebagai hafidz 30 juz. Ia menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Al Ikhlas Konawe dan Pondok Tahfidz Al Hudzaifiyyah Kolaka sebelum melanjutkan studi formal di Universitas Muhammadiyah Kendari.
Baca Juga: Profil Dr Ir Hariyati, ST MT: Mengabdi dengan Prinsip Bermanfaat untuk Banyak Orang
Perpaduan pendidikan agama dan perguruan tinggi membentuk fondasi akademik yang mendukung keterlibatannya dalam forum ilmiah.
Selama konferensi, ia mengikuti seminar internasional dan mempresentasikan paper ilmiah bersama peserta lain. Topik yang dibahas mencakup pengembangan ekonomi syariah, literasi pendidikan, hingga dinamika budaya dalam perspektif global.
Agenda kegiatan juga mencakup kunjungan akademik ke Nanyang Technological University. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mengenalkan peserta pada sistem pendidikan tinggi internasional, praktik riset, serta peluang kolaborasi lintas kampus yang dapat dijajaki setelah kegiatan berakhir. (D)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS