Bolehkah Berhubungan Suami Istri Saat Sedang Hamil? Ini Penjelasannya

Nurdian Pratiwi, telisik indonesia
Jumat, 29 Juli 2022
0 dilihat
Bolehkah Berhubungan Suami Istri Saat Sedang Hamil? Ini Penjelasannya
Hubungan intim aman saat dilakukan selama kondisi kandungan ibu sehat dan kuat. Foto: Repro Klikdokter.com

" Sebenarnya tidak ada larangan bagi ibu hamil melakukan hubungan intim, asalkan memenuhi syarat tertentu "

KENDARI, TELISIK.ID - Berhubungan intim dengan pasangan memanglah suatu hal yang dapat membantu keharmonisan rumah tangga. Namun saat wanita hamil, mereka biasanya akan merasa khawatir terkait boleh atau tidaknya melakukan hal tersebut.

Sebenarnya melakukan hubungan badan dengan suami boleh saja dilakukan oleh ibu hamil. Bahkan hubungan intim tidak akan mengancam nyawa janin.

Mengutip dari Kompas.com, Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan Valencia A. Yuwono memberikan penjelasan. Dia mengatakan, sebenarnya tidak ada larangan dalam berhubungan intim, asalkan memenuhi syarat tertentu.

“Kalau untuk larangan, sebenarnya saat pihak dokter dan rumah sakit tidak melarang dan tidak ada kondisi medis, contohnya flek, atau kontraksi sebelum waktunya, berhubungan intim saat hamil sah-sah saja."

Valencia menambahkan, selain tidak adanya kondisi medis tertentu, syarat lainnya adalah langsung buang air kecil setelah berhubungan intim. Langkah ini dapat dilakukan untuk mencegah bakteri naik ke saluran kemih.

Selain itu, berhubungan intim saat hamil ternyata dapat memberi banyak manfaat. Aktivitas seksual ini bisa menjadi seperti “olahraga” yang membantu membakar kalori dalam tubuh ibu, sehingga ibu bisa menjaga berat badan tetap ideal selama kehamilan.

Berhubungan intim mampu melancarkan sirkulasi darah, mengurangi rasa nyeri, membantu tidur lebih nyenyak, serta membuat ibu merasa lebih bahagia.

Baca Juga: Dianggap Sepele, 7 Gejala Darah Tinggi Ini Berdampak Fatal

Untuk lebih lengkapnya, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait hal itu.

* Pastikan Kandungan dalam Kondisi Sehat

Dikutip dari Halodoc.com, Pertama, ibu dan ayah harus memastikan bahwa kondisi kandungan sehat. Maksudnya, tidak ada indikasi apapun yang membahayakan nyawa janin, seperti pecah ketuban, terbukanya mulut rahim, dan infeksi. 

* Hindari Berhubungan Intim pada Trimester Pertama

Sperma memiliki kandungan senyawa prostaglandin yang bisa memicu kontraksi. Oleh karena itu, jika usia kandungan ibu masih terbilang muda atau berada pada trimester pertama, sebaiknya tunda dulu melakukan hubungan intim. 

Pasalnya, pada usia kehamilan tersebut sangat rawan terjadi kontraksi maupun keguguran. Tak hanya itu, kondisi ibu saat trimester pertama mungkin akan menurun karena sering mual dan muntah. Biasanya, hasrat seksual pun menurun.

* Pastikan Tidak Ada Riwayat Perdarahan

Selanjutnya, pastikan juga ibu tidak memiliki riwayat perdarahan selama kehamilan dan tidak mengidap plasenta previa. Kondisi ini terjadi ketika posisi plasenta atau ari-ari melekat di bagian bawah rahim, baik sebagian maupun keseluruhan. 

Dampak dari masalah tersebut sangat serius, mulai dari potensi jalan lahir tertutup hingga perdarahan serius saat hamil, terlebih saat mendekati persalinan. Tentunya, ini akan sangat berbahaya baik pada ibu maupun janin. 

* Posisi Hubungan Intim yang Dianjurkan

Memasuki trimester kedua, perut ibu akan mulai membesar karena ukuran janin yang semakin bertambah. Katanya, pada trimester dua inilah hubungan intim dianjurkan. Namun, tetap pastikan ibu berada pada posisi yang tepat agar tetap nyaman.

Sebaiknya, hindari posisi telentang karena mengakibatkan perut dan pembuluh darah di sekitarnya mengalami tekanan. Posisi berhubungan intim yang disarankan adalah posisi miring (spoon position), duduk (sitting dog), atau woman on top.

Baca Juga: Terapi Air, Ini 4 Manfaatnya Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

* Hindari Berhubungan Intim 4 Minggu Sebelum Persalinan

Tak hanya pada trimester pertama, ibu juga sebaiknya menghindari berhubungan intim empat minggu menjelang persalinan. Pasalnya, berhubungan intim pada usia kehamilan tersebut dapat memicu terjadinya persalinan prematur.

Sementara itu, perlu diketahui ibu yang usia kandungannya masih muda atau trimester 1 sebaiknya tidak berhubungan intim dulu agar tidak terjadi kontraksi yang dapat menyebabkan keguguran. 

Selain itu, ibu hamil juga tidak dianjurkan melakukan hubungan intim di usia kehamilan sekitar 37-42 minggu. Alasannya, kepala janin sudah memasuki rongga panggul, sehingga berhubungan intim dikhawatirkan menyebabkan pendarahan atau persalinan dini.

Jika ibu ingin berhubungan intim saat hamil, trimester kedua adalah waktu yang paling baik. (C)

Penulis: Nurdian Pratiwi

Editor: Haerani Hambali 

Artikel Terkait
Baca Juga