adplus-dvertising

Catat, Ini 7 Tips Perawatan Gigi dengan Cara Mudah dan Murah

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Jumat, 03 Juni 2022
0 dilihat
Catat, Ini 7 Tips Perawatan Gigi dengan Cara Mudah dan Murah
Menyikat gigi menjadi salah satu cara merawat gigi agar tetap sehat. Foto: Repro dream.co.id

" Gigi merupakan salah satu bagian tubuh, khususnya bagain mulut yang memiliki peran penting "

KENDARI, TELISIK.ID - Gigi merupakan salah satu bagian tubuh, khususnya bagain mulut yang memiliki peran penting.

Dikutip dari wikipedia, gigi adalah salah satu struktur berkalsifikasi dan keras yang terdapat di dalam mulut manusia dan hewan vertebrata.

Strukturnya yang bervariasi memungkinkan gigi melakukan banyak fungsi. Fungsi utama dari gigi adalah untuk merobek dan mengunyah makanan. Sehingga perawatannya harus dijaga.

Hanya saja, kebanyakan orang hanya mengetahui bahwa perawatan gigi harus dilakukan dengan rajin menyikat gigi. Padahal, tidak hanya itu.

Melansir Suara.com dari Bright Side, berikut 7 tips perawatan gigi yang mudah dan murah:

1. Jangan langsung menyikat gigi setelah makan

Banyak orang memilih langsung menyikat gigi setelah makan. Tapi, hal ini sebaiknya tidak kamu lakukan jika baru saja mengonsumsi makanan atau minuman yang bersifat asam.

Kandungan asam tinggi bisa melunakkan dan merusak email gigi. Jadi menyikat gigi setelah mengonsumsinya sangat tidak disarankan. Lebih baik tunggu setidaknya 30 menit sebelum menyikat gigi.

Baca Juga: 11 Tips Mengurangi Lemak di Perut pada Wanita, Apa Saja?

2. Mulailah menyikat gigi dari bagian yang paling sulit

Ada banyak teknik untuk membersihkan gigi, tetapi hanya sedikit yang cukup aman untuk digunakan sehari-hari. Pertama-tama, dokter menyarankan untuk selalu memulai dari bagian yang paling sulit dan diakhiri dengan bagian yang mudah.

Banyak dari kita melakukan yang sebaliknya, dan mulai menyikat gigi dari bagian depan dan dilanjutkan ke bagian dalam gigi.

Mulai sekarang, biasakan ini: Mulailah menyikat gigi dari bagian belakang mulut dan kemudian gerakkan sikat di setiap gigi bagian dalam. Kemudian, baru lanjut ke bagian luar gigi. Terakhir, bersihkan area permukaan kunyah atau gigi geraham.

3. Tidak apa-apa untuk menyikat tanpa pasta gigi

Pasta gigi hanyalah alat tambahan. Sebenarnya, para peneliti telah menunjukkan bahwa menyikat tanpa pasta gigi juga dapat mengurangi penumpukan plak, pendarahan, dan radang gusi minimal 50%.

4. Biasakan mengunyah permen karet

Mengunyah permen karet bagus dilakukan setelah makan. Ini dapat meningkatkan aliran air liur di mulut, yang membantu menetralkan asam.

Air liur mengandung kalsium dan fosfat yang mengembalikan mineralisasi gigi, memperkuat enamel, dan bahkan mengurangi sensitivitas gigi. Satu-satunya persyaratan adalah permen karet harus bebas gula karena bakteri mulut yang berbahaya akan memakan gula yang kita makan.

5. Beralih ke sikat berbulu lembut

Sikat gigi terdiri dari berbagai jenis. Jika Anda menggunakan sikat gigi yang keras, mungkin sudah saatnya mempertimbangkan untuk menggantinya dengan sikat yang berbulu lembut.

Bahkan sikat gigi yang berbulu medium atau sedang bisa sangat abrasif dan merusak gusi dan gigi seiring waktu.

6. Jangan terlalu sering menyikat gigi

Menyikat gigi setidaknya dilakukan dua kali sehari. Tapi, ada beberapa orang yang suka menyikat gigi tiga kali sehari, atau bahkan lebih. Tapi tahukah kamu, menyikat gigi secara berlebihan kemungkinan besar akan merusak gigi akibat teknik menyikat yang buruk.

Baca Juga: Catat, Ini 5 Langkah Sederhana Atasi Stres yang Kamu Alami

Menyikat gigi terlalu sering bisa membuat enamel aus yang dapat menyebabkan gigi sensitif. Gigi juga akan tampak lebih kuning dari biasanya karena dentin kuning di belakang email akan menjadi lebih terlihat.

7. Makan lebih banyak makanan renyah

Makanan segar dan renyah mengandung banyak serat sehat dan merupakan pilihan terbaik untuk gigi. Misalnya buah-buahan mentah yang kaya serat, sayuran, dan kacang-kacangan.

Makanan renyah dapat membersihkan gigi, merangsang produksi air liur, menghidrasi mulut, dan juga mengurangi pertumbuhan bakteri. (C)

Penulis: Fitrah Nugraha

Editor: Musdar

Artikel Terkait
Baca Juga