MBG Tetap Disalurkan Bulan Puasa, Begini 4 Skema dari BGN
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Minggu, 08 Februari 2026
0 dilihat
Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan selama Ramadan dengan empat skema penyaluran disesuaikan kebutuhan penerima. Foto: Repro Antara
" Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan selama Ramadan dengan penyesuaian distribusi "

JAKARTA, TELISIK.ID - Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan selama Ramadan dengan penyesuaian distribusi, Badan Gizi Nasional menyiapkan empat skema layanan bagi penerima manfaat selama bulan puasa ini.
Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG dipastikan tidak berhenti selama bulan Ramadan. Badan Gizi Nasional melakukan penyesuaian pola penyaluran agar layanan tetap menjangkau sasaran utama tanpa mengganggu aktivitas ibadah.
Penyesuaian dilakukan pada waktu distribusi, bentuk makanan, hingga pengaturan lokasi pelayanan.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa kebijakan tersebut disiapkan setelah mempertimbangkan kondisi mayoritas penerima manfaat yang menjalankan puasa. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan program menjadi prioritas pemerintah karena menyangkut kebutuhan gizi harian anak sekolah serta kelompok rentan lainnya di berbagai daerah.
"Untuk Ramadan, Makan Bergizi Gratis akan tetap berlanjut. Jadi, ada empat mekanisme yang akan kita kembangkan," ujar Dadan saat ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Minggu (8/2/2026).
Pernyataan itu menandai bahwa distribusi tidak dihentikan, melainkan disesuaikan dengan situasi lapangan.bPada wilayah yang mayoritas penduduknya berpuasa, makanan tetap dikirim ke sekolah.
Namun, menu disiapkan dalam bentuk makanan tahan lama sehingga bisa dibawa pulang oleh siswa. Pola ini dirancang agar anak tetap memperoleh asupan gizi saat waktu berbuka tanpa perlu makan di siang hari.
Baca Juga: Ribut Pegawai Dapur MBG Diangkat jadi PPPK 2026 Tak Sebanding Gaji Guru Honor, Begini Reaksi BGN
"Untuk anak sekolah di daerah yang mayoritas puasa, makanannya akan seperti biasa dikirim ke sekolah dalam bentuk makanan yang tahan dan bisa dibawa ke rumah untuk dikonsumsi pada saat buka," katanya.
Dengan mekanisme tersebut, distribusi logistik tetap berjalan normal meski jam konsumsi berubah.
Berbeda dengan daerah yang mayoritas tidak berpuasa, pelayanan MBG tetap berlangsung seperti biasa. Dapur penyedia makanan dan sekolah melaksanakan pembagian pada jam reguler tanpa perubahan jadwal. BGN menilai pendekatan ini lebih efektif karena mengikuti kondisi sosial dan kebiasaan setempat.
Sementara itu, ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita tetap menerima layanan sebagaimana hari biasa. Kelompok ini dinilai membutuhkan asupan rutin yang tidak dapat ditunda. Oleh sebab itu, distribusi gizi dilakukan dengan jadwal reguler melalui fasilitas kesehatan dan pos pelayanan terdekat.
Penyesuaian khusus juga diterapkan untuk pesantren. Karena dapur MBG berada dalam satu lingkungan dengan penerima manfaat, waktu penyajian digeser menjelang berbuka.
"Untuk pesantren, pelayanannya akan digeser ke saat buka. Jadi masaknya siang hari, dikonsumsi pada saat buka," ujar Dadan menjelaskan.
Selain pengaturan Ramadan, BGN juga menyiapkan integrasi layanan bagi lansia dan penyandang disabilitas bersama Kementerian Sosial. Mekanisme teknis masih dimatangkan, termasuk kemungkinan berbagi peran antarinstansi dalam penyediaan makanan rutin.
"Untuk makanan nanti kita lihat mekanismenya, apakah itu dari Kementerian Sosial atau dari Badan Gizi Nasional. Jadi mekanismenya sedang kita matangkan," katanya.
Empat skema penyaluran MBG selama Ramadan meliputi:
1. Pengiriman makanan tahan lama ke sekolah di wilayah mayoritas berpuasa untuk dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka.
Baca Juga: Pegawai Dapur MBG Terangkat PPPK 2026, Ini Rincian Gaji Sekali Cair dan Formasi Strategisnya
2. Pelayanan normal tanpa perubahan di daerah yang mayoritas tidak berpuasa.
3. Distribusi rutin bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita melalui fasilitas kesehatan.
4. Penyesuaian waktu pelayanan di pesantren dengan konsumsi saat berbuka puasa.
Dengan pengaturan tersebut, BGN menargetkan seluruh penerima manfaat tetap memperoleh akses makanan bergizi setiap hari. Penyaluran dilakukan mengikuti kebutuhan daerah masing-masing; sementara koordinasi dengan sekolah, pesantren, dan pemerintah daerah terus diperkuat selama bulan Ramadan berlangsung. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS