7 Posisi Bisa Berdoa dalam Salat

Haerani Hambali, telisik indonesia
Jumat, 05 Mei 2023
0 dilihat
7 Posisi Bisa Berdoa dalam Salat
Setelah tasyahud sebelum salam, adalah salah satu posisi dimana Rasulullah biasa berdoa di dalam salat. Foto: Repro Topbgt.id

" Berdasarkan hadis-hadis yang shahih, para ulama menyimpulkan bahwa ada tujuh posisi dalam salat yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa kepada Allah Azza wa Jalla "

KENDARI, TELISIK.ID - Berdasarkan hadis-hadis yang shahih, para ulama menyimpulkan bahwa ada tujuh posisi dalam salat yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa kepada Allah Azza wa Jalla.

Mengutip Umroh.com, ketika sedang salat maka sesungguhnya (saat itu) kita sedang bermunajat (berkomunikasi/ berbisik-bisik dengan Allah Azza wa Jalla.

Hal ini menunjukkan bahwa di antara saat yang paling tepat dan pantas bagi seorang hamba untuk menyampaikan permohonannya kepada Allah Azza wa Jalla adalah ketika dia sedang melaksanakan salat, karena pada waktu itu dia sedang bermunajat dan berkomunikasi dengan Allah Azza wa Jalla.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Adapun berdoa (yang langsung dilakukan) setelah salam dari salat, dengan menghadap kiblat atau para makmum (dalam salat berjamaah), maka ini sama sekali bukanlah termasuk sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan tidak pernah dinukil dari (hadis) Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, (baik) dengan sanad yang shahih ataupun hasan.

Baca Juga: Seks Tanpa Keluar Sperma Apa Harus Mandi Wajib? Begini Penjelasan Ulama

Dikutip dari Almanhaj.or.id, 7 posisi bisa berdoa dalam salat adalah:

1. Setelah takbiratul ihram dan sebelum mulai membaca surat Al Fatihah yang dinamakan dengan doa istiftah.

Dari Abu Hurairah berkata: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika memulai salatnya beliau diam sejenak, maka aku berkata: “Demi Allah wahai Rasulullah, apa yang anda baca pada saat anda diam antara takbir dan bacaan (Al Fatihah)? Beliau bersabda:

“Aku mengucapkan: “Ya Allah, jauhkanlah aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara ufuk timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau telah membersihkan pakaian putih dari noda. Ya Allah cucilah kesalahan-kesalahanku dengan es, air dan embun”. (HR. Bukhari: 711 dan Muslim: 598).

2. Dalam doa qunut salat witir sebelum ruku, setelah selesai membaca al-Fatihah dan surah Al-Qur’an. Dalilnya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud: 1425 dari Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma berkata:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengajarkan kepadaku beberapa kalimat yang saya baca pada saat qunut witir: “Ya Allah beri aku hidayah sehingga aku termasuk orang yang mendapat hidayah, beri aku keselamatan sehingga aku termasuk orang yang selamat, jadikanlah aku mencintai-Mu sehingga aku termasuk diantara orang-orang yang mencintai-Mu, berkahilah apa-apa yang Engkau berikan kepadaku, lindungilah aku dari takdir yang buruk, sungguh engkau lah yang menetapkan takdir dan tidak ada selain-Mu yang menetapkan takdir, karena orang yang Engkau cintai tak akan terhinakan, dan orang yang Engkau musuhi tidak akan mulia. Maha Suci dan Maha Tinggi Engkau Rabb kami” (HR. Dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Abu Daud, nomor: 1281).

3. Di waktu itidal setelah bangkit dari ruku. Dalilnya adalah hadis Abdullah bin Ubay telah menepati janji kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:

“Ya Allah, segala puji hanya bagi-Mu seluas langit dan seluas bumi dan seluas apa saja yang sesuai dengan kehendak-Mu setelahnya, Ya Allah sucikan diriku dengan es, embun dan air yang dingin, Ya Allah sucikan diriku dari dosa-dosa dan kesalahan sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran”. (HR. Muslim: 476).

