Pencegahan Obesitas Pada Balita

Nur Khumairah Sholeha Hasan, telisik indonesia
Sabtu, 13 Januari 2024
0 dilihat
Pencegahan Obesitas Pada Balita
besitas atau kelebihan berat badan dapat menyebabkan efek negatif untuk kesehatan. Foto: Theasianparent.com

" Obesitas adalah permasalahan umum yang terjadi pada masyarakat, termasuk anak-anak. Obesitas atau kelebihan berat badan dapat menyebabkan efek negatif untuk kesehatan "

KENDARI, TELISIK.ID - Obesitas adalah permasalahan umum yang terjadi pada masyarakat, termasuk anak-anak. Obesitas atau kelebihan berat badan dapat menyebabkan efek negatif untuk kesehatan.

Menurut WHO, obesitas menyebabkan 10,3 persen kematian dari seluruh kematian di dunia.

Obesitas mempunyai dampak terhadap tumbuh kembang anak, terutama aspek perkembangan psikososial. Anak obesitas berpotensi mengalami berbagai penyakit yang menyebabkan kematian antara lain penyakit kardiovaskular, diabetes melitus, dan sebagainya.

Tidak semua anak yang kelebihan berat badan disebut obesitas. Lemak yang mengumpul di tubuh anak tetap memengaruhi baik dan buruknya proses tumbuh kembang si kecil.

Mengutip Hellosehat.com, dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak bisa disebut obesitas ketika berat badannya lebih dari +3 SD grafik pertumbuhan.

Baca Juga: Kenali Bahaya Seks Pra Nikah

Sementara itu, anak dikatakan kelebihan berat badan atau overweight adalah ketika berat badan anak lebih dari +2 SD grafik pertumbuhan yang dibuat oleh WHO. SD adalah satuan internasional untuk standar deviasi dalam pengukuran status gizi anak.

Dikutip dari Yankes.kemenkes.goid, kondisi kegemukan pada usia dini akan dibawa sampai dewasa, yang berdampak terhadap peningkatan resiko penyakit degeneratif.

Dampak yang terjadi jika balita mengalami obesitas antara lain yaitu cenderug dapat mengakibatkan terkena:

- Mellitus tipe II,

- Meningkatnya nilai kolestrol sehingga mengakibatakan tekanan drarah meningkat dan dapat menyebakan penyakit jantung,

- Nafas berhenti saat tidur (sleep apnue),

- Gangguan ortopedi,

- Penyakit asma dan hati

Baca Juga: Air Mineral dengan pH Tertinggi di Indonesia

- Anak dengan obesitas cenderung akan mengalami peningkatan tekanan darah sehingga berpengaruh pada denyut jantung, sekitar 20-30 persen anak dengan obesitas menderita hipertensi.

Dari berbagai penyakit yang muncul di atas bila di lihat dari riwatnya diawali adanya obesitas pada anak-anak. Pencegahan obesitas dan intervensi dini dalam kasus obesitas merupakan aspek kunci bagi tenaga kesehatan.

Pencegahan obesitas pada balita meliputi:

a. Menurunkan asupan energi

b. Memilih makanan yang mengenyangkan

c. Makan secara teratur

d. Mengurangi kudapan/minuman berkalori kosong

e. Mengikut sertakan anak dalam memilih dan menyiapkan makanan. (C)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan

Editor: Fitrah Nugraha

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkait
Baca Juga