adplus-dvertising

Anak Susah Makan? Anda Bisa Coba 10 Cara Ini untuk Mengatasinya

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Senin, 26 Oktober 2020
1233 dilihat
Anak Susah Makan? Anda Bisa Coba 10 Cara Ini untuk Mengatasinya
Ilustrasi anak yang susah diajak makan. Foto: Shutterstock

" Meski anak susah makan ini kerap dihadapi orang tua, tapi jangan biarkan begitu saja. Sebab, Anda bisa cari tahu dulu sebenarnya apa penyebab anak susah makan serta cara menghadapinya yang tepat. "

KENDARI, TELISIK.ID - Anak adalah amanah yang diberikan oleh Allah SWT harus ditanggung oleh orang tua. Namun, salah satu tantangan yang harus dihadapi dalam mengurus anak adalah susah atau tidak mau makan.

Meski anak susah makan ini kerap dihadapi orang tua, tapi jangan biarkan begitu saja. Sebab, Anda bisa cari tahu dulu sebenarnya apa penyebab anak susah makan serta cara menghadapinya yang tepat.

Dilansir dari hellosehat.com, menolak makan sebenarnya merupakan fase normal yang akan dilalui setiap anak sekaligus Anda sebagai orangtua, tak terkecuali di masa perkembangan anak 9 tahun.


Berikut beberapa hal penyebab nafsu makan anak hilang sehingga susah makan:

1. Anak susah makan karena diare

Jika biasanya nafsu makan anak tergolong baik tapi tiba-tiba jadi susah makan bisa jadi ia mengalami infeksi virus atau bakteri.

Perhatikan apakah anak sering bolak-balik ke kamar mandi dan mengeluhkan sakit perut berulang kali.

Apabila anak mengalami kondisi tersebut, kemungkinan besar penyebab anak susah makan adalah diare, terutama apabila anak hobi jajan sembarangan.

2. Sembelit

Sembelit atau konstipasi adalah kondisi ketika proses buang air besar (BAB) anak tidak lancar seperti biasanya.

Sembelit berkebalikan dengan diare yang membuat pengidapnya bisa BAB dalam frekuensi yang sering.

Ketika anak mengalami sembelit, frekuensi buang air besarnya bisa sangat jarang. Bahkan, anak bisa hanya sekitar 3 kali dalam seminggu buang air besar.

Dalam kondisi ini, tidak menutup kemungkinan anak jadi lebih susah makan, bahkan enggan mencoba jenis makanan baru.

3. Eosinophilic esophagitis

Eosinophilic esophagitis adalah kondisi ketika sel darah putih (eosinofil) yang seharusnya bertugas menangkal alergi, justru menumpuk di kerongkongan (esofagus).

Hal ini bisa dipicu oleh respons terhadap agen penyebab alergi (alergen).

Kebanyakan anak yang memiliki esofagitis biasanya alergi terhadap beberapa jenis makanan atau hal lain, misalnya susu, kacang-kacangan, telur, serbuk bunga, dan lain sebagainya.

Esofagitis menimbulkan gejala berupa pembengkakan pada tenggorokan sehingga terasa sakit saat menelan makanan.

4. Intoleransi makanan

Intoleransi makanan adalah kondisi ketika tubuh tidak memiliki kemampuan untuk mencerna zat tertentu yang terkandung di dalam makanan atau minuman.

Penting untuk dipahami kalau kondisi ini berbeda dengan alergi makanan, yang disebabkan oleh reaksi sistem imun.

Ketidakmampuan tubuh dalam mencerna makanan inilah yang kemudian menimbulkan berbagai gejala. Meliputi sakit perut, mual, dan lainnya.

Inilah yang akhirnya membuat anak menolak bahkan tidak mau makan sama sekali. Berbagai makanan yang bisa mengakibatkan intoleransi meliputi laktosa, gandum, serta gluten.

5. Gangguan organ ginjal dan hati

Beragam penyakit yang memengaruhi fungsi organ ginjal, hati, maupun organ lainnya bisa mengakibatkan anak susah makan.

Konsultasikan dengan dokter guna mencari tahu penyebab pasti yang dialami si kecil.

Lantas, bagaimana cara mengatasi anak yang susah makan?

Pendekatan yang harus dilakukan untuk membantu mengatasi masalah anak tidak mau makan bisa berbeda-beda tergantung dari karakteristik anak tersebut.