4. Di waktu ruku sebagaimana yang disebutkan dalam hadis shahih riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:

“Maha suci Engkau Ya Allah, Tuhan kami dan dengan pujian kepada-Mu Ya Allah ampunilah diriku”. (HR. Bukhori: 761 dan Muslim: 484 dari hadis ‘Aisyah). Imam Bukhari telah memasukkan hadis ini di dalam kitab Shahihnya di dalam bab: “Bab Doa di Dalam Ruku’”.

5. Di waktu sujud (semua sujud dalam salat). Di waktu inilah yang paling sering Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memanjatkan doa dan memerintahkan untuk memperbanyak doa pada saat sujud.

6. Di waktu duduk di antara dua sujud, ini juga disebutkan dalam hadis yang shahih.

7. Sebelum salam (di akhir salat), setelah tasyahud dan shalawat. Inilah yang diperintahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadis shahih dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dan dari Fadhalah bin ‘Ubaid Radhiyallahu anhu.

Dan di antara tempat-tempat tersebut di atas, ada dua tempat yang diperintahkan dan dianjurkan secara khusus oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam untuk memperbanyak doa, yaitu di waktu sujud dan setelah tasyahud sebelum salam dari salat.

1. Di Waktu Sujud

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

"Sedekat-dekatnya seorang hamba dari Rabbnya adalah ketika dia sedang sujud, maka perbanyaklah doa (pada waktu itu)".

Dalam hadis lain dari ‘Abdullah bin Abbas Radhiyallahu anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

"Adapun (di waktu) sujud maka bersungguh-sungguhlah untuk berdoa pada-Nya, karena pantas untuk dikabulkan doamu (pada waktu itu)."

Kedua hadis ini menunjukkan keutamaan berdoa di waktu sujud sehingga Rasulullh Shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk memperbanyak doa pada saat sujud (setelah membaca zikir sujud), dan juga menunjukkan bahwa waktu sujud adalah saat yang dijanjikan pengabulan doa.

Oleh karena itulah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam paling sering dan paling banyak berdoa pada waktu sujud dalam salat Beliau.

Juga perlu diingatkan di sini, bahwa keutamaan yang disebutkan dalam hadis ini berlaku untuk semua sujud dalam salat dan tidak hanya untuk sujud terakhir saja, sebagaimana yang disangka dan dipraktikkan oleh sebagian dari kaum Muslimin.

2. Setelah Tasyahud Akhir (Sebelum Salam)

Dari Abu Umamah Radhiyallahu anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya:

"Doa apakah yang paling didengar (dikabulkan oleh Allâh Azza wa Jalla )? Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “(Doa) di tengah malam (akhir malam) dan di ujung (akhir) salat-salat (lima waktu) yang wajib."

Yang dimaksud akhir salat yang wajib dalam hadis ini adalah setelah tasyahud sebelum salam, sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Syaikh Muhammad bin Shaleh al-‘Utsaimin.

Dalam hadis shahih lainnya dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu, ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan bacaan tahiyyat dan tasyahud dalam salat kepada para sahabat Radhiyallahu anhum, di akhir hadis ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Baca Juga: Makna dan 10 Keutamaan Silaturahmi saat Lebaran

"Kemudian (orang yang sedang salat, setelah membaca tahiyat dan tasyahud) hendaknya dia memilih doa yang paling disukainya dan berdoa dengannya (ketika itu)."

Demikian juga dalam hadis lain dari Fadhalah bin ‘Ubaid Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

"Kemudian orang yang sedang salat hendaknya membaca shalawat atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu setelah itu berdoa sesuai dengan keinginannya.”

Kedua hadis ini menunjukkan perintah dan anjuran untuk memperbanyak doa setelah tasyahud sebelum salam. (C)

Penulis: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga