Purbaya Naikan Gaji PNS 24 Persen dan Belanja Pegawai Dicairkan Rp 126 Triliun
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Kamis, 21 Mei 2026
0 dilihat
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, melaporkan belanja pegawai pemerintah naik 24 persen hingga April 2026. Foto: Instagram@menkeuri
" Belanja pegawai pemerintah melonjak hingga Rp 126,9 triliun pada awal 2026 "

JAKARTA, TELISIK.ID - Belanja pegawai pemerintah melonjak hingga Rp 126,9 triliun pada awal 2026, dipicu pengangkatan ASN baru dan pencairan THR aparatur negara secara bertahap.
Realisasi belanja pegawai pemerintah sepanjang Januari hingga 30 April 2026 mengalami kenaikan signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan data APBN KiTa edisi Mei 2026, total belanja pegawai tercatat mencapai Rp 126,9 triliun.
Jumlah tersebut meningkat 24,4 persen dibanding realisasi Januari-April 2025 yang berada pada angka Rp 102 triliun. Kenaikan belanja pegawai dipengaruhi pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN) baru sebanyak 355 ribu orang pada awal tahun ini.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan realisasi belanja kementerian dan lembaga tumbuh lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.
“Realisasi belanja KL tumbuh lebih tinggi. Belanja pegawai 24,4%,” kata Purbaya saat konferensi pers APBN di kantornya, Jakarta, sebagaimana dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: Kenaikan Gaji PNS dan PPPK hingga TNI-Polri 2026 Triwulan 2, Begini Penjelasan Perpres Nomor 79 Tahun 2025
Selain pengangkatan ASN baru, peningkatan belanja pegawai juga dipicu penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN, TNI, Polri, pensiunan, dan penerima pensiun. Pemerintah turut mempercepat pembayaran tunjangan pendidik nonpegawai negeri pada awal tahun anggaran 2026.
Kenaikan belanja pegawai ikut mendorong realisasi belanja kementerian dan lembaga secara keseluruhan. Hingga akhir April 2026, realisasi belanja K/L mencapai Rp 400,5 triliun atau meningkat 26,5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Gaji ASN 2026 Sulit Dibayar Daerah, Purbaya Longgarkan Batasan Belanja Pegawai
Selain itu, sejumlah pos pengeluaran negara lainnya juga mengalami kenaikan. Realisasi belanja modal tercatat naik 43,6 persen menjadi Rp 52,6 triliun. Sementara realisasi belanja bantuan sosial meningkat 30,2 persen menjadi Rp 56,7 triliun.
Pemerintah menyebut percepatan realisasi belanja dilakukan untuk mendukung aktivitas ekonomi nasional pada awal 2026. Langkah tersebut juga diarahkan menjaga daya beli masyarakat serta mempercepat pelaksanaan program kementerian dan lembaga di berbagai sektor.
Data APBN KiTa Mei 2026 menunjukkan belanja negara masih menjadi instrumen utama pemerintah dalam mendukung pergerakan ekonomi domestik melalui belanja pegawai, bantuan sosial, serta percepatan program pembangunan nasional. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS