Bupati Wakatobi Minta RKPD 2027 Sinkron dengan RPJMD 2025-2029 dan Isu Strategis Nasional

Zulkifli Herman Tumangka, telisik indonesia
Kamis, 22 Januari 2026
0 dilihat
Bupati Wakatobi Minta RKPD 2027 Sinkron dengan RPJMD 2025-2029 dan Isu Strategis Nasional
Bupati Wakatobi, Haliana, membuka Forum Konsultasi Publik Ranwal RKPD 2027 di Gedung Wanita, Kecamatan Wangi-Wangi, Kamis (22/1/2026). Foto : ist.

" Bupati Wakatobi, Haliana, menegaskan bahwa penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 harus selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 serta mampu menjawab isu-isu strategis nasional dan daerah. "

WAKATOBI, TELISIK.ID - Bupati Wakatobi, Haliana, menegaskan bahwa penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 harus selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 serta mampu menjawab isu-isu strategis nasional dan daerah.

Penegasan tersebut disampaikan Haliana saat membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Wakatobi Tahun 2027 yang digelar di Gedung Wanita, Kecamatan Wangi-Wangi, Kamis (22/1/2026).

“RKPD Tahun 2027 memiliki posisi yang sangat strategis karena merupakan penjabaran tahunan RPJMD Kabupaten Wakatobi 2025–2029, sekaligus bagian dari dukungan terhadap visi nasional Indonesia Emas 2045,” kata Haliana.  

Haliana menyebutkan, RKPD 2027 harus berkontribusi langsung terhadap penyelesaian isu strategis nasional, seperti penurunan kemiskinan ekstrem, penanganan stunting, pengurangan pengangguran terbuka, pengendalian inflasi daerah, hingga dukungan terhadap program strategis nasional.

Baca Juga: Laka Lantas di Poros Batu Putih-Porehu Kolaka Utara, Satu Pengendara Tewas

Dalam konteks daerah, pembangunan Wakatobi diarahkan pada tahapan “Wakatobi Transformatif”, yang menitikberatkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia, transformasi ekonomi inklusif berbasis kemaritiman, penguatan tata kelola pemerintahan, ketahanan sosial-budaya dan ekologi, serta pemerataan infrastruktur.

“Perencanaan pembangunan harus disusun secara matang, berbasis data dan evaluasi kinerja, serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

Haliana juga memaparkan capaian pembangunan daerah hingga 2025 yang menunjukkan tren perbaikan, seperti meningkatnya indeks pembangunan manusia (IPM) dari 72,03 menjadi 72,59 serta menurunnya persentase penduduk miskin dari 14,36 persen menjadi 13,40 persen.

Namun demikian, ia mengingatkan masih ada tantangan serius berupa meningkatnya ketimpangan pendapatan dan pengangguran terbuka, sehingga diperlukan penguatan penciptaan lapangan kerja dan peningkatan keterampilan tenaga kerja.

Baca Juga: Sosok Pengusaha Malaysia yang Viral Dinikahi Mualem, Berikut Daftar Istrinya

“Kondisi ini memerlukan penguatan penciptaan lapangan kerja serta peningkatan keterampilan tenaga kerja agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata,” katanya.

Haliana berharap forum konsultasi publik ini menjadi ruang kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Saya berharap melalui forum konsultasi publik ini akan terbangun kesepahaman, komitmen, dan kolaborasi dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Wakatobi yang lebih terarah, inklusif, dan berkelanjutan,” tegas Haliana.

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah meningkatkan efektivitas dan kualitas pelaksanaan program unggulan agar target pembangunan dapat dicapai dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. (C)

Penulis: Zulkifli Herman Tumangka

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga