adplus-dvertising

Cengkeh Gagal Panen di Bombana

Hir Abrianto, telisik indonesia
Jumat, 05 Agustus 2022
458 dilihat
Cengkeh Gagal Panen di Bombana
Tanaman cengkeh dan jambu mente di Kabupaten Bombana gagal panen. Hir Abrianto/Telisik

" Cengkeh adalah salah satu komoditi tanaman yang menjadi harapan penyambung hidup masyarakat tani di Kabupaten Bombana, khususnya di Pulau Kabaena "

BOMBANA, TELISIK.ID - Cengkeh adalah salah satu komoditi tanaman yang menjadi harapan penyambung hidup masyarakat tani di Kabupaten Bombana, khususnya di Pulau Kabaena.

Setiap memasuki pertengahan tahun, petani bakal disibukan dengan aktivitas panen cengkeh, namun tahun ini (2022) para petani menghadapi kondisi yang berbanding terbalik dari tahun-tahun sebelumya, yakni pohon cengkeh mengalami kondisi tidak berbuah.

Arsi salah satu warga di Pulau Kabaena mengaku, tahun ini tanaman cengkeh tidak berbuah atau cengkeh gagal panen.


"Tidak ada buahnya kasihan, tidak ada yang panen. Biasanya kami panen pada bulan-bulan Juni sampai September. Semoga jambu mente tidak lagi gagal karena sementara sudah ada yang berbunga," urainya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Rahmatia mengatakan, penyebab gagal panen diduga petani yang tidak pernah melakukan pemupukan.

Baca Juga: Agar Bantuan Tepat Sasaran, Dinsos Konawe Imbau Kades dan Lurah Proaktif

Penyuluh sendiri bertugas melalukan pendampingam petani. Jika menemukan situasi tanaman yang gagal panen, penyuluh melakukan analisa terhadap penyebab gagal panen kamudian merekomendasikan pemupukan dan jenis pupuk apa yang akan digunakan oleh petani.

"Sebenarnya untuk mengetahui penyebab gagal penen adalah menganalisa dengan cara mengambil sampel tanah di perkebunan untuk diketahui unsur tanahnya, dari hasil itu kemudian kami rekomendasikan pupuk apa yang akan digunakan. Sampai saat ini kami belum pernah lakukan untuk perkebunan cengkeh, jambu mente," ucap Rahmatia kepada Telisik.id.

Baca Juga: Isak Tangis Keluarga Sambut Kepulangan Jemaah Haji Konawe

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Muhammad Siarah, gagal panen di sektor pertanian disebabkan oleh iklim atau cuaca.

"Ini kami lihat gagal panen akibat dari iklim atau cuaca yang terjadi secara global, jadi pola tanam harus menyesuaikan dengan perubahan iklim dan pemilihan pupuk juga kami rekomendasikan menggunakan pupuk yang alami dengan begitu akan melahirkan petani yang produktif," pungkasnya. (A)

Penulis: Hir Abrianto

Editor: Kardin

Baca Juga