Kendari Jadi Panggung Dunia, UCLG ASPAC Soroti Pariwisata Berkelanjutan

Ana Pratiwi, telisik indonesia
Jumat, 08 Mei 2026
0 dilihat
Kendari Jadi Panggung Dunia, UCLG ASPAC Soroti Pariwisata Berkelanjutan
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, dan delegasi internasional menekan tombol pembukaan UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting and Asia-Pacific Forum 2026 di Kota Kendari, Jumat (8/5/2026). Foto: Website Kendari Kota

" Kota Kendari resmi membuka pelaksanaan UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting and Asia-Pacific Forum 2026 "

KENDARI, TELISIK.ID - Kota Kendari resmi membuka pelaksanaan UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting and Asia-Pacific Forum 2026, Jumat (8/5/2026).

Forum internasional yang dihadiri delegasi berbagai negara Asia Pasifik itu membahas penguatan kerja sama global dan pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis budaya serta lingkungan.

Pembukaan forum berlangsung meriah dengan penampilan tarian nusantara yang dibawakan penari lokal Kendari. Pertunjukan budaya tersebut mendapat perhatian para delegasi mancanegara yang hadir di Kota Lulo.

Baca Juga: Delegasi UCLG ASPAC 2026 Tanam Pohon di Kebun Raya Kendari, Gaungkan Komitmen Kota Hijau

Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Akhmad Wijayagus, menegaskan forum UCLG ASPAC bukan sekadar agenda seremonial kepala daerah, tetapi momentum memperkuat solidaritas internasional menghadapi tantangan pembangunan global.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua dan delegasi internasional meresmikan pembukaan UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting and Asia-Pacific Forum 2026 di Kendari, Jumat (8/5/2026), ditandai dengan penekanan tombol dan pelepasan konfeti. Foto: Website Kendari Kota

 

“Pertemuan ini adalah momentum yang sangat krusial untuk mempererat solidaritas internasional dalam menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Ia menyebut Indonesia memiliki posisi strategis sebagai negara maritim dengan lebih dari 17 ribu pulau dan kekayaan budaya yang menjadi modal besar pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Menurutnya, kekayaan budaya Indonesia harus menjadi bagian penting dalam pembangunan sektor pariwisata agar wisatawan tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi juga memahami kehidupan dan tradisi masyarakat lokal.

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua bersama jajaran pemerintah daerah dan delegasi internasional berfoto bersama usai pembukaan UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting and Asia-Pacific Forum 2026 di Kendari, Jumat (8/5/2026). Forum ini menghadirkan agenda kerja sama, investasi, budaya, dan promosi pariwisata berkelanjutan. Foto: Website Kendari Kota

 

Akhmad juga mengapresiasi Pemerintah Kota Kendari yang dinilai mampu menyelenggarakan forum internasional dengan melibatkan sumber daya lokal.

“Semua penarinya dari Kota Kendari dan penyelenggaraannya juga menggunakan kemampuan lokal. Ini membuktikan daerah mampu menjadi tuan rumah event internasional,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengatakan forum ini menjadi kesempatan penting memperkenalkan identitas Kota Kendari sekaligus membuka peluang kerja sama internasional.

“Hari ini kami tidak hanya membuka pintu kota kami, tetapi juga membuka hati kami. Kehadiran para delegasi adalah bentuk kepercayaan yang sangat berarti bagi Kota Kendari,” ujar Siska.

Sejumlah pejabat daerah dan delegasi mancanegara menghadiri pembukaan UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting and Asia-Pacific Forum 2026 di Kota Kendari. Forum internasional ini menjadi ajang memperkuat kerja sama antarwilayah di kawasan Asia Pasifik sekaligus mempromosikan potensi Sulawesi Tenggara. Foto: Website Kendari Kota

 

Ia menegaskan Kendari hadir dalam forum itu dengan semangat belajar dan membangun kolaborasi bersama kota-kota lain di kawasan Asia Pasifik.

Menurutnya, pariwisata berkelanjutan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga lingkungan dan budaya lokal tetap lestari.

Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Bernadia Irawati Tjandradewi, menilai pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan sektor pariwisata memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek lingkungan.

“Pemerintah daerah adalah ujung tombak dalam pengelolaan destinasi wisata, menjaga kebersihan, keamanan, dan memastikan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi,” katanya.

Vice Minister of Home Affair of the Republic of Indonesia, Akhmad Wiyagus saat memberi sambutan. Foto: Website Kendari Kota

 

Dalam forum tersebut, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, turut memperkenalkan potensi wisata dan budaya Sultra kepada delegasi internasional.

Sejumlah destinasi unggulan yang diperkenalkan di antaranya Pantai Nambo, Air Terjun Moramo, dan Pulau Labengki yang dikenal memiliki keindahan wisata bahari dan taman bawah laut.

Baca Juga: UCLG ASPAC Buka Peluang Kerja Sama Global, Xi'an Undang Pemkot Kendari ke Tiongkok

Hugua juga memperkenalkan budaya khas Pulau Muna melalui layang-layang tradisional Kaghati Kolope yang disebut sebagai salah satu layang-layang tertua di dunia.

“Kami berharap forum ini menjadi pintu bagi Sulawesi Tenggara untuk semakin dikenal dunia internasional,” ujarnya.

Pelaksanaan UCLG ASPAC di Kendari dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dengan agenda pertemuan eksekutif, forum investasi, kerja sama antarkota, festival budaya, hingga pameran UMKM lokal. (D-Adv)

Penulis: Ana Pratiwi

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga