Di Tengah Polemik STAI Wakatobi 25 Mahasiswa Diwisuda di Rumah Suruddin
Zulkifli Herman Tumangka, telisik indonesia
Rabu, 20 Mei 2026
0 dilihat
Dr. Suruddin menyampaikan sambutan saat prosesi wisuda yang digelar di kediamannya, Rabu (20/5/2026). Foto: Zulkifli/Telisik
" Di tengah polemik kepemimpinan di kampus STAI Wakatobi yang belum berakhir, sebanyak 25 mahasiswanya tetap mengikuti prosesi wisuda yang digelar di rumah mantan Ketua STAI Wakatobi, Dr. Suruddin "

WAKATOBI, TELISIK.ID - Di tengah polemik kepemimpinan di kampus STAI Wakatobi yang belum berakhir, sebanyak 25 mahasiswanya tetap mengikuti prosesi wisuda yang digelar di rumah mantan Ketua STAI Wakatobi, Dr. Suruddin, Rabu (20/5/2026).
Wisuda tersebut berlangsung secara virtual dan dipandu oleh pihak STIT At-Taqwa Bandung. Dalam kegiatan itu, Dr. Suruddin mengatasnamakan diri sebagai Rektor IAI Tabea sekaligus perwakilan Ketua STIT At-Taqwa Bandung.
Mahasiswa yang diwisuda hari ini disebut tercatat sebagai lulusan STIT At-Taqwa Bandung.
Sebelumnya, mereka merupakan mahasiswa STAI Wakatobi yang kemudian dialihkan dalam proses akademik, menyusul polemik internal kampus yang hingga kini belum selesai.
Suruddin menyebut wisuda yang dilakukan menjadi bukti bahwa pihaknya masih berupaya menyelamatkan mahasiswa di tengah konflik kampus.
Baca Juga: Pertahankan Tanah dari Tambang PT SCM, Tiga Petani Routa Konawe Malah Dipenjara
“Meski tadi disampaikan hidup diterpa badai, masih tetap kita berdiri kokoh dan menyelamatkan anak-anak kami, 25 orang,” ujar Suruddin dalam sambutannya.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya memang telah berakhir masa jabatannya sebagai Ketua STAI Wakatobi sejak 10 Januari 2026. Namun, ia menilai pergantian pimpinan kampus oleh yayasan dilakukan secara sepihak dan tidak sesuai prosedur.
“Kampus STAI itu adalah kami berakhir dan saya tidak pernah membantah bahwa tanggal 10 Januari berakhir untuk jabatan di STAI Wakatobi. Tapi lalu ada sekelompok yang ingin menguasai karena keserakahan, maka lalu kami dipecat sepihak,” kata Suruddin.
Suruddin juga mempersoalkan legalitas pimpinan baru STAI Wakatobi. Ia menilai ketua yang ditunjuk yayasan tidak memenuhi sejumlah syarat administratif dan akademik.
“Pelantikan ketua yang tidak memenuhi syarat,” ujarnya.
Selain itu, Suruddin mengklaim proses hukum terkait sengketa kepemimpinan kampus masih berjalan.
Ia menyebut tengah membangun kampus baru bernama Institut Agama Islam Kepulauan Tukang Besi atau IAI Tabea sebagai langkah menyelamatkan mahasiswa di Wakatobi.
“Saya hari ini sengaja pasang identitas sebagai Rektor Institut Agama Islam Kepulauan Tukang Besi. Ini bukan tidak beralasan,” ucapnya.
Ia mengaku pembentukan kampus baru merupakan saran dari Kopertais agar mahasiswa tetap memiliki kepastian pendidikan di tengah konflik internal STAI Wakatobi.
“Saya ke Kopertais itu disarankan segera membentuk yayasan dan membentuk kampus baru untuk menyelamatkan anak-anak Wakatobi,” katanya.
Di hadapan para wisudawan dan orang tua mahasiswa, Suruddin juga meminta tidak ada keraguan terhadap ijazah yang diterima mahasiswa.
“Tidak usah ragu dengan ijazahnya bahwa itu ilegal, itu ijazah legal" tegasnya.
Untuk diketahui, Polemik bermula setelah Yayasan Hasanah Wakatobi memberhentikan Dr. Suruddin beserta jajaran pimpinan lama STAI Wakatobi melalui SK yayasan pada 2025.
Baca Juga: Demi Estetika dan Keselamatan Warga, Pemkot Baubau Surati PLN Terkait Pembenahan Jaringan Listrik
Yayasan kemudian menunjuk kepengurusan baru di bawah pimpinan Dr. La Rudi untuk periode 2025–2029.
Pihak yayasan beranggapan pergantian dilakukan sesuai statuta kampus dan kewenangan yayasan sebagai penyelenggara perguruan tinggi swasta.
Sebaliknya, Suruddin menilai pencopotan terhadap dirinya cacat prosedur dan menggugat pemberhentiannya melalui jalur hukum.
Konflik internal tersebut kemudian berkembang menjadi polemik terbuka yang melibatkan kedua kubu dan memunculkan kekhawatiran mahasiswa terkait status akademik serta legalitas ijazah mereka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak yayasan maupun pengelola baru STAI Wakatobi terkait pelaksanaan wisuda oleh Suruddin. (C)
Penulis: Zulkifli Herman Tumangka
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS