adplus-dvertising

Calon Penumpang KMP Dharma Kencana I Abaikan Protokol Kesehatan

Hir Abrianto, telisik indonesia
Rabu, 05 Mei 2021
1323 dilihat
Calon Penumpang KMP Dharma Kencana I Abaikan Protokol Kesehatan
Calon penumpang berkerumun di loket untuk mendapatkan tiket penumpang KMP Dharma Kencana I. Foto: Hir Abrianto/Telisik

" Ini banyak penumpang menumpuk karena hanya buka satu loket, sangat tidak teratur. "

BOMBANA, TELISIK.ID - Calon penumpang kapal feri Dharma Kencana I tujuan Pising tampak mengabaikan protokol kesehatan.

Dari pantauan Telisik.id, warga berbondong-bondong memadati loket untuk mendapatkan tiket penumpang di Pelabuhan Kasipute. Ditengarai, warga hendak mudik sebelum larangan mudik diberlakukan mulai besok 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Akibat kepadatan tersebut, petugas loket kewalahan melayani ratusan penumpang yang berburu tiket dengan cara berdesakan.


Awalnya, pihak kapal hanya membuka satu loket layanan. Setelah mendapatkan kritikan warga, loket layanan tiket ditambah.

Salah satu calon penumpang tujuan Kabaena asal Kota Kendari, Fajrin menilai pihak otoritas penyedia layanan tiket penumpang tidak tegas dalam menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Jelang Larangan Mudik, Arus Penumpang Bandara Sugimanuru Meningkat

Baca juga: Cara Unik Masyarakat Tomia Membangunkan Sahur

Selain itu, penempatan yang hanya satu loket tiket menyebabkan banyak calon penumpang yang terlantar.

"Ini banyak penumpang menumpuk karena hanya buka satu loket, sangat tidak teratur," kata Fajrin kepada Telisik.id saat dimintai tanggapan tentang antrian tiket di Pelabuhan Kasipute pada Rabu (5/5/2021).

"Mestinya harus diatur agar tidak berdesakan begini. Petugas juga harus tegas," sambungnya.

Diketahui, armada KMP Dharma Kencana I bertolak dari pelabuhan Kasipute tujuan Pising, Kabaena pada pukul 08.30.

Berdasarkan data penumpang yang diterima dari otoritas pelabuhan setempat, feri tersebut mengangkut kurang lebih 200 penumpang.

Sementara itu, masih terlihat puluhan penumpang  yang belum mendapatkan tiket, terpaksa balik arah. (B)

Reporter: Hir Abrianto

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Baca Juga