BKKBN Gelar Layanan Sejuta Akseptor di Muna untuk Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Riksan Jaya, telisik indonesia
Rabu, 05 Juni 2024
0 dilihat
BKKBN Gelar Layanan Sejuta Akseptor di Muna untuk Tingkatkan Kesejahteraan Warga
Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN RI, Bonivasius Prasetya Ichtiarto (kalung bunga), saat mengunjungi Puskesmas Katobu. Foto: Ist.

" Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN RI, Bonivasius Prasetya Ichtiarto, bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sultra melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Muna dalam rangka program Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor (PSA) "

MUNA, TELISIK.ID - Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN RI, Bonivasius Prasetya Ichtiarto, bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sultra, Asmar, dan tim, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Senin (3/6/2024).

Kunjungan itu dalam rangka program Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor (PSA) di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari peringatan Hari Keluarga Nasional ke-31 Tahun 2024.

Sekretaris Daerah Kabupaten Muna, Eddy Uga, mewakili Plt. Bupati Muna, menyampaikan komitmen Pemkab Muna untuk terus mendorong dan mendukung keberhasilan program KB di daerahnya. Hal ini dilakukan melalui berbagai program yang bersinergi, termasuk program penurunan dan pengendalian angka stunting di Kabupaten Muna.

"Kita harus terus melakukan perbaikan untuk meningkatkan kesejahteraan warga dengan membangun sektor-sektor strategis guna menjawab tuntutan perbaikan kehidupan warga yang semakin tinggi dan kompleks," ujar Eddy.

Ia menambahkan, dengan kebersamaan dan semangat gotong royong warga, Muna akan menjadi salah satu daerah maju di Sulawesi Tenggara. Masyarakat di wilayah ini harus tampil di barisan terdepan untuk menjawab tantangan yang akan muncul.

Baca Juga: BKKBN Dorong Penggunaan Kartu Kembang Anak di Posyandu Baubau untuk Deteksi Dini Stunting

"Melalui Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor (PSA) ini, kita tingkatkan pelayanan KB dalam rangka percepatan penurunan stunting di wilayah Kabupaten Muna," jelasnya.

Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN RI, Bonivasius Prasetya Ichtiarto menjelaskan bahwa sesuai namanya, pelayanan KB Serentak ini menargetkan satu juta orang yang mendapatkan pelayanan KB di fasilitas kesehatan statis dan mobile yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

"Nantinya seluruh akseptor di Provinsi Sulawesi Tenggara dan provinsi lainnya yang telah dilayani dalam Pelayanan KB Sejuta Akseptor ini akan dicatat dan dilaporkan secara langsung melalui dasbor online," ujarnya.

Ia menambahkan, program ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan pemerataan pelayanan keluarga berencana (KB) di seluruh Indonesia serta meningkatkan angka akseptor KB.

"Program PSA dilakukan dengan menggelar serangkaian kegiatan pelayanan KB secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan tersebut meliputi pelayanan konseling KB, penempatan alat kontrasepsi, pemeriksaan kesehatan reproduksi, serta edukasi dan informasi mengenai KB dan kesehatan reproduksi," jelas Bonivasius.

Kegiatan Pelayanan KB PSA di Kabupaten Muna menargetkan 1.098 akseptor, dengan rincian 1.098 akseptor, terdiri dari IUD 23, MOW 4MOP 1, kondom 42, implant 145, suntik 399, dan pil 484.

Baca Juga: BKKBN Dorong Penggunaan KKA di Posyandu Buton Selatan untuk Deteksi Dini Stunting

Kegiatan ini dihadiri oleh Forkopimda, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Muna beserta jajaran, Kementerian Agama Kabupaten Muna, Kepala BPS Kabupaten Muna, Dinas OPD lainnya, IBI, para penyuluh KB, kader KB, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta mitra lainnya.

Usai mengikuti acara pembukaan, Bonivasius mengunjungi Puskesmas Katobu untuk meninjau langsung pelayanan KB bagi warga. Di sana, ia menjelaskan berbagai metode KB yang tersedia, termasuk pil, suntik, implan, IUD, MOW, dan MOP.

"Kita dorong penggunaan implan dan IUD karena metode ini efektif, jangka panjang (tiga tahun untuk implan dan lima tahun untuk IUD), ekonomis, dan peluang hamilnya lebih sedikit," ujarnya. (C-Adv)

Penulis: Riksan Jaya

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Artikel Terkait
Baca Juga