Diyakini jadi Tempat Tinggal Dajjal hingga Hari Kiamat, Berikut Misteri dan Keanehan Pulau Socotra

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Kamis, 26 Maret 2026
0 dilihat
Diyakini jadi Tempat Tinggal Dajjal hingga Hari Kiamat, Berikut Misteri dan Keanehan Pulau Socotra
Pohon Darah Naga yang merupakan tumbuhan asli Pulau Socotra yang terletak di antara Selat Guardafui dan Laut Arab. Masih ada banyak Hewan dan Tumbuhan unik yang tidak bisa ditemui di manapun. Foto: Instagram@martinedstrom

" Pulau Socotra di Yaman kembali menjadi perhatian setelah situasi kawasan memicu terhentinya akses keluar-masuk wilayah tersebut "

SANAA, TELISIK.ID - Pulau Socotra di Yaman kembali menjadi perhatian setelah situasi kawasan memicu terhentinya akses keluar-masuk wilayah tersebut.

Di tengah kondisi itu, berbagai cerita lama tentang pulau ini kembali mencuat, termasuk keyakinan sebagian kalangan yang mengaitkannya dengan keberadaan Dajjal.

Pulau yang terletak sekitar 300 kilometer di selatan pesisir Yaman ini dikenal memiliki karakter geografis yang berbeda dibandingkan wilayah lain di kawasan Timur Tengah.

Lanskapnya didominasi dataran kering, pegunungan batu, serta garis pantai yang relatif terpencil dari jalur pelayaran utama. Kondisi ini membuat Socotra berkembang sebagai ekosistem yang terisolasi selama ribuan tahun.

Informasi dari otoritas Indonesia menyebutkan, sejumlah warga negara Indonesia sempat terjebak di pulau tersebut akibat penghentian penerbangan. Situasi ini terjadi setelah serangan militer di wilayah Yaman berdampak pada penutupan ruang udara.

Ketiadaan akses transportasi memperlihatkan betapa terbatasnya konektivitas pulau tersebut dengan dunia luar.

Baca Juga: Trump Mau Nego dengan Iran Akhiri Perang, Tapi Tak Mau Libatkan Mojtaba Khamenei

Mitos Dajjal dan Cerita yang Beredar

Melansir dari CNN Indonesia, Kamis (26/3/2026), Pulau Socotra tidak hanya dikenal karena letaknya yang terpencil, tetapi juga karena berbagai cerita yang berkembang di masyarakat. Sebagian kalangan meyakini pulau ini sebagai lokasi persembunyian Dajjal hingga menjelang hari kiamat.

Keyakinan ini berkembang dari tafsir sejumlah literatur keagamaan serta cerita yang diturunkan secara lisan.

Dalam beberapa catatan, kisah tentang Dajjal kerap dikaitkan dengan peristiwa yang dialami oleh Tamim Ad-Dari. Ia disebut pernah bertemu makhluk bernama Jassasah dan sosok yang diyakini sebagai Dajjal di sebuah pulau yang tidak disebutkan secara rinci lokasinya. Seiring waktu, sebagian pihak mengaitkan kisah tersebut dengan Pulau Socotra.

Selain itu, sejumlah tulisan juga menyebutkan bahwa pulau ini dipercaya sebagai tempat berkumpulnya makhluk gaib seperti jin dan penyihir. Cerita lain bahkan menyebut adanya hewan mitologis seperti burung Roc dan Phoenix. Namun, seluruh kisah tersebut tidak memiliki dasar ilmiah yang dapat diverifikasi.

Keunikan Alam yang Sulit Ditemukan di Tempat Lain

Di luar berbagai mitos yang beredar, Socotra justru dikenal luas di kalangan ilmuwan sebagai salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati paling unik di dunia. Pulau ini memiliki banyak spesies endemik yang tidak ditemukan di tempat lain, akibat isolasi geografis yang berlangsung lama.

Salah satu ikon utama pulau ini adalah pohon darah naga, atau Dracaena cinnabari, yang memiliki bentuk menyerupai payung raksasa. Getahnya berwarna merah, sehingga memunculkan sebutan “darah naga”. Tanaman ini menjadi simbol keunikan ekosistem Socotra sekaligus menarik perhatian peneliti dari berbagai negara.

Selain itu, pulau ini juga memiliki berbagai jenis flora dan fauna langka lainnya, termasuk burung endemik, reptil khas, dan tanaman yang beradaptasi dengan kondisi kering ekstrem. Keanekaragaman tersebut menjadikan Socotra sebagai laboratorium alami bagi penelitian biologi dan lingkungan.

Pengakuan Dunia Internasional

Keunikan Pulau Socotra mendapat pengakuan global ketika UNESCO menetapkannya sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 2008. Penetapan ini dilakukan karena nilai ekologis dan keanekaragaman hayati yang tinggi di wilayah tersebut.

Status ini juga menempatkan Socotra sebagai kawasan yang dilindungi, sehingga aktivitas manusia di dalamnya harus memperhatikan aspek konservasi. Upaya pelestarian dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem yang telah terbentuk secara alami selama ribuan tahun.

Baca Juga: Trump Izinkan Iran Main Piala Dunia 2026, Tak Jamin Keselamatan Nyawa

Meski demikian, kondisi geopolitik di Yaman turut memengaruhi stabilitas kawasan ini. Pulau Socotra saat ini berada di bawah pengaruh kelompok lokal yang memiliki keterkaitan dengan dinamika politik regional. Hal ini turut memengaruhi akses dan aktivitas di pulau tersebut.

Antara Fakta dan Kepercayaan

Berbagai cerita mengenai Pulau Socotra menunjukkan adanya perbedaan antara kepercayaan yang berkembang di masyarakat dan fakta ilmiah yang dapat dibuktikan. Keyakinan tentang Dajjal sebagai penghuni pulau tersebut merupakan bagian dari interpretasi yang tidak memiliki bukti empiris.

Di sisi lain, fakta mengenai keunikan alam Socotra telah dikaji melalui berbagai penelitian ilmiah. Data yang tersedia menunjukkan bahwa pulau ini merupakan salah satu kawasan dengan tingkat endemisme tertinggi di dunia, bukan lokasi yang dapat dikaitkan secara pasti dengan kisah-kisah metafisik. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga