BEM Universitas Muslim Buton Tolak Kenaikan Harga BBM dan Bersiap Demo di Pertamina

Zulkifli Herman Tumangka, telisik indonesia
Kamis, 11 Juni 2026
0 dilihat
BEM Universitas Muslim Buton Tolak Kenaikan Harga BBM dan Bersiap Demo di Pertamina
Presiden BEM Universitas Muslim Buton, Ihwal Andra Winata, menyampaikan sikap BEM UMU Buton terkait rencana aksi penolakan kenaikan harga BBM nonsubsidi. Foto: Ist.

" Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muslim Buton (UMU) menyatakan sikap menolak kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi "

BAUBAU, TELISIK.ID - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muslim Buton (UMU) menyatakan sikap menolak kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.

Sebagai bentuk protes, BEM UMU berencana menggelar aksi damai di area Pertamina, Jalan Betoambari, Kota Baubau.

Presiden BEM UMU Buton, Ihwal Andra Winata, menilai kebijakan kenaikan harga BBM tidak tepat diterapkan di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

Baca Juga: Program Emberisasi dan Maggot BSF PT Vale Tampil di Forum Lingkungan Internasional

"Ketika BBM naik, maka semua ikut naik. Harga kebutuhan pokok akan melonjak dan secara tidak langsung semakin menekan perekonomian masyarakat kecil. Yang paling terdampak juga adalah para pelajar dan mahasiswa perantauan. Pemerintah jangan terus membebani rakyat," ujar Ihwal, Kamis (11/6/2026).

Dalam pernyataannya, BEM UMU Buton menyampaikan dua tuntutan utama, yakni:

1. Mendesak pemerintah untuk segera mencabut keputusan kenaikan harga BBM.

2. Meminta Presiden mengurangi kunjungan ke luar negeri yang dinilai menyerap anggaran negara dan dapat dialokasikan untuk kepentingan masyarakat.

Ihwal mengatakan, pihaknya saat ini mengonsolidasikan massa untuk menyampaikan aspirasi tersebut secara terbuka.

Baca Juga: BNI Kembalikan Dana Nasabah KC Parigi Sulawesi Tengah dan Perkuat Keamanan Digital

Ia juga menegaskan bahwa apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons dalam waktu tujuh hari, BEM UMU siap menggelar aksi dengan skala yang lebih besar, termasuk melakukan demonstrasi di area Pertamina Jalan Betoambari.

"Jika dalam tujuh hari tidak ada respons terhadap tuntutan kami, maka kami siap memimpin aksi yang lebih besar sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat," tegasnya.

BEM UMU Buton berharap pemerintah dapat meninjau kembali kebijakan kenaikan harga BBM dengan mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat saat ini. (C)

Penulis: Zulkifli Herman Tumangka

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga