SDN 2 Kendari Perkuat Mutu Pendidikan Lewat Digitalisasi dan Pembinaan Karakter

uci, telisik indonesia
Senin, 02 Februari 2026
0 dilihat
SDN 2 Kendari Perkuat Mutu Pendidikan Lewat Digitalisasi dan Pembinaan Karakter
Aktivitas belajar mengajar di SDN 2 Kendari yang menekankan interaksi aktif antara siswa dan guru. Foto: Uci/Telisik

" SD Negeri 2 Kendari terus berupaya menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan menyeimbangkan penguatan karakter siswa dan pemanfaatan teknologi digital "

KENDARI, TELISIK.ID – SD Negeri 2 Kendari terus berupaya menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan menyeimbangkan penguatan karakter siswa dan pemanfaatan teknologi digital.  

Upaya ini dilakukan melalui kesiapan tenaga pendidik, dukungan sarana modern, serta kolaborasi aktif antara sekolah, pemerintah, dan orang tua siswa.

Kepala SDN 2 Kendari, Zainuddin, saat ditemui telisik.id, menjelaskan bahwa pembentukan karakter merupakan fondasi utama yang dilakukan secara berkelanjutan sejak usia dini.  

SD Negeri 2 Kendari tetap mengedepankan nilai-nilai religius dan sosial sebagai penyeimbang kepada siswa-siswi di tengah perkembangan teknologi.  

“Kami memulai dari hal kecil seperti pembiasaan budaya 3S (sapa, senyum, salam) yang diterapkan setiap pagi, di mana guru piket yang bertugas saat itu menyambut siswa yang baru datang di gerbang sekolah untuk menjadi contoh atas penanaman sikap sopan santun dan toleransi sesama,” terang Zainuddin, Senin (2/2/2026).

Baca Juga: Jadwal Film di Bioskop Kendari Hari Ini, Cinepolis dan XXI Tampilkan Beragam Pilihan

Selain itu, lanjutnya, nilai gotong royong terus dibangun melalui interaksi langsung antarsiswa, termasuk membangun kebiasaan saling membantu untuk menumbuhkan rasa empati.  

Penguatan karakter religius juga dilakukan melalui kegiatan ibadah bersama seperti salat Duha, salat Jumat berjamaah, dan yasinan yang dilaksanakan rutin di lingkungan sekolah.  

Seiring dengan itu, SDN 2 Kendari mulai mengintegrasikan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Dukungan pemerintah melalui Dinas Pendidikan berupa penyaluran papan tulis digital, TV dan laptop dimanfaatkan untuk menciptakan proses metode belajar yang lebih inovatif.  

“Perangkat digital ini tidak hanya digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, tetapi juga mendukung aktivitas bersama seperti senam dan pembelajaran interaktif lainnya,” ujar Zainuddin.

Digitalisasi pendidikan ini, menurutnya, turut menuntut kesiapan tenaga pendidik sehingga sekolah selalu memastikan seluruh guru, termasuk guru senior, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.  

Sebagai langkah awal, yang pertama dilakukan adalah perubahan pola pikir, mengingat dunia pendidikan kini telah memasuki era digital.  

“Guru-guru di SD 2 ini sangat terbuka pada kemajuan teknologi dan memiliki minat yang tinggi dalam meningkatkan kualitas pemahaman mereka sehingga mereka terus berinovasi dan terbuka untuk terus belajar melalui pelatihan-pelatihan yang ada,” jelas Zainuddin.

Untuk memperkuat kompetensi, SDN 2 Kendari mengaktifkan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan komunitas belajar, baik di tingkat internal maupun gugus Kota Kendari.  

“Guru-guru juga secara bergantian mengikuti pelatihan digitalisasi yang diselenggarakan Dinas Pendidikan, sebagai tindak lanjut atas bantuan sarana prasarana yang diberikan dan melalui proses belajar bersama serta pendampingan teknis tersebut, rata-rata tenaga pendidik di SDN 2 Kendari kini telah mampu memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran,” terang Zainuddin.

Baca Juga: Dirjen Pendis Kemenag Jadikan IAIN Kendari Sebagai Pionir PSDKU

Sementara itu, Indarwati yang merupakan salah satu guru di SDN 2 Kendari, menyebut tantangan terbesar dalam pembentukan karakter siswa adalah keterbatasan waktu interaksi di lingkungan sekolah.  

Menurut Indarwati, siswa hanya menghabiskan sekitar empat hingga lima jam per hari di sekolah, sementara sebagian besar waktu mereka berada di lingkungan keluarga dan tempat tinggal.  

"Oleh karena itu, konsistensi pembinaan karakter di rumah menjadi faktor penting agar nilai-nilai positif yang diajarkan di sekolah tidak tergerus oleh pengaruh lingkungan,” ucapnya.

Untuk meminimalisir tantangan tersebut, SDN 2 Kendari mengoptimalkan waktu belajar dengan pembiasaan karakter yang intensif, memperkuat budaya gotong royong, serta terus meningkatkan mutu pendidik agar mampu menjawab tantangan era digital.  

Pihak sekolah berharap, sinergi yang kuat antara sekolah, orang tua, dan pemerintah dapat terus terjaga demi mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, adaptif terhadap teknologi, dan memiliki fondasi moral yang kokoh. (B)

Laporan : uci

Editor : Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga