China Berhasil Kembangkan Matahari Buatan, Langkah Maju Menuju Energi Fusi Abadi
Merdiyanto , telisik indonesia
Minggu, 04 Januari 2026
0 dilihat
China berhasil kembangkan teknologi matahari buatan. Foto: Repro suara.com
" Para peneliti China telah mencapai terobosan baru dalam teknologi energi fusi nuklir melalui reaktor Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) "

HEFEI, TELISIK.ID - Para peneliti China telah mencapai terobosan baru dalam teknologi energi fusi nuklir melalui reaktor Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST), yang sering disebut sebagai matahari buatan China.
Tim dari Institute of Plasma Physics, Chinese Academy of Sciences (ASIPP), berhasil mengidentifikasi metode untuk melampaui batas densitas plasma dalam eksperimen fusi, membuka jalan bagi efisiensi reaktor fusi masa depan yang lebih tinggi.
Pencapaian ini diumumkan setelah eksperimen sukses yang memungkinkan operasi stabil pada densitas plasma melebihi batas konvensional, tanpa mengganggu kestabilan plasma.
Hal ini krusial karena densitas plasma yang lebih tinggi berarti produksi energi yang lebih besar dari reaksi fusi, mendekatkan mimpi energi bersih tak terbatas menjadi kenyataan.
Sebelumnya, pada 20 Januari 2025, EAST memecahkan rekor dunia dengan mempertahankan plasma dalam mode high-confinement selama 1.066 detik pada suhu di atas 100 juta derajat Celsius, dilansir dari suara.com jaringan telisik.id, Sabtu (3/1/2026).
Baca Juga: Negara Muslim Ikut Reformasi Nilai Mata Uang, Hapus Dua Angka di Belakang Nol
Rekor ini melampaui pencapaian sebelumnya sebesar 403 detik pada 2023, dan kemudian diperbarui lagi dengan operasi 403 detik pada Agustus 2025 dalam kondisi steady-state.
Mengapa Ini Penting Bagi Umat Manusia?
Energi fusi meniru proses di inti matahari, menggabungkan atom hidrogen untuk menghasilkan energi besar tanpa emisi karbon atau limbah radioaktif berbahaya.
Berbeda dengan energi fisi nuklir konvensional, fusi menjanjikan sumber energi abadi yang aman dan berkelanjutan.
Dengan kemajuan ini, China semakin mendekati operasi reaktor fusi komersial, yang bisa menyelesaikan krisis energi global dan perubahan iklim.
Selain EAST, China juga sedang mengembangkan fasilitas generasi berikutnya seperti Best Engineering Superconducting Tokamak (BEST), yang dijadwalkan selesai akhir 2027, dilansir darichinadaily.com, Sabtu (3/1/2026).
Baca Juga: Zelensky Bisik Trump Atur Jalan Damai Ukraina, Washington Masih Dilema
BEST akan melakukan operasi deuterium-tritium untuk menghasilkan energi fusi neto, dan China telah meluncurkan program internasional untuk kolaborasi global.
Song Yuntao, Direktur ASIPP, menyatakan: "Terobosan ini bukan hanya kemenangan bagi China, tapi untuk seluruh umat manusia. Kami siap berkolaborasi dengan dunia untuk mewujudkan energi fusi sebagai solusi abadi bagi kebutuhan energi kita."
Dengan investasi masif dan inovasi berkelanjutan, China memimpin perlombaan global menuju energi fusi, membawa harapan baru di tengah tantangan lingkungan dunia. (C)
Penulis: Merdiyanto
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS