China Ciptakan Baterai Nuklir Mini BV100, Awet 50 Tahun Tanpa Isi Ulang dan Bisa untuk Medis

Merdiyanto , telisik indonesia
Sabtu, 04 April 2026
0 dilihat
China Ciptakan Baterai Nuklir Mini BV100, Awet 50 Tahun Tanpa Isi Ulang dan Bisa untuk Medis
Baterai nuklir Betavolt BV100 diklaim mampu bertahan hingga 50 tahun tanpa perlu diisi ulang. Foto: Repro BetaVolt

" Terobosan teknologi energi nuklir skala mini dari China kembali mencuri perhatian dunia. Perusahaan rintisan Beijing Betavolt New Energy Technology (Betavolt) berhasil ciptakan baterai nuklir mini BV100 sejak akhir 2025 hingga awal 2026 "

BEIJING, TELISIK.ID - Terobosan teknologi energi nuklir skala mini dari China kembali mencuri perhatian dunia. Perusahaan rintisan Beijing Betavolt New Energy Technology (Betavolt) berhasil ciptakan baterai nuklir mini BV100 sejak akhir 2025 hingga awal 2026.

Baterai seukuran koin ini diklaim mampu menghasilkan listrik stabil selama 50 tahun tanpa perlu diisi ulang, dirawat, atau diganti.

Baterai BV100 berukuran hanya 15 mm x 15 mm x 5 mm lebih kecil dari koin 5 Yuan China dengan output daya 100 mikrowatt pada tegangan 3 volt.

Teknologi betavoltaik ini memanfaatkan peluruhan isotop nikel-63 (Ni-63) yang ditempatkan di antara dua lapisan semikonduktor berlian generasi ke-4 buatan China.

Lapisan nikel-63 setebal 2 mikron dikelilingi semikonduktor berlian 10 mikron, yang mengubah energi peluruhan beta menjadi listrik secara langsung, dilansir dari livescience.com, Sabtu (4/4/2026).

Baca Juga: Unik: Pohon Ajaib Hutan Amazon Ini Bisa Berjalan dengan Sendirinya

Menurut Betavolt, baterai ini aman 100 persen untuk tubuh manusia tidak ada radiasi yang bocor ke luar dan telah mendapatkan sertifikasi medis pada Maret 2026. Karena itu, BV100 sangat cocok untuk:

- Alat medis implan seperti pacemaker, cochlear implant, atau alat bantu jantung,

- Sensor IoT dan perangkat AI berdaya rendah,

- Mikro-drone, robot kecil, serta peralatan aerospace,

- Aplikasi militer dan eksplorasi luar angkasa.

Perusahaan menyatakan BV100 adalah baterai nuklir mini pertama di dunia yang mencapai produksi massal industri.

Versi 1 watt yang lebih kuat sempat direncanakan rilis 2025, tetapi hingga April 2026 masih dalam tahap pengembangan lanjutan untuk mendukung perangkat berdaya lebih tinggi seperti ponsel masa depan.

Tidak hanya Betavolt, China juga mencatat kemajuan signifikan melalui prototipe Zhulong-1 (Candle Dragon One) yang dirilis Maret 2025 oleh tim Northwest Normal University dan Wuxi Beita Pharmatech.

Baterai ini menggunakan isotop karbon-14 (C-14) dengan waktu paruh 5.730 tahun, sehingga umur teoritis mencapai 50–100 tahun lebih.

Menggunakan semikonduktor silicon carbide (SiC), Zhulong-1 tahan suhu ekstrem dari -100°C hingga 200°C dan telah berhasil menyalakan LED selama berbulan-bulan dalam uji coba.

Versi Zhulong-2 yang lebih kompak sedang dikembangkan dan ditargetkan siap uji akhir 2025. Inovasi ini membuka peluang untuk perangkat di lingkungan ekstrem seperti kutub, laut dalam, atau misi ke Mars.

Potensi Revolusi dan Tantangan yang Masih Ada

Teknologi baterai nuklir betavoltaic ini menawarkan kepadatan energi 10 kali lebih tinggi daripada baterai lithium-ion konvensional, tanpa risiko kebakaran atau ledakan.

Baca Juga: Diyakini jadi Tempat Tinggal Dajjal hingga Hari Kiamat, Berikut Misteri dan Keanehan Pulau Socotra

Keunggulannya sangat cocok untuk perangkat yang sulit diakses atau harus beroperasi puluhan tahun tanpa intervensi manusia.

Namun, output daya yang masih rendah (mikrowatt) membuatnya belum ideal untuk perangkat konsumen berdaya tinggi seperti smartphone tanpa tambahan modul penyimpanan.

Tantangan lain meliputi regulasi keselamatan radiasi internasional, biaya produksi, serta persepsi publik tentang teknologi nuklir.

Terobosan BV100 dan Zhulong-1 menegaskan posisi China sebagai pemimpin dunia dalam miniaturisasi energi nuklir. Dengan produksi massal yang sudah berjalan, dunia mungkin segera menyaksikan era perangkat 'selamanya menyala' di bidang medis, AI, dan eksplorasi angkasa.

Betavolt sendiri menyebut baterai atom ini akan mendukung transformasi manufaktur canggih serta keamanan nasional China. (C)

Penulis: Merdiyanto

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga