Bulog Sulawesi Tenggara Akan Serap 25 Ribu Ton Beras di Musim Panen Raya

Adinda Septia Putri, telisik indonesia
Jumat, 28 Oktober 2022
0 dilihat
Bulog Sulawesi Tenggara Akan Serap 25 Ribu Ton Beras di Musim Panen Raya
Proses pengadaan beras di gudang Bulog Sulawesi Tenggara untuk menjaga stabilitas harga pangan. Foto: Ist.

" Di tengah isu kenaikan BBM dan bayang-bayang resesi ekonomi 2023, pemerintah perlu melakukan antisipasi dalam hal ketahanan stok dan harga pangan untuk menjaga perekonomian tetap stabil "

KENDARI, TELISIK.ID - Di tengah isu kenaikan BBM dan bayang-bayang resesi ekonomi 2023, pemerintah perlu melakukan antisipasi dalam hal ketahanan stok dan harga pangan untuk menjaga perekonomian tetap stabil.

Bulog menjadi salah satu instansi penting yang bertugas mewujudkan stabilitas harga bahan pokok beras atau gabah di tingkat petani, hal ini tertulis dalam Inpres Nomor 5 Tahun 2015.

Di musim panen padi gadu yang sedang berlangsung saat ini, Bulog Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan penyerapan besar-besaran hasil beras para petani di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.

Instruksi tersebut dikomando langsung Pemimpin Bulog Wilayah Sulawesi Tenggara, Siti Mardati Saing kepada seluruh jajaran, baik kantor wilayah maupun kantor cabang yang wilayahnya sedang panen.

Baca Juga: Kota Kendari Target Turunkan Stunting Hingga 14 Persen

Siti mengatakan, beras hasil panen diserap melalui kemitraan dengan penggiling padi. Ia juga menyebut, perharinya pihaknya bisa menyerap hingga 200 sampai 400 ton beras.

"Gudang kami akan buka untuk melakukan pelayanan, baik penerimaan beras maupun pembayaran beras," ucapnya, Jumat (28/10/2022).

Kantor Pusat Perum Bulog sendiri menargetkan penerimaan beras di Sulawesi Tenggara bisa mencapai 30 ribu ton per semesternya di tahun 2022.

Ia melaporkan, data beras yang sudah diserap pada semester I 2022 mencapai 17 ribu ton atau 56 persen dari target yang ditentukan. Sedangkan untuk semester II sampai Kamis, (27/10/2022) kemarin, sudah terserap 4 ribu ton beras. Sehingga total pengadaan beras yang sudah disimpan dalam gudang Bulog adalah 21 ribu ton.

Sisa target 25 ribu ton beras yang harus dicapai, Bulog Sulawesi Tenggara memfokuskan penyerapan beras di daerah kaya ladang padi, seperti Kabupaten Konawe, Kolaka, Kolaka Timur, Bombana dan Konawe Selatan.

Nantinya beras yang sudah diserap akan didistribusikan secara merata ke seluruh wilayah di Sulawesi Tenggara.

Bulog terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten agar target penyerapan beras dapat tercapai.

Baca Juga: Ratusan Nelayan Kendari Kumpulkan 6.913 Ton Sampah di Laut

Siti menjelaskan, tujuan penyerapan beras oleh Bulog dilakukan agar pemerintah tetap mempunyai cadangan beras saat musim panen telah usai. Ia juga menjamin stok beras akan aman sampan awal 2023.

Dikutip dari website resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara, luas panen padi di Sulawesi Tenggara pada tahun 2021 mencapai 127,52 ribu hektar dengan hasil produksi beras sebesar 304,38 ribu ton.

Jumlah ini menurun 0,52 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya 2020 yang mencatat hasil produksi beras yang mencapai 532,77 ribu ton. (B-Adv)

Penulis: Adinda Septia Putri

Editor: Kardin

Baca Juga