Jika orangtua bisa bicara ke anak dengan nyaman, coba tanyakan apa masalah dan keluhan yang sedang mereka rasakan. Di sisi lain, perhatikan juga apa jenis makanan favorit dan makanan yang kurang disukai anak.

Saat anak susah makan, mungkin ia bosan dengan makanan harian, atau memang memiliki keluhan tersendiri.

Keluhan atau faktor tersebut yang membuatnya menjadi lebih susah untuk makan.

Secara umum, berikut tips yang bisa Anda lakukan untuk menangani anak yang susah makan:

1. Berikan makanan dalam porsi kecil tapi sering

Memberikan anak makanan dalam porsi besar saat dirinya sedang susah makan tentu membuat ia hanya bisa makan dalam porsi sedikit.

Bahkan, anak mungkin semakin susah makan karena enggan untuk menyentuh makanannya.

Ketimbang harus menyajikan makanan dalam porsi besar tapi tidak habis, cobalah porsi makan anak tidak berlebihan tapi cukup sering.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganjurkan untuk memberi jarak minimal tiga jam sebelum masuk ke waktu makan selanjutnya.

Dengan begitu, anak akan lebih merasakan kapan lapar dan kapan kenyang. Hal ini membuat porsi makannya lebih pas saat waktu makan tiba.

Jika diterapkan secara rutin, cara ini setidaknya dapat membantu mengatur jadwal makannya sehingga lama-kelamaan, masalah anak susah makan bisa teratasi dengan baik.

2. Buat waktu makan yang teratur bila anak susah makan

Sebaiknya, biasakan anak untuk makan tiga kali makanan utama dan dua kali makanan selingan di antara waktu makan utama.

Ini juga sekaligus mengajarkan anak tentang rutinitas. Dengan begitu, anak tahu apa yang harus dilakukannya pada waktu-waktu tertentu.

Melansir dari Mayo Clinic, Anda dianjurkan untuk memberi anak makan sesuai jadwal. Jika anak Anda terlalu lelah, mungkin ia akan memilih untuk tidur dan menolak makan.

Hal ini membuatnya jadi susah makan. Sebaiknya, berikan makanan kecil atau susu sebelum anak tidur siang.

Minta setiap orang yang ada di rumah atau yang mengasuh anak Anda mengikuti rutinitas Anda ini untuk diterapkan pada anak.

3. Sajikan makanan dengan tampilan yang menarik

Menyiasati sajian makanan juga bisa menjadi jalan tempuh sebagai cara mengatasi anak yang susah makan.

Jika selama ini Anda terbiasa dengan memberikan anak makan dengan tampilan biasa, kini coba cara lain untuk menyajikan makanan.

Sebagai contoh, berikan anak sepiring makanan dengan tampilan yang menarik dengan membentuk nasi menjadi berbentuk wajah, kemudian menggunakan sayur dan lauk sebagai pemanisnya.

Anda bisa membentuk sayur wortel menjadi sebuah mahkota, atau timun sebagai rumputnya.

Berkreasilah dengan cara Anda sendiri untuk menemukan variasi tampilan yang menarik di piring makan anak.

Cara ini juga bisa diterapkan bila anak sedang sakit dan tidak mau makan sama sekali.

4. Variasikan makanan dengan beragam rasa

Selain itu, saat menyajikan makanan selingan di siang dan sore hari, Anda bisa menawarkan rasa makanan yang gurih dan buah-buahan yang manis.

Terkadang, anak tidak mau makan karena bosan dengan rasa satu makanan yang itu-itu saja dan ingin mencoba rasa makanan lain yang baru.

Semakin banyak variasi makanan yang dimakan anak, tentu akan melengkapi nutrisi yang dibutuhkan anak.

Namun, jangan pernah menjanjikan makanan manis untuk anak sebagai hadiah.

Orangtua biasanya akan menawarkan makanan manis sebagai hadiah jika anak menghabiskan makanannya atau jika anak makan sayur.

Hal ini akan membuat ketertarikan anak dengan makanan lain selain makanan manis berkurang.

5. Variasikan dengan makanan favorit anak saat susah makan

Saat anak sedang sakit dan tidak mau makan, Anda bisa memancing nafsu makan anak dengan memberikan makanan-makanan kesukaannya.

Campurkan makanan favoritnya dengan jenis makanan lain agar asupan nutrisi anak lebih beragam.

6. Hindari memberikan minum saat makan

Banyak anak sering minum di tengah-tengah proses makannya dengan alasan seret atau haus. Padahal, kebanyakan minum justru dapat membuat perut anak kembung sehingga hanya makan sedikit.

Mulai sekarang, sebaiknya batasi jumlah air yang boleh anak minum selama makan sebagai cara mengatasi anak susah makan.

Jika ingin minum, berikan anak minum sebelum makan dan baru boleh minum kembali dalam jumlah banyak setelah makanannya habis.

7. Perkenalkan makanan baru secara perlahan

Kadang kala, kondisi anak susah makan dikarenakan ia belum terlalu terbiasa dengan makanan yang Anda sajikan.

Jika ingin memperkenalkan makanan baru coba lakukan secara bertahap. Perkenalkan dalam jumlah yang sedikit terlebih dahulu baru kemudian dilanjutkan ke porsi yang agak banyak setelah anak mulai terbiasa.

Langsung memberikan makanan baru dalam porsi banyak bisa membuat anak enggan memakannya, terlebih jika tidak suka dengan tampilan, tekstur, atau aromanya.

8. Libatkan anak dalam cara yang menarik

Berbagai kegiatan menarik yang berhubungan dengan makanan bisa menjadi ide bagus sebagai cara mengatasi masalah anak susah makan.

Sebagai contoh, Anda bisa mengajak anak bermain mainan anak perempuan seperti bermain masak-masakan atau mengajak anak untuk menyiapkan makan bersama.

Selain menyenangkan, cara-cara tersebut juga membantu Anda untuk memperkenalkan dunia makanan pada anak.

Ajak anak untuk membantu Anda belanja dan biarkan ia memilih makanan yang ia inginkan.

Setelah itu, Anda juga bisa mengajak anak untuk membantu menyiapkan makanan di meja makan.

Aktivitas seperti ini dapat membantu mendorong perkembangan positif dari perilaku makan anak.

Dengan cara ini, ia dapat mengetahui beragam jenis makanan dan dapat menemukan makanan baru baginya sehingga ia akan tertarik untuk mencobanya.

9. Buatlah waktu makan senyaman mungkin

Cara lain yang juga bisa Anda coba untuk mengatasi anak yang susah makan yakni mengundang beberapa temannya ke rumah untuk makan bersama.

Ini karena anak biasanya akan makan lebih banyak saat bersama dengan teman-temannya.

Biasanya, saat makan bersama teman, anak menjadi lebih bersemangat, apalagi jika teman bisa menghabiskan makanannya.

Hal ini merupakan salah satu cara jitu untuk mengatasi anak yang susah makan. Jauhkan anak dari televisi, hewan peliharaan, dan mainan saat makan agar ia lebih berkonsentrasi.

Selain itu, jangan marahi atau paksa anak pada saat makan karena bisa membuat nafsu makannya hilang.

Biarkan anak mengambil makanannya sendiri dengan tangannya jika ingin. Ini memberikannya kesempatan untuk belajar berbagai tekstur makanan.

Anak juga akan merasa lebih nyaman untuk makan sendiri dan ini merupakan suatu pembelajaran tanggung jawab pada anak.

10. Jadilah panutan yang baik untuk anak

Memberi contoh yang baik pada anak bisa menjadi salah satu cara mengatasi anak yang susah makan.

Anak merupakan peniru yang andal terhadap tindakan orang-orang di sekelilingnya.

Jadi, sebelum meminta anak untuk mencoba makanan baru atau menghabiskan makanan yang Anda sajikan, berikan contoh dulu.

Anda bisa mengajak si kecil duduk bersama di meja makan, kemudian berikan anak makanan yang sama dengan yang dimakan oleh anggota keluarga lainnya.

Jika di awal anak tampak ragu untuk mencicipi makanan tersebut, beri contoh dan katakan bahwa makanan tersebut tidak kalah lezat dengan makanan favoritnya.

Ada kalanya Anda atau pasangan mungkin sama-sama punya kebiasaan suka memilah-milah makanan atau tidak menyukai jenis makanan tertentu.

Dalam kondisi ini, tak heran jika nantinya anak juga akan meniru kebiasaan orangtua yang satu ini. Agar anak tidak susah makan makanan tertentu, hindari menunjukkan sikap tersebut di depan anak.

Cara lain yang bisa Anda coba untuk mengatasi anak yang susah makan adalah ceritakan ke anak tentang bagaimana Anda menikmati makanan tersebut.

Trik ini bisa memancing anak menjadi lebih tertarik untuk mencobanya. (C)

Reporter: Fitrah Nugraha

Editor: Kardin

TAG:
Artikel Terkait
Baca Juga