adplus-dvertising

Antisipasi Wabah PMK Meluas, Polda Jawa Timur Terjunkan Satgas Pangan

Try Wahyudi Ary Setyawan, telisik indonesia
Selasa, 10 Mei 2022
426 dilihat
Antisipasi Wabah PMK Meluas, Polda Jawa Timur Terjunkan Satgas Pangan
Satgas Pangan Polda Jawa Timur sedang menggelar koordinasi atasi PMK pada ternak. Foto: Ist.

" Polda Jatim menerjunkan tim di empat daerah yang saat ini terjadi pandemi PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) pada ternak "

SURABAYA, TELISIK.ID - Polda Jatim menerjunkan tim di empat daerah yang saat ini terjadi pandemi PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) terhadap ternak di wilayah tersebut.

“Kami sejak tanggal 6  Mei 2022 lalu hingga saat ini terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengambil langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya pandemi PMK ini,” ujar Dirkrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Farman di Surabaya, Selasa (10/5/2022).

Mantan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya ini mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan telegram ke seluruh jajaran Polres untuk mengantisipasi pandemi PMK di Jatim.


"Saya selaku Kasatgas Pangan sudah meneruskan ke jajaran untuk mengantisipasinya. Hingga saat ini sudah 4 daerah yang sudah terpapar antara lain Sidoarjo, Mojokerto, Gresik dan Lamongan,” jelasnya.

Baca Juga: HUT Sultra, Buton Akan Sambut Tapaktilas Oputa Yi Koo

Diterangkan oleh Farman, virus PMK ini kategori penyakit menular, namun tingkat kematiannya sangat rendah dan dapat disembuhkan dengan masa inkubasi 14 hari.

"Jika ternak sudah dinyatakan sembuh, maka tidak masalah untuk dipotong dan dikonsumsi. Alasannya, virus ini dalam PH tertentu tidak aktif dan akan mati pada suhu 60 derajat celcius,” jelasnya.

Kepada jajaran Polres, lanjut Farman, pihaknya sudah memberikan arahan melalui telegram beberapa langkah yang harus dilakukan sebagai antisipasi pandemi PMK.

Baca Juga: Bupati Muna Tidak Punya Kepentingan di Pergantian Ketua DPRD

Di antaranya memastikan ketersediaan obat-obatan, pembatasan lalu lintas hewan ternak menuju daerah wabah, melakukan vaksinasi hewan ternak yang sehat.

"Dan tentunya penguatan koordinasi dengan Pemprov atau dinas terkait termasuk dengan pemda yang ada di Jatim,” tutupnya. (C)

Reporter: Try Wahyudi Ari Setyawan

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga