Perpustakaan SMAN 11 Kendari Inovatif dan Berprestasi Nasional Jadi Episentrum Studi Percontohan Literasi Digital Sultra

Ana Pratiwi, telisik indonesia
Rabu, 08 Juli 2026
0 dilihat
Perpustakaan SMAN 11 Kendari Inovatif dan Berprestasi Nasional Jadi Episentrum Studi Percontohan Literasi Digital Sultra
Aktivitas di Perpustakaan SMAN 11 Kendari yang kini menjadi pusat studi percontohan di Sultra. Tampak fasilitas pojok digital, ornamen inovasi SAPULIDI serta area KIOS PHONE yang terintegrasi untuk mendukung ekosistem belajar modern bagi guru dan siswa. Foto: Ana Pratiwi/Telisik

" Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 11 Kendari sukses mengukuhkan posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan terdepan di Sulawesi Tenggara (Sultra) "

KENDARI, TELISIK.ID - Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 11 Kendari sukses mengukuhkan posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan terdepan di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Melalui pengelolaan perpustakaan sekolah yang revolusioner, sekolah yang akrab disapa Smabels ini berhasil menembus jajaran 8 besar dalam Lomba Perpustakaan Tingkat Nasional.

Berkat torehan gemilang tersebut, Badan Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) resmi menunjuk Perpustakaan SMAN 11 Kendari sebagai mentor sekaligus pusat studi percontohan bagi sekolah-sekolah lain di seluruh wilayah Sultra.

Capaian prestisius ini merupakan buah manis dari komitmen jangka panjang, manajemen yang adaptif, serta sinergi solid antara pimpinan sekolah, tim pengelola perpustakaan, guru, pengurus OSIS, hingga dinas terkait.

Kepala SMAN 11 Kendari, H. La Ode Jaiddin, menjelaskan bahwa pesatnya perkembangan perpustakaan sekolah berawal dari keberanian mereka bersaing di berbagai tingkatan kompetisi.

Rekam jejak dari tingkat kota, provinsi, hingga puncaknya di kancah nasional, menjadi katalisator bagi perpustakaan ini untuk terus bertransformasi.

Keterbukaan manajemen dalam menyerap masukan dari instansi vertikal turut mempercepat modernisasi fasilitas.

Baca Juga: Senat UHO Kendari Umumkan Jadwal Pelaksanaan Kembali Penyaringan Tiga Besar Calon Rektor

"Sesungguhnya perpustakaan ini dilirik oleh banyak sekolah, khususnya di Sulawesi Tenggara, karena sudah pernah mengikuti lomba tingkat kabupaten, provinsi, sampai tingkat nasional," terang Jaiddin pada telisik.id, Selasa (7/7/2026).

Perpustakaan SMAN 11 Kendari terus berkembang. Di samping itu, kata Jaiddin, banyak masukan dari pihak berkepentingan, misalnya dari pengelola perpustakaan wilayah dan perpustakaan modern yang selalu berkunjung ke sini.

"Kami selalu meminta pandangan mereka demi kemajuan ke depan," ujar Jaiddin.

Untuk menghidupkan fungsi perpustakaan secara nyata, Jaiddin menerapkan kebijakan wajib bagi seluruh tenaga pendidik agar memindahkan aktivitas belajar mengajar ke ruang perpustakaan secara berkala.

"Di sini saya wajibkan semua guru, minimal dalam satu minggu, membawa siswanya untuk belajar di sini. Selanjutnya, bagi guru-guru yang mendapat tugas di luar, jam pelajarannya selalu kami arahkan ke sini. Perpustakaan ini memang menarik, siswa senang sekali mencari buku pelajaran maupun buku referensi," tambahnya.

Kemudahan akses literatur di SMAN 11 Kendari juga dijamin melalui kerja sama dinamis. Dengan koleksi yang kini mencapai hampir 2.000 judul buku, sekolah rutin memperbarui bahan bacaan setiap bulan.

Hal tersebut dimungkinkan berkat adanya nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra.

Saat ini, di bawah bimbingan dan pendampingan langsung dari tim Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra, SMAN 11 Kendari berjuang dalam proses reakreditasi demi meningkatkan predikat mereka dari Akreditasi B menuju nilai amat baik (Akreditasi A).

Jaiddin menegaskan, tantangan dalam mempertahankan status sebagai sekolah percontohan diatasi melalui pembaruan berkala pada aspek tata ruang, penyusunan koleksi, hingga kualitas pelayanan prima bagi siswa, guru, dan tamu eksternal yang melakukan studi percontohan.

Jembatan keberhasilan operasional perpustakaan SMAN 11 Kendari tidak terlepas dari dedikasi Satriana, yang mengemban tugas tambahan sebagai Kepala Perpustakaan sejak tahun 2017.

Keunggulan tata kelola di Smabels terletak pada integrasi kepemimpinan, di mana Satriana juga aktif menjabat sebagai Ketua Literasi sekaligus Pembina OSIS.

Sinergi lintas lini inilah yang melahirkan lompatan besar, termasuk membawa perpustakaan ini menyabet predikat Juara 2 Lomba Perpustakaan tingkat Kota Kendari pada tahun 2019, meraih Akreditasi B pada 2020, hingga puncaknya menembus babak final 15 besar dan menduduki peringkat ke-8 tingkat nasional.

Senjata utama SMAN 11 Kendari di panggung nasional adalah inovasi orisinal yang diinisiasi langsung oleh Satriana bernama SAPULIDI (SmAbels PUnya LIterasi DIgital).

"SAPULIDI itu adalah akronim dari SmAbels PUnya LIterasi DIgital. Inovasi ini memanfaatkan kode QR (QR code/barcode) untuk mendapatkan literasi informasi dan literasi digital yang dimanfaatkan oleh guru-guru dan siswa dalam pembelajaran," jelas Satriana.

Pemanfaatan kode QR ini menjadi salah satu tantangan sekaligus keunggulan bagi SMAN 11 Kendari dalam memajukan literasi informasi digital.

"Alhamdulillah, pada lomba tingkat nasional tahun 2020, inovasi ini membawa kami menjadi finalis 15 besar se-Indonesia dan duduk di urutan delapan," ungkap Satriana.

Inovasi SAPULIDI diluncurkan tanggal 9 Januari 2020 oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sultra, yang kemudian melahirkan sistem turunan unik bernama KIOS PHONE atau KIOS PoHON Elektronik.

Jika dahulu istilah kios telepon identik dengan alat komunikasi berbayar, perpustakaan SMAN 11 Kendari menyulapnya menjadi sarana transaksi literasi nontunai.

Di Kios Phone, para siswa dapat memperoleh buku atau fasilitas perpustakaan bukan dengan uang, melainkan membayar menggunakan karya kreatif mereka sendiri, seperti menyetor pantun secara spontan atau menunjukkan karya tulis yang telah dibuat.

Konsistensi dalam melahirkan inovasi digital dan karya terbaik membawa reputasi perpustakaan ini meluas hingga tingkat regional.

Pengakuan tersebut dibuktikan dengan dipajangnya berbagai dokumentasi prestasi di media massa, penghargaan bagi Satriana sebagai salah satu perempuan inspiratif Sultra, penggerak literasi tingkat nasional, serta deretan medali sebagai penggerak puisi, syair, pantun, dan karmina tingkat ASEAN dari PERRUAS (Perkumpulan Rumah Seni Asnur).

Selain itu, SMAN 11 Kendari meraih Anugerah Pemenang Sepuluh Besar tingkat ASEAN selama tiga tahun berturut-turut.

Kompetensi SMAN 11 Kendari juga telah diakui secara nyata lewat keberhasilan tim perpustakaan sekolah dalam mendampingi sekolah mitra di Sultra, baik swasta maupun negeri, hingga sukses meraih predikat Akreditasi A.

Lebih dari sekadar tempat membaca, Perpustakaan SMAN 11 Kendari berhasil membangun ekosistem di mana siswa didorong untuk menjadi produsen karya.

Sejak tahun 2019, SMAN 11 Kendari aktif dalam Gerakan Literasi Nasional yang terafiliasi dengan program Nyalanesia, dengan Satriana bertindak sebagai sosialisator literasi nasionalnya. Hasilnya, lemari perpustakaan sekolah kini dipenuhi oleh ratusan buku murni hasil karya tulis para siswa.

Baca Juga: Pekerjaan Warga Terganggu Akibat Antrean Panjang BBM di Kendari

Hasil yang memukau tercatat dari dua alumni sekolah ini. Rahma Al Qarni L., alumni tahun 2022 jurusan FKIP Bahasa Indonesia, menerima beasiswa dari Kemendikbudristek RI tahun 2023.

Sementara itu, Muh. Al Iksan L, alumni tahun 2024 jurusan FMIPA Matematika, juga meraih Beasiswa Unggulan Kemendikdasmen RI tahun 2025 untuk kuliah berbekal prestasi literasi di masa sekolah.

Komitmen terhadap kearifan lokal Sultra juga diwujudkan melalui program KALOSARA (KArya LOkal SulAwesi TenggaRA). Lahir dari Festival Literasi Sultra tahun 2022 yang dikoordinatori oleh Satriana, program ini sukses menghimpun buku-buku hasil karya siswa dari hampir 200 sekolah dan mencetak 500 judul buku karya siswa-guru lintas jenjang (SD, SMP, SMA/SMK sederajat) di Sulawesi Tenggara.

Fasilitas program ini diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara dalam rapat koordinasi resmi di Hotel Claro Kendari pada tahun 2022 lalu.

Satriana menekankan bahwa seluruh pencapaian besar ini dapat terwujud berkat hilangnya ego sektoral dan hadirnya ruang berkreasi yang luas dari pimpinan sekolah.

"Insya Allah kami tidak punya tantangan yang menghambat, karena solusinya adalah kolaborasi. Kami terus meminta arahan dari pimpinan, serta memberikan wadah bagi guru-guru dan pengurus OSIS untuk tetap berkarya, menulis, dan berinovasi. Memberikan kesempatan kepada mereka dan adanya peluang dari Kepala Sekolah serta seluruh stakeholder memberikan kebersamaan dan karya nyata seperti sekarang ini," tegas Satriana.

SMAN 11 Kendari berkomitmen untuk terus berbenah dan melangkah lebih jauh. Pihak sekolah berharap bimbingan berkelanjutan dari Dinas Perpustakaan Modern, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, serta kerja tim yang solid dan saling memercayai akan terus memicu semangat para siswa untuk mengukir prestasi literasi di era digital. (B-Adv)

Penulis: Ana Pratiwi

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga