adplus-dvertising

Dalam Kondisi Hamil, Istri Ditinggal Suami Gantung Diri

Hamka Dwi Sultra, telisik indonesia
Minggu, 06 Desember 2020
2073 dilihat
Dalam Kondisi Hamil, Istri Ditinggal Suami Gantung Diri
Ilustrasi gantung diri. Foto: Repro google.com

" Saat istrinya memanggilnya (PNW), tidak ada jawaban dari korban. "

KONAWE SELATAN, TELISIK.ID - Seorang warga berinisial PNW (30) ditemukan tewas gantung diri di dalam rumahnya. PNW, ditemukan pertama kali oleh istrinya sendiri.

PNW diketahui, adalah warga Desa Buke, Kecamatan Buke, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). PNW pertama kali ditemukan dalam keadaan tergantung di kosen kayu rumahnya pada Sabtu (5/12/2020) kemarin, sekira pukul 19.00 Wita.

Kapolsek Andoolo, IPTU Nouvaldry menjelaskan, istri korban awalnya terbangun dari tidurnya dalam kondisi lampu rumah mati.


"Saat istrinya memanggilnya (PNW), tidak ada jawaban dari korban," kata IPTU Nouvaldry, Minggu (6/12/2020).

Saat itu juga, istri korban kemudian keluar rumah untuk meminta bantuan kepada tetangga untuk membantu mencari korban.

Baca juga: Wacana Hukuman Mati Bagi Koruptor Kembali Digaungkan

"Saat ini istri korban sedang hamil. Karena tak ada jawaban dari suaminya, istrinyapun keluar rumah memanggil tetangganya untuk membantu mencari suaminya," ujarnya.

Setelah itu, saat tetangga masuk dan menyalahkan stop kontak listrik rumah korban. Korban terlihat sudah dalam kondisi tergantung di kosen kayu rumahnya.

"Istri korban histeris dan tetangganya pun berlari keluar rumah memanggil warga lainnya untuk membantu menurunkan korban dari tempat tergantungnya," terangnya.

Setelah korban diturunkan, paman korban bersama warga sekitar berusaha menolong korban dengan cara menggosok dan memijit badan korban.

"Warga menganggap saat itu korban masih hidup, dan salah satu warga menghubungi pihak Polsek Andoolo," lanjutnya.

Baca juga: Anak JK Laporkan Calon Wali Kota Makassar ke Polda Sulsel

Saat itu juga, pihak kepolisian yang mendapatkan informasi insiden tersebut langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Saat petugas Kepolisian tiba di TKP, kondisi korban sudah meninggal dunia dan TKP saat itu telah dipenuhi warga yang datang melihat korban.

"Untuk kepentingan penyelidikan, pihak kepolisian membawa korban ke RSUD Konsel untuk dilakukan pemeriksaan atau visum," ungkapnya.

Hanya saja, ia menambahkan, keluarga korban menolak saat pihak kepolisian hendak melakukan otopsi. Penolakan tersebut termuat dalam surat pernyataan penolakan yang dibuat oleh keluarga korban.

"Karena keluarga korban menolak kalau korban dioutopsi, maka korban diserahkan kembali ke pihak keluarga. Namun, untuk kepentingan penyelidikan pihak kepolisian mengamankan apa saja yang ada di TKP, termasuk tali yang melilit pada leher korban," tandasnya. (B)

Reporter: Hamka Dwi Sultra

Editor: Fitrah Nugraha

Artikel Terkait
Baca Juga