adplus-dvertising

Warga Deli Serdang Diculik dan Dianiaya Sekelompok Pria

Reza Fahlefy, telisik indonesia
Kamis, 23 Desember 2021
1175 dilihat
Warga Deli Serdang Diculik dan Dianiaya Sekelompok Pria
Korban didampingi pengacaranya seusai membuat laporan ke Mapolda Sumut. Foto: Reza Fahlefy/Telisik

" Korban didampingi tim kuasa hukum, Romi Rangkuti membuat laporan pengaduan ke Mapolda Sumut "

MEDAN, TELISIK.ID - Kikianto (32) warga Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang mengaku diculik, diancam senjata api dan dianiaya oleh sekelompok pria.

Akibatnya, pria ini mengalami luka serius di sekujur tubuhnya, mulai dari di bagian kaki, badan hingga kepalanya.

Atas insiden itu, korban didampingi tim kuasa hukum, Romi Rangkuti membuat laporan pengaduan ke Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Kamis (23/12/2021).


"Iya, atas insiden itu membuat korban trauma. Di bagian keningnya luka, dipukul memakai benda tumpul, lalu tubuhnya dipukul benda tumpul, di bagian kakinya dipukul pakai kayu yang ditancapkan paku, jadi menyebabkan kakinya bolong," kata Romi, kepada awak media.

Selanjutnya, korban juga mengalami trauma karena keningnya diancam tembak dan tangannya diborgol. Bahkan korban diculik dari seputaran kediamannya dan dibenamkan ke dalam bak berisi air.

"Korban diculik, dibawa ke suatu tempat yang di lokasi itu korban sendiri tidak tahu tempatnya. Insiden itu terjadi pada Minggu 19 Desember 2021 malam. Keesokan harinya korban di buang seputaran Jalan Letda Sujono, sekira pukul 04:30 WIB," tuturnya.

Laporan korban tertuang dalam surat bernomor STTLP/2098/XII/2021/SPKT/Polda Sumut. Korban juga mengenal sosok pelaku yang melakukan aksi kejam itu.

"Jadi, insiden itu menimpa korban karena dia mencoba menghentikan praktek judi tembak ikan d iwilayah Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan. Karena dia menolak praktek judi itu, bahkan memukul mesin judi tembak ikan itu, kawanan pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban," ungkapnya.

Korban, bernama Kikianto ketika diwawancarai awak media mengaku bahwa insiden itu membuatnya trauma.

"Saya sudah berulang kali meminta agar jangan ada judi dilm lokasi. Tapi mereka tidak mengindahkannya, akhirnya saya pukul mesin itu, setelah itu insiden ini pun terjadi," katanya.

Dia berharap agar polisi menangkap pelakunya yang dia juga mengenalnya.

Baca Juga: Ungkap Kasus 8 Bulan, Polda dan BNNP Jatim Bakar Sabu Seberat 31,4 Kg

"Saya kenal dengan pelakunya, HA dan rekan-rekannya. Saya meminta agar polisi menangkap pelakunya karena mereka dengan kejam melakukan penganiayaan," pintanya.

Pejabat sementara (PS) Kasubbid Penmas Polda Sumut, Kompol Muridan ketika dikonfirmasi mengatakan, akan menindaklanjuti segala laporan dari masyarakat.

Baca Juga: Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Pinggir Jalan, Diduga Korban Tabrak Lari

"Jika sudah ada laporan resminya, nantinya akan dipelajari pihak SPKT, lalu akan ditindaklanjuti ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum). Setelah itu, barulah tim akan memeriksa sejumlah saksi dan selanjutnya," ungkapnya. (B)

Reporter: Reza Fahlefy

Editor: Fitrah Nugraha

Baca Juga